Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Ibadah


__ADS_3

Lanjut.


Resepsi yang di lakukan oleh keluarga Al Fahrizal membawa nampak besar bagi perusahaan.


Tapi mereka tidak bisa menemukan siapa sosok istri dari Azzam.


Tapi mereka tidak peduli dengan itu.


Yang penting saat ini mereka semua bahagia.


Kebahagiaan Aleta dan Azzam di nikmati oleh semua orang yang memang mendukung mereka dari awal terutama keluarga mereka.


Tapi ada juga yang sangat kecewa dengan pernikahan itu.


Yaitu orang-orang yang menginginkan Azzam dan juga orang-orang yang mengagumi Aleta.


Mereka itu adalah teman teman yang datang ke resepsi itu, tapi mereka sudah menandatangani sebuah perjanjian untuk tetep tutup mulut tentang hubungan kedua nya.


Mereka semua seakan tidak rela, jika mereka sampai bersama.


Tapi hanya sebatas tidak suka tidak lebih dari itu.


Tapi ada juga yang tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, bahkan sampai mengamuk, dan menghancurkan barang barang yang ada di dekat nya.


Mereka tidak bisa menerima nya dengan lapang dada.


Tapi mereka tidak melakukan apa apa.


Karena mereka takut dengan keluarga Al Fahrizal.


Sedang kan saat ini pengantin lama yang baru mengadakan resepsi misterius itu tidak akan kemana kemana, mereka akan di hotel untuk hari ini.


Setelah semua nya ngomel nya selesai Aleta mengajak Azzam untuk makan.


Karena perut nya sudah keroncongan.


Aleta hanya berharap keluarga nya masih berada di bawah.


Tapi sayang nya tidak ada.


''Sudah ku duga mereka tidak sebodoh yang aku kira, mau mungkin mereka mau nungguin kita, ini semua salah kamu,'' omel Aleta pada Azzam.


Azzam hanya bisa tersenyum.


Ia sekarang menyesali ucapan nya di mana ia mengatakan Aleta imut saat mengomel.


Tapi nyata nya setelah Aleta tak berhenti telinga Azzam rasanya ingin pecah, tapi ia juga tidak ingin protes.


Alasan nya simple takut jatah malan nya di kurangi, dan itu tidak akan aman untuk nya.


''Mereka semua sudah kembali ke kamar, atau mereka sudah pulang?'' tanya Aleta.


Azzam tidak menjawab karena ia juga tidak tau.

__ADS_1


''Kenapa diam?'' tanya Aleta.


''Aku gak tau baby, sudah lah biar kan mereka menikmati hari libur nya,'' jelas Azzam.


Aleta tidak tidak menjawab, ia hanya memalingkan wajah nya, karena masih merasa cukup kesal dengan sang suami.


''Sudah lah, enggak capek nggak marah-marah terus,'' ucap Azzam mengelus rambut Aleta dengan lembut.


''Gimana gak mau marah, kamu nya gak pernah puas ini sudah jam berapa, tapi kita baru keluar kamar,'' jawab Aleta sewot.


''Iya, ya maaf, aku hanya sedang memperbanyak ibadah,'' jawab Azzam.


Aleta hanya menatap nya dengan malas.


''Pahala sih pahala tapi gak sehari semalaman juga kali,'' batin Aleta.


Dan sesuai rencana setelah resepsi mereka akan pergi berlibur.


Dan ke sokan hari nya mereka akan pergi ke puncak seperti keinginan Aleta.


Aleta tidak ingin kemana mana sekalipun ia ingin pergi ke luar negeri, tapi Aleta tidak ingin egois.


Meskipun, suami nya sudah mengambil cuti selama seminggu, tapi tetap aja Aleta tidak merepotkan nya.


Biar lah nanti mereka pergi kapan kapan waktu masih panjang.


''Honey, kenapa kita harus bawa body guard kita hanya akan pergi dua hari ini terlalu berlebihan,'' ucap Aleta yang merasa sedikit keberatan.


''Karena itu pengawalan khusus untuk kita,'' jawab Azzam.


