Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Ada yang kurang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sedang kan di kediaman Pratama juga sama Alden juga sedang sibuk karena besok ia harus bebas dengan yang nama nya pekerjaan.


"Sayang," panggil Alexa.


Entah karena diri nya yang terlalu serius atau sang istri yang pandai menyelinap, Alden sampai tidak tahu kalau di sebelah nya sudah ada istri nya.


Pria itu menoleh, wajah nya nampak terkejut.


"Astaga sayang, aku kaget. Kamu tiba-tiba ada di sini," jawab nya dengan memegang da*a nya.


"Kamu terlalu serius sampai aku datang kamu tidak tau," jawab Alexa.


"Maafkan aku."


Lalu Alden menarik pinggang sang istri dan menyuruh nya untuk duduk di pangkuan nya.


"Ada apa, kenapa kau belum tidur hem?" tanya Alden pad sang istri.


"Menunggu mu," jawab Alexa dengan mengusap pipi suami nya begitu lembut, lalu mendarat kan ciuman singkat di sana.


"Ini sudah larut malam dan kamu masih bekerja di sini, aku kesepian."


Alden yang terkekeh pelan, tidak biasa nya istri nya mendadak manja seperti ini.


Ya, karena Alexa termasuk wanita yang dingin.


Dia tidak suka dengan hal-hal romantis, itu sebab nya Alden sangat mencintai nya karena Alexa bukan perempuan yang memiliki dua wajah.


"Jangan dulu menggoda ku sayang." Bisik nya pelan. "Ada beberapa laporan lagi yang harus aku selesaikan sebelum acara besok."


"Siapa juga yang menggoda mu, aku-"


Tidak membiarkan istri nya berbicara, Alden langsung menarik ten*kuk istri nya dan menc*um nya dan lama kelamaan ciu*an itu semakin dalam.


Oh sial! Alden paling tidak kuat jika melihat Alexa sudah memakai gaun tidur seperti ini.


"Sayang," Alexa memaksa melepaskan ciuman tersebut.


"Kamu bilang akan menyelesaikan pekerjaan, kalau seperti tadi terus sudah dipastikan kita akan berakhir di atas ranjang!"


Huh, kata nya jangan menggoda tapi Alden sendiri yang memancing nya.


"Iya-iya sudah sana, bisa-bisa aku tidak fokus karena gaun tidur mu itu."


"Aku memang sengaja memakainya agar kau cepat-cepat ke kamar." Ucap Alexa seraya bangkit dari pangkuan Alden dan berjalan cepat menuju pintu sebelum Alden menangkapnya.


"Oh ya tuhan Alexa."


"I love you, sayang, " ucap Alexa.


Alden hanya geleng-geleng kepala mendengar nya tapi ia juga membalas apa yang istrinya katakan.


Ke esokan harinya seperti biasa Aleta bangun pagi dan langsung sarapan dengan bersama dengan keluarga nya sebelum ia berangkat sekolah.


Aleta masih tidak di perbolehkan untuk membawa mobil sendiri sebab orang tua nya tidak mengizinkan nya.

__ADS_1


Dan apalah daya Aleta juga tidak bisa membantah nya karena ia tau itu yang terbaik untuk nya.


Aleta sampai di sekolah tapi terasa ada yang kosong tidak seperti biasa nya.


Yups sudah 2 hari Azzam tak masuk sekolah entah kenapa Azzam memilih untuk tidak pergi ke sekolah.


Untuk alasan nya hanya Azzam sendiri yang tau.


Sedang kan Aleta merasakan hanpa tanpa kehadiran guru tampan nya tersebut, Aleta merasakan ada yang kurang dalam hari-hari yang dijalankan nya.


Meskipun sekolah sangat lah ramai, dan sekolah seperti biasa nya, Aleta tetap merasa semua nya sepi hanya karena absen nya pria tersebut.


Akhir akhir ini memang Azzam sudah menguasai pikiran nya.


Aleta selalu memikirkan nya.


Di tambah lagi saat sarapan tadi pagi, Daddy dan mommy nya mengatakan nanti malam adalah pertemuan nya bersama pria yang kemungkinan besar akan di jodohkan dengan nya.


