
Lanjut ini bab ke dua untuk hari ini.
Aleta langsung menghentikan permainan nya begitu saja, karena ia sangat yakin dengan suara yang ada di depan sana.
Tapi Aleta takut untuk melihat ke depan.
Aleta hanya takut untuk kecewa, karena orang yang ia harap kan tidak ada di tempat itu.
Aleta kembali melanjutkan game online nya, karena ia tidak ingin berhalusinasi.
Aleta tidak ingin di repot kan dengan prasangka nya sendiri.
Ia begitu takut untuk kecewa, jadi, ia memutuskan untuk tidak memikirkan hal yang tidak tidak.
Sedang kan Mentari dan Tika merasa sangat kesal dengan sahabat nya itu.
Entah kenapa setelah Aleta menikah mereka kompak menyatakan, jika Aleta terlihat menyebal kan.
Aleta terkesan sangat lemot di depan mereka.
Mungkin, jiwa emak nya sudah mulai menyatu dengan diri nya.
Entah lah, atau mungkin sekarang fokus nya sudah terbagi banyak.
Aleta sedari tadi di panggil, tapi tidak ada tanggapan.
''Aleta '' teriak Mentari karena merasa sangat jengkel.
''Bisa nggak sih, nggak usah teriak teriak,'' jawab Aleta kesal.
''Sumpah, kamu tuh ngeselin banget tau ngga,'' jawab Aleta juga merasa jengkel ke Mentari.
''Kamu tuh yang ngeselin, dari tadi kita sudah manggil, tapi kamu tidak menanggapi,'' jelas Mentari.
''Udah, udah jangan ganggu aku mau kalah ini,'' jelas Aleta
''Lagian kamu, coba kamu lihat ke depan, ada yang ingin kamu lihat Aleta '' geram Mentari
''Ogah. Aku hanya ingin melihat suami ku saja,'' jelas Aleta
''Ya ampun, dasar lola,'' jawab Tika kesal.
''Dari suara nya saja sudah terdengar sangat menyebal kan,'' jawab Aleta yang tidak berpengaruh sama sekali.
''Kayak nya dia harus di paksa deh Tar,'' usul Tika karena sudah sangat sangat kesal pada Aleta
Dan setelah itu juga Tika langsung mendongak kan kepala nya Aleta dengan kasar.
Karena mereka ber dua sudah sangat muak, dengan sifat emak-emak yang Aleta keluar kan.
Aleta yang melihat orang di depan nya hanya bisa melolotkan mata nya, karena ia tidak menyangka orang yang ada di depan nya adalah suami nya sendiri.
''Kok bisa?" tanya Aleta linglung.
__ADS_1
''Ya, mana kita tahu kamu kan istri nya,'' jawab Mentari kesel.
''Dia sebagai apa di sini?" tanya Aleta.
''Sebagai pemilik dari kampus ini," jawab Mentari.
''What,'' teriak Aleta.
Dan teriakan nya itu, mampu mengalihkan perhatian semua mahasiswa-mahasiswi yang ada di sana.
Karena teriakan Aleta sangat lah nyaring.
Apalagi dengan Aleta yang sampai berdiri, karena saking kaget nya.
Dan itu membuat Azzam tersenyum senang, karena ia merasa menang, karena mampu membuat Aleta kaget seperti itu.
Aleta yang sadar menjadi pusat perhatian langsung meminta maaf dan duduk kembali ke tempat yang semula.
''Kenapa kamu kaget seperti itu melihat Pak Azzam '' tanya orang yang duduk di dekat Aleta
''Apakah kamu sangat terpesona dengan ketampanan pak Azzam. Jangan harap karena dia hanya milik ku," jawab nya dengan pede.
''Terserah.'' Jawab Aleta kesal.
''Apakah kamu tidak tahu, jika pak Azzam sudah menikah? tanya Mentari yang ingin tahu.
Karena seperti nya mereka tidak tahu jika Aleta adalah istri nya.
Dan itu memang wajar karena identitas Aleta di sembunyikan tapi bukan berarti mereka tidak mengetahui status Azzam kan, itulah yang Mentari pikiran kan.
