Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Kepedulian yang nyata


__ADS_3

Aleta nampak puas dengan apa yang mereka lakukan.


Sedang kan pelayan itu juga merasakan hal yang sama, karena sebelum nya mereka takut dan gugup menjadi satu, karena mereka tidak tahu apakah bisa membuat Azzam puas dengan hasil yang ciptakan.


Tapi untung lah semua nya berjalan dengan baik.


Dan setelah selesai Aleta di minta untuk keluar karena seseorang telah menjemput nya.


Aleta yang mendengar itu langsung tersenyum karena ia berpikir jika itu adalah calon suami nya, tapi sayang nya bukan.


" Malam nona, " sapa supir tersebut.


" Malam pak, " jawab Aleta.


" Mari saya antar, " ucap sopir tersebut dengan membuka kan pintu agar Aleta bisa masuk.


" Maaf bapak ini siapa? " tanya Aleta pada akhir nya karena ia tidak tahu apa-apa.


" Perkenalkan nama saya pak Rahmat, saya di utus oleh tuan Azzam untuk menjemput nona, karena kebetulan malam ini tuan Azzam sedang ada rapat yang tidak bisa di tinggalkan dan tuan Azzam juga berpesan agar nona menunggu nya di tempat yang telah di siapkan, " jelas sopir tersebut.


Aleta ingin protes tapi tidak ia tahan.


" Baik lah pak bawa saya ke sana, " putus Aleta


Dan dengan sigap sopir tersebut membukakan pintu untuk Aleta.


Aleta duduk di belakang supir.


Tidak ada obrolan di dalam berjalan tersebut Aleta diam membisu ia hanya menatap jalanan yang sudah mulai gelap tapi masih terlihat ramai banyak orang yang yang masih keluar rumah bersama dengan keluarga nya.


Aleta tidak paham dengan apa yang terjadi, tapi hati nya meyakini jika akan ada kejadian besar malam ini.


" Aku harap dia tidak gila, " gumam Aleta pelan.


Entah kenapa Aleta merasa takut dan juga gugup, dengan apa yang akan terjadi makam ini, ia takut Azzam benar-benar akan menikahi nya malam ini sesuai perkataan nya tadi siang dan ia belum siap dengan itu.


" Tapi jika sudah terjadi apa boleh buat, " pasrah Aleta.


Aleta masih fokus dengan menatap jalanan.


Aleta membuang nafas nya dengan kasar karena ia merasa takut dengan pemikiran pemikiran nya sendiri sampai akhir nya Aleta memutuskan untuk mencari tahu lewat sopir tersebut.


Tapi itu tidak akan berhasil sebab orang itu bukan lah sopir yang sebenar nya, orang itu adalah bawaan Azzam, dan nama nya pun bukan Rahmat tapi Ahmad.


Azzam sengaja mengutus Ahmad untuk mengecoh pikiran-pikiran Aleta karena ia tau Aleta tidak bodoh.


Karena Azzam tau Aleta termasuk orang yang peka terhadap sekeliling nya.


" Pak, " panggil Aleta.

__ADS_1


Sedang kan orang yang di panggil pak itu hanya menganga tak percaya dengan apa yang di katakan oleh nona muda nya tersebut.


" Apa tadi dia bilang ' pak ' oh my God, " batin nya tak percaya.


Tapi itu bukan salah Aleta karena saat ini Ahmad sengaja menggunakan kumis dan jenggot palsu agar penyamaran nya sukses


Dan itu sukses malah sangat sukses karena Aleta yang tergolong orang peka tidak bisa mengenali gelagat aneh nya.


" Pak, " panggil Aleta lagi.


Karena tidak ada respon dari supir tersebut.


" Oh maaf non ada apa ya saya tidak dengar maklum kuping saya sedang bermasalah, " jawab Ahmad gugup.


Dan Aleta yang mendengar suara Ahmad menautkan kedua alis nya.


Tapi untuk saat ini ia tidak ingin mempermasalahkan nya, karena saat ini tujuan nya hanya satu yaitu ingin tahu ada apa yang di rencanakan oleh Azzam.


" Bapak tahu siapa saya, " pancing Aleta.


" Calon istri tuan Azzam, " jawab Ahmad dengan tegas.


