Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Guru yang paling di takuti


__ADS_3

Selamat pagi besti, jangan lupa awali hari mu dengan senyuman.


Karena senyuman yang kita berikan pada orang lain itu di nilai sebagai ibadah.


Jadi jangan lupa tersenyum.


Dan author harap kalian semua menjalani hari ini dengan ceria.


Baik lah lanjut.


Aleta merasa kesal dan juga sakit hati secara bersamaan saat mendengar kata-kata tegas dari calon suami nya tersebut apalagi itu bisa di dengar oleh seluruh kelas buka hanya diri nya sendiri.


Bagaimana bisa pria yang masih berdiri di sebelah nya itu berbicara tegas bahkan tatapan nya pun sangat menyeramkan.


Ingin rasa nya Aleta menjawab semua pertanyaan dari Azzam, tapi tidak ia lakukan i satu lain karena ia menghormati nya dan di sisi lain nya pipi nya masih nyut nyut-nyutan dan Aleta juga males hanya untuk sekedar membuka mulut nya untuk saat ini.


Awal nya Aleta tidak ingin mendongak, tapi karena kesel akhir nya tanpa sengaja Aleta mendongak karena Azzam memaksa nya untuk mendongak.


Dengan kesal Aleta mendongak kan kepala nya dengan pelan, dan langsung menatap wajah pria itu dengan garang petanda jika diri nya tidak terima, tapi lain hal nya dengan respon dan juga tatapan nya, awal nya Aleta ingin mengomel tapi tidak jadi jadi lah ia memasang wajah sesedih mungkin seakan mengatakan " aku sakit please " kira kira seperti itulah tatapan Aleta..


" Hah. "


"Aleta kamu kena-"


Hampir saja Azzam akan kelepasan dan akan memperlihatkan kekhawatiran nya terhadap Aleta di dalam kelas nya itu tapi untung saja ia sadar jika saat ini mereka sedang berada di kelas di saat Aleta memberikan kode dengan memejam kan mata nya dengan gelengan kepala nya.


" Untung saja, " batin Azzam jika tidak pasti akan sangat heboh sekolah ini belum lagi ah Azzam tidak ingin memikir nya.


Azzam masih memperhatikan Aleta dan Aleta langsung mengusir nya dengan gerakan tangan nya, tapi Azzam tidak ingin mendengar.


Sampai akhir nya Aleta berkata dengan gerakan bibir.


" Nanti aku jelas kan. "


Baru lah setelah itu Azzam pergi dan tanpa ingin tau kondisi murid nya yang lain.


Azzam langsung memerintahkan Ehsan sang kepala suku untuk mengumpulkan tugas nya karena ia ingin sesegera mungkin membawa Aleta pergi dari kelas tersebut.

__ADS_1


" Selesai gak selesai kumpul kan sekarang dan setelah itu kalian bisa istrirahat di dalam kelas lima belas menit karena pak Hengki tidak bisa hadir jadi saya yang akan mengganti nya. " ucap Azzam.


Azzam merasa sangat jengah jika melihat seseorang mengeluh dan itu terjadi hari ini di mana hampir semua siswa siswi nya mengeluh karena mereka masih belum selesai.


" Nanti akan saya adakan nilai tambahan untuk menambah nilai kalian hari ini, " ucap Azzam karena bagaimana pun ia harus profesional lagi pula Aleta juga belum bisa menyelesaikan tugas nya, dan ulangan tambahan adalah jalan pintas dan juga baik untuk semua nya.


Di mana mereka masih memiliki kesempatan untuk menambah nilai mereka.


Dan bener saja bel pelajar bunyi.


Bel pelajaran pertama sudah terdengar, dan semua murid sudah menyelesaikan tugas nya tanpa terkecuali.


" Jika nanti nilai kalian jelek kalian bisa memperbaiki di pelajaran saya selanjut nya paham, " ucap Azzam dingin.


