Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Pertemuan


__ADS_3

Pagi semua.


Kedua pria tampan itu terkekeh, membuat ke tiga wanita itu heran melihat nya.


Karena baik Teo dan Alden sudah menyelidiki situasi para anak nya masing masing.


Berbeda dengan Alden yang memilih untuk menjelaskan semua nya pada putri nya karena takut putri nya itu tertekan.


Karena Alden tidak ingin ada drama drama seperti yang sering di tonton istri nya itu di mana anak yang memilih kabur dan hidup di jalanan karena takut di jodohkan tentu Alden tidak ingin hal itu terjadi.


Jadi lah ia memutus kan untuk memberikan semua nya lewat sang istri.


Karena ia tidak begitu paham jika harus menjelaskan seperti itu.


Beda dengan papa Teo ia memilih untuk memberi teka teki terhadap putra nya.


Karena Teo masih merasa kesal dengan sikap kurang ajar putra nya beberapa hari terakhir ini.


Tapi papa Teo juga sadar jika itu ulah nya.


Tapi ya sudah lah orang tua memang ingin menang sendiri.


"Kenapa sih?" Rani penasaran.


"Kalian tidak akan paham," jawab papa Teo dengan muka yang di buat sangat menyebalkan.


Berada di tengah-tengah orang dewasa membuat Aleta bingung dengan obrolan mereka, ia yang masih duduk di bangku sekolah merasa bosan mendengar nya.


Gadis itu celingukan, meneliti setiap ruangan keluarga yang berada disana.


Mata nya tertuju pada 1 foto yang ter tempel tepat di samping nya, seorang anak kecil tampan bertuxedo putih berdiri gagah di sebelah papa Teo dan juga mama Rani.


"Dari kecil aja udah tampan banget, gak heran udah gede nya bikin anak perawan orang teriak-teriak kesetanan." Gumam nya dengan tersenyum geli mendengar ucapan nya sendiri.


Tidak cukup puas melihat foto-foto tersebut, Aleta menoleh ke arah taman yang terdapat di sebelah kiri ruang keluarga, gadis itu berdiri dan meminta ijin kepada Rani untuk ke sana.


"Tante Rani, aku boleh ke kolam situ gak?" Tunjuk nya pada kolam ikan tersebut, di mana ada gazebo kecil dan juga ayunan serta air mancur yang begitu indah.


"Boleh dong sayang, sana pergi lah mau tante temenin," jawab Rani.


''Tidak Tante Aleta bisa sendiri,'' jawab nya.


Dan setelah itu Aleta pergi untuk menghirup udara segar, ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan diri nya, takdir memang tidak bisa di tebak.


Setelah itu pandangan Aleta tertuju pada ikan ikan yang berada di kolam dan itu menarik perhatian nya.


Sementara Aleta sedang duduk asyik sambil memberi makan ikan-ikan kecil, di kamar utama se orang laki-laki terus berjalan mondar-mandir sambil memikirkan bagaimana cara supaya diri nya tidak ikut menghadiri acara makan malam yang berbau perjodohan tersebut.


"Sumpah males banget! Si Andra sialan banget, di suruh kesini malah banyak alasan!" umpat nya.

__ADS_1


"Massa harus kabur sih?"tanya nya pada diri nya sendiri.


Tidak!


Belum tentu kan perjodohan itu akan terjadi?


Lagian papa nya sudah menyepakati kalau dia tidak akan memaksanya kali ini.


Jadi apa salah nya jika dia mengikuti makan malam tersebut.


Tetapi tetap saja, rasa nya sangat malas.


Pasti akan sangat membosankan sekali.


Apalagi Azzam begitu malas menghadapi putri-putri dari rekan kerja bisnis nya yang kelewat centil.


Akhir nya setelah berperang degan pikiran dan juga hati nya, Azzam memilih untuk keluar dari kamar dengan sangat sangat terpaksa dan memilih mengikuti acara makan malam tersebut.


Dan jika papa Teo masih memaksa nya, ia akan kabur saja!.


Itu lah yang sedang Azzam pikir kan.


