Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Malu


__ADS_3

Selamat pagi bestie.


Yuk lanjut yuk.


Sebelum lanjut alangkah baik nya jika kita mengawali nya dengan senyuman dan baca basmalah.


Ayo lakukan.


Bismillahirohmanirohim.


Semoga langkah kita di permudah oleh Allah.


" Ah ayo lah Mentari Aleta gak mungkin berbuat mesum kamu tau dia, dari kecil kan dia sangat polos berciuman aja ia tidak pernah, " ucap Mentari dengan sejuga kecurigaan nya, tapi ia masih ingin berpikiran positif tapi sayang tidak bisa.


Pikiran negatif selalu menghantui nya.


Ingin mempercayai Aleta, tapi sayang nya ucapan guru nya itu sangat ambigu.


Guru tampan itu se akan mengatakan hal yang membuat otak nya harus ekstra berpikir.


Mentari menghirup oksigen sebanyak banyak nya, agar apa yang ada di dalam otak nya tidak ia pikir kan lagi.


''Ayo lah kamu adalah sahabat nya tidak mungkin Aleta akan melakukan hal seperti itu, tapi siapa tau mereka kan berada di dalam ruangan yang sama, dan berhadapan dengan orang orang yang sama sama memiliki pesona tang sangat luar biasa, jadi tidak mungkin kan jika tidak ada yang mereka lakukan,'' ucap nya.


''Baik lah sekarang mari kita fokus lebih dulu, masuk dan lanjut kan pelajaran,'' ucap nya dengan menghirup udara sebanyak banyak nya.


Setelah memastikan pikiran nya kembali cerah, Mentari segera berdiriΒ  karena ia baru ingat jika Azzam sedari tadi sudah berjalan ke kelas nya .


" Sial jika aku telat bisa di hukum sama pak Azzam dan tugas aku masih tinggal dua lagi, " rutuk Mentari sambil berlari ke kelas nya.


Mentari hampir lupa di mana ketak kelas nya saking ia berlari lebih kencang dari biasa nya ia sampai tidak sadar jika ia sudah melewati beberapa kelas nya.


Sedang kan anak anak kelas nya yang melihat itu hanya saling lirik tapi detik berikut nya mereka keluar untuk melihat apa yang di lakukan oleh Mentari karena Azzam sendiri belum sampai di kelas itu.


Dan ada yang memanggil nya baru lah Mentari sadar.


Setelah kegiatan nya bersama dengan Azzam selesai, Aleta memilih untuk mengompres bengkak di pipi nya, tapi bayangan bersama dengan Azzam kembali teringat


Seketika wajah nya bersemu merah karena tak menyangka diri nya bisa se liar itu begitu pun juga dengan Azzam.


''Dia benar benar bahaya,'' ucap Aleta dengan senyuman indah nya.


Saat bersama mereka terlihat seperti orang yang berbeda.


Aleta sama hal nya dengan Azzam, dan Azzam sama hal nya dengan Aleta.


Mereka semua se akan mengkalim jika dunia ini milik mereka berdua dan yang lain ngontrak.


Jika sesuatu yang mereka klaim milik nya, maka itu sudah pasti tidak akan ada yang bisa merebut nya.

__ADS_1


Jika pun ada maka orang itu harus bisa menghadapi nya.


Dan saat ini baik Azzam dan Aleta sama sama menandai jika mereka adalah pasangan.


Samapai akhir nya Aleta berteriak karena ia tak bisa menghilang kan kejadian yang baru saja ia lewati bersama dengan Azzam.


''Sial aku bahkan tidak bisa menghilang kan nya,'' gumam nya dengan menutup mata nya dengan kedua tangan nya.


Flashback on


Aleta hanya bisa mememajam kan mata nya saat tiba tiba Azzam menyentuh bola bola milik nya, Aleta merasa gugup ia hanya bisa memejam kan mata nya tidak berani untuk menetap Azzam yang saat ini sedang menatap nya.