" Paham pak. " jawab semua nya.


" Dan untuk Aleta segera bawa tas dan juga lain nya karena orang kamu meminta izin agar kamu di pulang kan terlebih dahulu karena kamu sedang sakit," ucap Azzam dengan intonasi yang tidak ingin di perintah.


" Baik pak, " pasrah Aleta karena menolak pun percuma.


Sedang kan yang lain nya malah bengong karena cara bicara Azzam terkesan sangat berbeda kali ini sekali pun dingin tapi mereka bisa melihat ada kelembutan di dalam nya.


Dan ia akan ingat jika harus terus mencurigai mereka berdua agar tidak ketinggalan berita.


Mentari terus melihat ke arah Aleta dan Aleta pura pura tidak tau itu padahal ia sangat dag dig dug.


Tapi untung lah Mentari masih belum mendengar kehebohan yang tadi pagi jika tidak pasti ia sudah akan bereriak teriak seperti orang gila, bukan karena diri nya terluka tapi karena ia mendengar tentang diri nya dan juga Azzam dan Aleta sangat sangat yakin dengan itu.


Mentari yang akan paling heboh di antara semua nya.


Aleta juga sudah memberes kan semua perlengkapan nya tidak menghiraukan Mentari karena itu adalah cara paling aman untuk saat ini.


" Perasaan Aleta tidak pernah membuka hand phone nya sedari tadi, " curiga Mentari.


" Tau dari mana Tante Alexa tau jika Aleta bermasalah, jika memang seperti itu dari rumah tentu saja Aleta tidak akan di perbolehkan masuk karena om Alden dan juga Tante Alexa sangat sangat protektif, " batin Mentari.


Saat Mentari akan bertanya pada Aleta, Aleta berdiri lebih dulu.

__ADS_1


Alhasil Mentari mengurungkan niat nya tapi bukan berarti kecurigaan nya akan berkurang.


Aleta sudah berjalan ke arah depan dan tiba tiba ada guru piket yang datang ke kelas nya untuk memberitahu jika Hengki tidak bisa mengajar dan di minta Azzam untuk mengganti kan nya.


"Permisi pak." Ucap seorang guru piket.


" Ada apa? " tanya Azzam dingin.


" Pak Hengki tidak bisa hadir dan pak Azzam di suruh untuk mengganti kan nya, karena kebetulan pak Azzam kosong, " jawab nya.


" Baik lah saya yang akan mengisi nya, " jawab Azzam karena guru itu sudah memberi tahu nya sejak kemaren.


" Kalau begitu saya permisi pak. "


" Hem ,'' jawab Azzam di sertai juga dengan anggukan.


Setelah guru piket itu pergi, Aleta menatap Azzam begitu pun juga dengan Azzam.


Sampai akhir nya Azzam berkata, " Ehsan tolong berikan tugas nya pada Aleta, biar dia yang bawa kamu istirahat lah lima belas menit lagi saya masuk lagi. "


" Baik pak, " jawab Ehsan.


" Aleta tolong bawakan buku buku ini ke ruangan saya," pinta Azzam.


Dan lagi lagi Mentari melihat ada perubahan di nada bicara nya Azzam dan itu hanya berlaku untuk Aleta.


Sedang kan Aleta memilih untuk menjawab dengan sebuah anggukan saja jika tidak pasti akan terasa aneh.


" Jika saya telat kalian pelajari dulu karena nanti saya akan memberikan soal yang di jawab oleh beberapa orang secara acak, " ucap Azzam memberitahu.


" Baik pak, " jawab mereka kompak.


Senakal nakal nya mereka jika sudah berhadapan dengan Azzam maka mereka semua akan menjadi murid yang patuh karena Azzam guru yang paling mereka takut.


Kalau kata mereka tampan tapi menyeramkan.


Jangan lupa like dan koment nya ya bestie.

__ADS_1


Seperti biasa lanjut di bab selanjut nya.


__ADS_2