
Lanjut.
Setelah di rasa cukup Aleta langsung tidur.
Tepat pukul setengah enam pagi, Aleta sudah bangun dan bersiap-siap tapi karena ini adalah kencan pertama nya.
Yups Aleta mengganggap itu adalah kencan.
Karena itu adalah kali pertama nya ia akan keluar bersama dengan lawan jenis, jadi Aleta harus menyiapkan semuanya dengan matang.
Aleta bahkan merendam hampir setengah jam lama nya karena takut diri nya tidak sesuai dengan ekspektasi nya Azzam.
Setelah selesai Aleta langsung mencari pakaian yah tepat tidak terlalu mencolok tapi semua yang paling sangat lah mewah karena memang semua bay barang branded.
Aleta juga sudah menyiapkan kan perlengkapan nya untuk berlibur bersama guru nya.
Oh bukan! Tetapi calon suami nya.
Ya itu juga jika tuhan merestui nya sampai nanti mereka bersatu dalam sebuah ikatan suci dihadapan nya.
Tidak banyak yang dirinya bawa, hanya tas kecil berisi perlengkapannya yang harus dan tidak boleh tertinggal.
Setelah memastikan semua nya sudah lengkap, ia turun ke bawah dan melihat beberapa pelayan sedang beres-beres.
"Selamat pagi nona," sapa pelayan tersebut
"Pagi bi, apakah mommy sudah bangun?" tanya Aleta.
"Sudah nona. Nyonya Alexa sedang berada di dapur," jawab nya.
Dan entah kenapa di saat seperti ini ia teringat dengan adik adik nya.
'' Bagaimana kabar kalian, apakah kalian bahagia di sana,'' gimana Aleta.
''Kakak janji akan menjaga mommy dan daddy dengan baik.'' janji Aleta serius.
Dan setelah itu Aleta turun.
Tadi nya Aleta ingin menghampiri mommy nya, tetapi ketika melihat mommy nya sibuk membantu para pelayan yang membuat sarapan, Aleta malah menyinggahi taman disebelah ruang keluarga favorit nya.
Taman yang tidak terlalu besar yang terdapat kolam ikan serta sebuah gazebo kecil tempat nya bersantai selalu menjadi pilihannya saat dalam keadaan apapun.
"Aleta sudah bangun, sepagi ini? Bukankah ini hari libur." ucap Alexa heran.
Tidak biasanya putrinya bangun sepagi ini.
Lantas Alexa memanggilnya untuk sarapan terlebih dahulu.
Takut-takut penyebab putri nya bangun sepagi ini karena lapar, karena semalam Aleta hanya makan sedikit dan lebih banyak mengobrol dengan calon suami nya.
"Sayang, sarapan dulu nak." Teriak Alexa dari dapur.
Kebetulan jarak dapur dengan taman tidak jauh dan hanya terhalang oleh kaca besar transparan.
"Yes mommy, aku datang." Sahutnya.
Sementara Aleta sedang mencuci tangannya terlebih, Alden yang baru turun langsung ikut bergabung bersama Alexa.
"Sayang, jam berapa calon suami mu akan menjemput?" Tanya Alden pada Aleta.
__ADS_1
Oh Alexa paham sekarang, kenapa putri nya bangun sepagi ini. Ternyata itu penyebab nya.
"Mungkin sebentar lagi dia datang." Sahutnya.
"Ko Daddy tahu dia mau kesini?" Bukan kah Aleta belum memberitahukan kepada mereka.
"Semalam Azzam menelpon Daddy dan meminta ijin untuk mengajakmu berlibur."
"Oh begitu."
Alden hanya mengangguk.
Dan setelah selesai sarapan Aleta duduk santai dan ia mendengar semua mobil dan ia yakin itu adalah calon suaminya.
Aleta bersandar pada pintu di belakangnya, Aleta terus tersenyum ketika melihat siapa orang yang baru saja datang dan keluar dari mobilnya.
Pria tampan berjaket denim putih itu tersenyum dan berdiri tepat dihadapannya.
"Menungguku, nona?" Ucapnya begitu manis.
"Enggak tuh!" Sangkal nya malu-malu.
"Jangan bohong, dosa!" Godanya kemudian.
Sejenak Aleta terpejam saat kecupan singkat pria itu darat kan dipermukaan keningnya.
Entah karena gadis itu terlalu manis atau memang dirinya yang rindu, Azzam malah menahannya lebih lama.