''Tapi kita tidak pernah mengetahui bagaimana wajah dari istri nya, karena semua berita tentang pernikahan di hari itu sudah di hapus hari itu juga,'' jawab nya lagi.
''Kmu benar benar tidak mengetahui siapa istri nya'' tanya Mentari penasaran.
''Tidak, wajah nya selalu di tutupi, sampai sekarang tidak ada yang tahu bagaimana wajah nya,'' jujur orang itu.
''Sekalipun, pernikahan itu di siar kan secara live, tapi tidak ada yang tahu bagaimana wajah istri Azzam kecuali orang yang menghadiri pernikahan itu sendiri, di media sosial hanya terpampang jelas wajah pak Azzam, '' jelas nya lagi.
''Bukan kah waktu pernikahan itu, istri pak Azzam trending karena diduga hamil duluan," ucap Tika.
''Ya itu memang benar, tapi waktu itu ada gangguan internet, dan kita tidak bisa melihat foto yamg berada, yang menjadi trending, hanya karena komentar-komentar negatif dari para netizen." jawab nya serius.
''Foto yang beredar hanya saat mereka tiba di hotel, tapi dengan wajah seluruh keluarga memakai masker,'' jawab nya.
Mentari dan Tika senang mendengar itu.
Mentari, dan Tika sibuk dengan mencari tahu tentang pernikahan sahabat nya itu.
Karena tidak ingin ada hal yang buruk yang akan terjadi.
''Bagaimana kegiatan malam ini?'' tanya Azzam dengan suara lantang.
''Dingin Pak."
__ADS_1
''Butuh kehangatan Pak."
''Butuh belaian Pak."
Dan masih banyak lagi jawaban mereka yang terdengar sangat panas bagi Aleta
Aleta tidak menyangka, jika mereka lebih bar-bar dari pada teman sekolah nya dulu.
Mereka lebih berani mengungkapkan apa yang mereka rasa.
''Apakah menyenang kan berada di sini,'' tanya Azzam lagi tanpa ingin merespon apa yang mereka ucapkan.
Tujuan Azzam hanya lah untuk memberikan kejutan pad sang istri.
Dan sekarang ia sudah berhasil.
''Sangat menyenang kan, dan akan lebih menyenangkan jika pak Azzam ikut kegiatan ini."
''Jika bapak di sini pasti akan lebih mengesankan.''
Sedang kan Aleta sudah mulai mengomel, dan iya dengan cepat mengirim pesan pada Azzam, karena ia sudah kepanasan mendengar jawaban dari para mahasiswi tersebut.
''Bisa nggak, nggak usah genit,'' pesan Aleta pada Azzam
Mengetahui sang istri mengirim kan pesan Azzam langsung mengecek hand phone nya.
''Kalian tahu ada yang mengirimkan pesan pada saya, dan itu sangat lucu,'' ucap Azzam secara gamblang.
''Apakah kita semua boleh tahu?''
''Tidak perlu ini masalah suami istri.'' Jawab Azzam ingin menyadarkan mereka jika ia sudah memiliki pasangan.
''Saya berdiri di sini hanya ingin mengucapkan terima kasih, pada kalian semua yang sudah mengikuti acara malam ini, karena saya yakin ada yang suka ada yang tidak suka, yang suka akan sangat menikmati momen ini, dan yang tidak suka harus dipaksa seperti seseorang yang saya paksa,'' jelas Azzam.
''Dan saya akan kembali semoga malam ini menjadi malam yang berkesan untuk kalian semua,'' pamit Azzam.
''Aku rasa ini alasan nya, kenapa kamu boleh pergi," jawab Tika.
''Tidak," jawab Aleta.
''Kamu harus pergi jika tidak, suami mu itu akan membuat masalah,'' jelas Mentari.
Karena Azzam sudah memberikan kode pada Aleta untuk menemui nya.
''Aku yakin akan ada tragedi setelah ini,'' gumam Aleta yakin
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
__ADS_1
...šššš...