Di saat dia kembali merasakan cinta dan menaruh hati nya kepada seseorang, tetapi semua nya seketika hancur saat sebuah kalimat mujarab keluar dari sang Daddy.


"Besok adalah pertemuan pertama mu dengan nya, persiapkan dirimu."


Kata kata itu mampu menghancurkan perasaa nya kalau balau.


Meskipun sebuah penolakan telah ia lontarkan dengan tegas, namun semua nya sia-sia.


Apalagi hal seperti ini sudah biasa terjadi dalam keluarga besar nya.


Daddy dan mommy nya akan selalu mengutamakan keinginan nya.


Karena kebahagiaan nya adalah yang paling utama.


Entah lah Aleta juga tidak paham.


Mungkin karena mommy dan Daddy nya menganggap itu baik untuk nya.


Mungkin ke dua orang tua nya terobsesi dengan itu.


Lalu bagaimana dengan cinta nya?.


Bagaimana dengan janji nya?.


Bagaimana dengan perasaan nya?.


Akan kan merasa akan berakhir bahagia?.


Banyak pertanyaan yang mulai muncul dalam benak Aleta.


Apakah ia harus melupakannya saat semua itu baru tumbuh dalam hatinya?.


"Ya tuhan, kenapa semua ini terjadi begitu cepat." Ucap Aleta.


Ini benar-benar tidak adil untuk nya.


Mentari yang baru saja datang ke kelas menatap heran seorang gadis yang sedang melamun dipinggir jendela, tidak biasa nya dia diam seperti itu.


"Ta, ada apa sih ko diem terus. Di tanyain Farhan tuh," ucap Mentari.

__ADS_1


Aleta diam tidak menjawab Mentari.


"Kamu kenapa? " tanya nya.


"Harus cerita nih?" Jawab Aleta dengan pertanyaan juga.


"Ya iyalah, sahabat sendiri loh ini," jawab Mentari.


Mentari sudah menyiapkan telinganya dengan baik, dari raut wajah nya sih kelihatannya pembahasan ini akan sangat serius sekali.


"Besok akan menjadi hari tergila dalam hidup ku," jawab Aleta.


"Maksud nya?" Mentari benar-benar tidak mengerti, memangnya besok ada apa.


Bukannya besok adalah malam Minggu dan besok juga diri nya akan diajak entah kemana oleh seorang pria. Ah kenapa deg-degan begini sih!


"Aku akan bertemu pria yang sudah di tentukan oleh Daddy," ucap Aleta.


" HAH?" Hanya itu yang keluar dari mulut Mentari.


"Aku mau di jodohin sama orang tua aku."


"Serius,'' ucap Mentari.


"Hem."


"Terus kamu setuju gitu aja, kamu diem gitu aja?"


"Gak ada pilihan lain Mentari, meskipun aku udah nolak beberapa kali, kamu tahu sendiri Daddy Alden seperti apa."


"Iya, Daddy kamu serem kalau udah serius. Tapi coba dulu aja, siapa tahu pria yang sudah dipersiapkan untuk masa depan kamu emang cocok. Seperti pribahasa 'Tak kenal maka tak sayang'," ucap Mentari memberikan nasehat.


"Jangan bercanda Tar."


"Ih, aku serius. Kamu coba kenalan dulu aja."


"Iya juga sih tapi, aku lagi suka sama seseorang." Bisiknya pelan.


"Siapa?"


"Ada lah, aku malu."


"Ih Ta, kasih tahu aku dong. Aku janji gak akan bilang sama siapapun."


"Gak!" Tolak Aleta


"Ta!"


"Enggak ya Tar, bibir kamu tuh suka keceplosan."


"Aku janji Aleta. Oh aku tahu siapa cowok yang beruntung itu." Tebak Mentari so tahu.


"Pasti Farhat ya? Soalnya beberapa hari ini aku lihat kalian suka ngobrol berdua."


"So tahu nih, bukan!" Jawab Aleta tegas.


"Terus siapa?"

__ADS_1


"Rahasia!"jawab Aleta.


Akan kah pertemuan itu berhasil jangan lupa nantikan bab selanjut nya.


__ADS_2