Sedang kan Azzam sendiri masih menikmati ciptaan tuhan yang indah itu.


Sampai akhir nya Azzam membuka penutup kain yang menghalangi nya tersebut.


Tapi tiba-tiba Aleta menghentikan nya


" Kenapa ? " Tanya Azzam.


" Malu, " jawab jujur Aleta


" Gak usah malu tu*uh mu sayang indah sayang, " jawab Azzam dan setelah itu Azzam menunduk untuk menikmati nya dan seketika itu Azzam langsung mengh*sap nya dengan lembut.


" Emmm, " satu suara keluar dari mulut Aleta.


" Kenapa sayang? " tanya Azzam tersenyum.


" Ingat kamu hanya milik ku, dan selama nya akan begitu, tub*h mu dan juga hati mu hanya untuk ku '' ucap Azzam Eneng serius.


Aleta hanya mengangguk.


" Paham Aleta Pratama, aku tidak menerima penolakan, '' jelas Azzam.


" Paham sayang, sekarang apakah sudah selesai?'' jawab Aleta gugup karena saat ini bola bola kenyal nya terpanggang jelas di hadapan Azzam, sedangkan tangan nya di pegang ke atas oleh Azzam al hasil Aleta tak bisa memberontak.


" No sayang aku bahkan belum memulai nya, " jelas Azzam dengan tersenyum.


" A apa-"


" Aku belum menikmati nya."


" Tapi tadi kamu sudah menyentuh nya, " jawab Aleta


" Tapi aku belum memulai nya sayang, " jawab Azzam dengan kekeh.


" Kalau begitu cepat lah biar ini cepat selesai lagian kamu harus mengajar," jawab Aleta.


" Aman untuk satu jam pelajaran sayang, " jawab Azzam.

__ADS_1


Dan setelah itu Azzam langsung memas*kkan pucuk bola bola kenyal milik Aleta ke dalam m*lut nya.


" Emmm. "


Mendengar suara Aleta Azzam jadi tidak bisa mengontrol diri nya sendiri.


Dan Aleta tau itu.


Mu*ut Azzam menikmati satu pucuk bola bola kenyal nya, sedang kan salah satu tangan nya sedang memilin dan juga mere*as bola bola kenyal milik nya.


Aleta sudah tidak tahan dengan apa yang Azzam lakukan.


Aleta bergerak seperti cacing kepanasan begitu pun juga dengan Azzam.


Hingga akhir nya setalah hampir dua puluh menit Azzam menghentikan nya dan membantu Aleta merapikan ser*gam nya.


Azzam tersenyum melihat keadaan Aleta saat ini rambut nya sangat berantakan dan Azzam happy melihat itu.


" Maaf jika kau keterlaluan, " ucap Azzam.


" Bisa kah kita tidak membahas ini anggap saja ini tidak pernah terjadi, " jawab Aleta.


" Apakah kamu menyesal ? " Tanya Azzam


Aleta langsung menggeleng.


" Terus. "


" Aku malu, " jawab Aleta dan langsung memeluk Azzam menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang calon suami nya tersebut.


" Jangan malu, dan jangan berpikir yang macam-macam aku berjanji akan bertanggung jawab dan akan membuat mu bahagia, tapi aku juga minta maaf karena mungkin kejadian ini akan terus berlanjut karena aku kecanduan dengan ini," ucap Azzam blak bakan.


Aleta yang mendengar itu langsung menjawab, " dasar mesum.


" Tapi kamu suka kan, " jawab Azzam.


Aleta tidak menjawab tapi mata nya menangkap sosok Mentari dari kaca yang ada di ruangan Azzam tapi hanya bisa di dilihat dari dalam.


" Sayang masuk lah mungkin kamu terlalu lama lihat itu ada Mentari dan jika dia menanyakan aku bilang jika aku istirahat sebentar sebelum aku pulang, " pinta Aleta


Flashback off.


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...

__ADS_1


...πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...


__ADS_2