Dan tak lupa sedikit Azzam mencium sekilas bibir nya.
Sampai akhirnya suara dehem-an seseorang membuatnya tersadar lalu cepat melepasnya.
Azzam merasa terpergok sekarang, ia menjadi canggung pada calon mertuanya sendiri yang habis berolahraga itu.
"Baru datang nak?" Tanya Alden pura pura tidak melihat apa yang mereka lakukan.
"I-iya om." Sahutnya gugup.
Aleta sendiri hanya tersenyum melihat tingkah pria tersebut.
"Ajak masuk dong sayang calon suami nya" Titah Alden yang dijawab anggukan oleh Aleta.
Lantas Aleta segera mengajaknya masuk ke dalam.
Waktu sudah menunjukan pukul 8, Azzam dan juga Aleta sudah siap untuk berangkat ke suatu tempat yang telah Azzam janjikan semalam.
Tempat dengan udara sejuk serta hamparan kebun teh yang begitu indah.
Tidak hanya itu, tempat tersebut memiliki banyak sekali tempat wisata yang akan membuat mereka semakin betah berlibur kesana.
Dan sekarang Azzam akan mengajaknya ke salahsatu tempat wisata disana.
Gadis yang sedang memasangkan sabuk pengaman nya itu terlihat berbeda sekali jika tidak memakai seragam sekolah, cantik dan juga lebih dewasa. Ditambah dengan pakaian yang digunakannya, kaos putih dengan rok jeans berwarna biru serta denim jaket berwarna putih, membuat Azzam semakin tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Cantik," Azzam bergumam, membuat gadis yang sudah selesai memasangkan sabuk pengamannya itu mendongkak heran.
"Apa?"
"Enggak. Sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah."
Sudah hampir dua jam perjalanan, namun tempat yang dijanjikan pria disebelah nya belum sampai juga.
Sebenernya nya mau dibawa kemana dirinya.
"Masih jauh ya?" Tanya Aleta.
Mobil yang membawa keduanya masih berada dijalan tol, Aleta bisa melihat arah petunjuk Surabaya dilaluinya beberapa saat tadi.
Apakah pria itu akan membawanya kesana?.
Hoam, Aleta sampai menguap beberapa kali karena mengantuk.
Bahkan matanya pun sudah tidak sanggup lagi untuk terbuka.
"Lumayan." Azzam tahu jika Aleta sedang mengantuk, lantas menekan tombol pada kursi yang diduduki gadis itu agar posisi nya tidak menekuk.
Setelah keluar dari tol dan gadis itu terbangun dengan sendiri nya, Azzam memarkirkan mobilnya disebuah resto terkenal di kota tersebut.
Restoran yang menampilkan pemandangan indah sehingga sejuk ketika dipandang.
Keduanya makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali perjalanannya.
Butuh waktu kurang lebih dua jam lagi untuk sampai ke tempat tujuan.
"Ini dimana?" Aleta merasa bingung.
Pasalnya ia baru pertama kali ke kota ini dan udaranya sangat sejuk sekali.
"Belum pernah kesini memangnya?"
"Kayaknya belum deh, mommy sama Daddy gak pernah ngomong."
" Ini di xx. Kamu bisa lihat kebun teh disini sepuasnya tanpa biaya sedikitpun."
"Wow! Aku tau ini cuma di internet doang, ternyata aslinya lebih keren dan udaranya sangat sejuk."
"Makanya aku ajak kamu kesini."
"Kamu sering kesini?"
"Kalau ada kerjaan aja. Kebetulan sahabat ku punya beberapa villa dan juga restoran disini, jadi ya sekalian berlibur kalau ada waktu senggang." Ujarnya.
"Dan ini juga restoran milik sahabat ku, tapi sayangnya dia sedang berada diluar negri."
Pantas saja saat masuk, mereka disambut baik oleh pengelola resto ini.
Setelah mengisi perut mereka masing-masing, keduanya melanjutkan kembali perjalanannya.
Satu jam bukanlah waktu yang sebentar dan sejuknya udara sekitar membuat Aleta kembali tertidur.
Azzam menjadi gemas melihatnya.
Menepikan mobilnya sejenak, Azzam membenarkan kepala Aleta agar tidak terbentur.
"Kamu gampang banget sih tidurnya." Ucapnya. Ditatapnya begitu lekat wajah gadis yang tetap cantik walaupun sedang dalam keadaan tertidur sekalipun.
Lanjut bab selanjut nya.
__ADS_1