" Sudah berapa tahun bekerja dengan calon suami saya, " lanjut Aleta


" Sebaiknya aku harus hati-hati karena seperti nya nona muda ini sedang memancing ku, " batin Ahmad


Untung saja Ahmad peka jika tidak sudah pasti Aleta berhasil dengan rencana nya.


" Sudah 8 tahun non, " jawab Ahmad dengan santai.


" Oh, " jawab Aleta.


"Terus sekarang kita mau ke mana pak, " pancing Aleta.


" Saya juga kurang tahu tapi non, tapi tuan sudah memberikan alamatnya pada saya, " jawab Ahmad dengan santai.


" Emang di sana ada acara apa. " Lanjut Aleta.


" Saya kurang paham non. Kalau tidak salah tuan sedang menyiapkan makan malam untuk nona, " jawab nya berbohong.


" Hanya makan malam? " tanya Aleta ingin memastikan.


" Kurang lebih nya yang saya tahu seperti itu non. "


" Ada yang lain atau ada yang ada acara apa gitu, " pancing Aleta lagi.


" Saya kurang tahu non. "


" Bapak sedang membohongi saya ya, " gertak Aleta, agar sang sopir tersebut mau memberitahu apa yang sedang Azzam rencanakan karena tidak mungkin supir tersebut tidak mengetahui apa yang di rencanakan oleh tuan nya.

__ADS_1


" Di kira aku ogeb banget apa, " batin Aleta kesel.


" Ya Tuhan jangan sampai malam ini adalah malam pernikahan ku, " doa Aleta.


Dan Aleta baru ngeh jika sang sopir membawa nya ke jalan pulang ke rumah nya.


" Loh pak ini kan jalan rumah saya? " tanya Aleta.


" Saya kurang tahu karena dalam alamat yang tuan kasih ini memang benar ini jalan nya, " jawab sang sopir pura-pura bingung.


Aleta membuang nafas nya dengan sangat kasar ia takut apa yang di pikirkan nya selama ini terjadi.


Bukan tidak mau hanya saja ia belum siap jika malam ini status nya akan berubah menjadi istri.


" Sudah lah ikuti aja jalur nya, " pasrah Aleta dalam hati.


" Mau mundur pun percuma, " lanjut


Aleta ber menolong sendiri.


Tapi sayang nya apa yang di pikirkan Aleta tidak terjadi, karena sang sopir melewati perumahan mewah yang ia tempati di mana rumah nya itu berada.


Tapi Aleta juga mengetahui jika jalan yang mereka lewati itu menuju ke rumah Mama Rani yaitu rumah calon suami nya.


Tapi di sini Aleta tidak ingin ber tanya karena ia takut apa yang di pikirkan tidak sama dengan kenyataan.


Dan benar saja sopir tersebut melewati gang di mana rumah Mama Rani berada.


" Kan benar, " batin Aleta.


Sedang kan sang sopir itu kini semakin bingung karena Ia mendapat pesan dari Azzam, jika ia harus membawa Aleta untuk berputar-putar terlebih dahulu sebab tempat yang akan mereka adakan acara masih belum rampung sepenuh nya masih belum selesai tinggal beberapa persen lagi.


" Aku harus kemana lagi, " batin orang itu bingung.


Sedang kan Aleta sudah merasa ngantuk dan badan nya juga terasa lelah dan akhir nya Aleta memilih untuk mengistirahat kan badan nya.


" Pak kalau sudah nyampe bangunin ya, " pinta Aleta pada sopir tersebut.


" Siap nona, " jawaban nya dan sopir itu merasa tenang saat melihat Aleta sudah memejam kan mata nya.


" Mungkin nona Aleta merasa curiga dengan kejanggalan tersebut tapi tidak ingin protes, " pikir Ahmad saat melihat Aleta memilih untuk meminjam kan mata nya ketimbang ia mencari tahu.


Tak lupa Ahmad memberi kabar pada Azzam jika calon istri nya itu sedang istirahat.


Azzam yang mendengar itu hanya mengambil nafas dalam-dalam karena ia merasa kasihan dengan Aleta.


Azzam tahu jika Aleta merasa lelah.


Sampai akhir nya meminta pada sang sopir itu untuk langsung ke tempat tujuan nya karena jika di tunda terlalu lama Aleta yang akan menjadi korban.

__ADS_1


Kepedulian yang nyata.


Lanjut gak bestie.


__ADS_2