"Tidak ada pilihan lain!" Gumam nya.


Di bawah sana, ter dengar suara gelak tawa. la sedikit mendengar suara tamu yang tidak asing bagi nya.


Azzam yang sudah bisa menebak hanya bisa membulat kan mata nya lebar-lebar, degub jantung nya mendadak kacau dengan setiap langkah nya menuruni anak tangga sampai diri nya berhenti tepat di ujung anak tangga sana, laki-laki itu begitu terkejut dengan apa yang di lihat nya.


"O-om Alden!" Gumam nya pelan.


"J-Jadi ini tamu yang papa maksud, dan itu arti nya? Imbuhnya.


****!


Lihat lah wajah papa Teo yang terus tersenyum meledek nya.


" Menyebalkan sekali! " Kesal nya pada sang papa.


"Hallo nak, apa kabar?" Sapa Alden ketika melihat seorang laki-laki berdiri dihadapan nya.


"Sangat baik, om," jawab Azzam.


"Tolong kata-kata nya di pegang ya, Azzam!" Ucap papa Teo sengaja.


"Pa! Bercanda doang itu!" Jawab Azzam.


Papa Teo menggelengkan kepala nya, menolak semua alasan yang putra nya coba jelaskan.


"Bercanda apa nya, kamu sudah menolak nya. Papa kan sudah mengatakan jangan sampai menyesal! Dan mana kekasihmu itu?"

__ADS_1


"Ada apa sih?" tanya Alden penasaran.


Sedang kan papa Teo hanya tersenyum penuh arti.


"Tadinya kan kita sudah sepakat untuk menjodohkan putra-putri kita, tapi dia malah menolak nya. Mana ngaku-ngaku udah punya kekasih lagi." Jelas papa Teo.


"Pa!"


"Wah sayang sekali ya, padahal kita sudah lama sekali merencanakan nya. Ya sudah lah, kalau putra mu tidak mau aku bisa apa," jawab Alden ikut mengerjai calon menantu nya itu.


SIYAL!


Papa Teo benar-benar menyebalkan sekali.


Kenapa tidak dari awal dia mengatakan jika tamu tersebut adalah Alden Pratama.


Kalau begitu kan diri nya akan langsung menyetujuinya jika dijodohkan, bahkan dinikah kan sekalipun ia tidak akan menolak.


"Om, papa bohong! Saya mau ko," jawab Azzam lantang.


Sontak semuanya tertawa, begitupun dengan Rani dan juga Alexa yang memang sudah mengetahui rencana nya.


Sebelumnya Alexa sempat menentang, tapi setelah tahu siapa laki-laki yang di pilihkan suaminya adalah anak dari sahabatnya sendiri, Alexa langsung menyetujui nya.


Apalagi putrinya sudah mengakui jika dia menyukai seorang pria, dan ternyata adalah pria yang sama.


"Memangnya kamu tahu anak om yang mana, kalian kan belum bertemu?" Goda Alden.


Azzam hanya menyengir saja, kenapa mereka pandai sekali menggoda dirinya, ah memalukan.


Bukan nya menjawab, Azzam malah celingukan mencari keberadaan Aleta.


" Kenapa Aleta tidak terlihat di antara mereka, apakah dia tidak ikut? " Batin nya.


"Aleta ada disana," Tunjuk mama nya pada taman, "Panggilin gih, kita mulai makan malam nya," lanjut nya.


Azzam mengangguk antusias, ia tersenyum melihat seorang gadis sedang memberi makan ikan-ikan dikolam.


Azzam masih tidak menyangka jika semuanya akan sesuai dengan harapannya.


"Ekhem!" Azzam berdehem, membuat gadis yang sedang duduk dipembatas kolam tersebut terkejut dan hampir terjatuh.


Dengan cepat Azzam menarik tangan gadis itu dan cup lagi lagi bibir mereka bersentuhan.


"Maaf, ngagetin ya?" Ucap Azzam tanpa dosa.


DEG!


Lanjut nanti ya bestie.

__ADS_1


__ADS_2