''Karena orang tua kita bukan lah orang sembarangan baby, kita sebagai anak akan menjadi incaran para musuh mereka, karena tidak mungkin mereka bisa mencelakai istri istri para pengusaha, apalagi mama mama kita, mereka di jaga ketat, bahkan lebih ketat dari penjagaan kita,'' jelas Azzam.


''Jika mereka tidak bisa menyentuh raja, maka orang itu akan berubah haluan untuk menyentuh ratu nya, dan jika mereka gagal, menurut mu siapa yang akan menjadi target mereka?'' tanya Azzam menjelaskan dengan lembut.


''Kita,'' jawab Aleta.


''Tapi, kita kan hanya naik mobil berdua, di depan dan juga di belakang kita ada body guard,'' jelas Aleta.


''Kita tidak pernah tau musuh kita ada di mana,'' jawab Azzam dengan santai.


Mereka berdua tidak pergi menggunakan mobil pribadi mereka.


Mereka menggunakan mobil sewaan, karena bagaimana pun, saat ini posisi mereka tidak lah aman.


Resepsi mereka memancing banyak orang ingin memberontak.


Dan sebagai suami Azzam harus bisa menjaga sang istri dari paparazi.


Karena identitas Aleta harus di jaga dengan sangat ketat


Saat ini Azzam dan juga Aleta sudah berada di villa.


Mereka akan menikmati pemandangan teh, dan juga akan menikmati kesejukan yang tidak pernah mereka dapat kan selama ini selama di kota.

__ADS_1


''Aku tidak tahu, jika pemandangan di sini jauh lebih indah daripada di kota,'' ucap Azzam dengan memeluk Aleta dari belakang.


''Di sini adalah tempat favorit Mommy, jika ada waktu pasti Mommy akan ke sini, kalau sedang bosa, atau saat Daddy harus pergi keluar,'' jawab Aleta.


''Villa ini di bangun, karena permintaan mommy,'' lanjut nya.


''Pernahkah mereka berlibur bersama ke sini?'' tanya Azzam.


''Siapa?'' tanya Aleta.


''Orang tua ku, dan orang tua mu,'' jawab Azzam.


''Pernah, bahkan beberapa kali.''


''Kok aku gak tau,'' heran Azzam.


Aleta hanya mengangkat bahu nya pertanda ia juga tidak tahu.


''Apakah kamu masih capek?'' tanya Azzam.


''Tidak terlalu, kenapa?'' tanya Aleta.


''Mandi yuk udah sore,'' ajak Azzam.


''Nanti aja Honey, aku masih ingin menikmati pemandangan ini,'' jawab Aleta yang paham kode keras dari sang suami.


''Aku ingin menikmati moment ini, karena kita tidak pernah tahu kapan ke sini lagi, setelah ini aku akan sibuk dengan peran ku sebagai istri, dan juga sebagai mahasiswi,'' jelas Aleta.


''Dan setelah ini aku, juga akan sibuk mengurus perusahaan, dan juga sebagai suami yang siaga,'' jawab Azzam.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Aleta, Azzam langsung menggendong Aleta menuju ke sofa yang ada di ruang tamu.


Azzam ingin menikmati nya dengan suasana, dan juga di tempat yang terbuka.


''Ya ampun Honey, please jangan di sini,'' kaget Aleta.


''Aku ingin di sini.''


''Kalau ada orang gimana,'' panik Aleta


Dan Azzam tidak peduli dengan itu.


Azzam ingin beribadah di sana, dan siapa pun tidak bisa menghentikan nya.


Dan setelah itu hanya ada era*gan tak jelas dari Aleta


Aleta yang awal nya menolak kini ia sudah mulai pasrah.


Aleta mengakui, jika diri nya, dan Azzam keterlaluan melakukan nya di tempat terbuka, tapi bagaimana pun mereka adalah pengantin baru.


Lanjut di bab selanjut nya bestie.


Jangan lupa tinggalkan jejek.

__ADS_1


Pastikan sudah like dan koment ya bestie.


__ADS_2