Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Ja mein Liebling


__ADS_3

Selamat pagi bestie ketemu lagi eneg author.


Yuk lanjut cerita.


"Apakah aku terlihat sedang melawak?" tanya Azzam saat melihat respon Aleta se akan-akan Aleta tidak mempercayai ucapan nya.


Mendengar itu lagi dan lagi Aleta terkekeh, menepuk dada Azzam begitu pelan. "Bukan begitu maksud aku-"


"Aku tidak pernah bermain-main dengan sebuah perasaan Aleta," Potong Azzam dengan cepat dan begitu sangat serius.


Wajah nya terlihat sangat serius, begitu juga dengan nada suara nya.


Tidak ada candaan di dalam nya dan Azzam sangat serius saat mengucapkan nya dan ia sedikit kesal karena Aleta se akan akan mengagap nya bercanda.


" Apakah pria itu benar-benar serius dengan perkataan nya? " Batin Aleta.


Karena ia sendiri memang mengagap Azzam hanya bercanda.


"Jadi?" tanya Aleta berusaha untuk menanyakan kenyataan nya yang sebentar nya.


"Mari kita menikah," ajak Azzam dengan wajah yang sangat serius.


" Eh? " Kaget Aleta.


Bagaimana tidak karena Aleta tidak pernah membayangkan hal itu terjadi yang ia pikirkan hanya penolakan saja.


Karena Aleta sedari awal memang pesimis dalam perjodohan tersebut.


Sedang kan di taman utama, ke dua orang tua mereka sedang asyik bercerita tentang awal nya ingin BBQ malah mereka menyuruh pelayan yang melakukan nya.


Sudah sejak lama juga, ia tidak ber kumpul dengan lara sahabat nya seperti ini.


Rani lah yang paling heboh dengan acara malam ini.


Bahkan Rani sengaja membeli makanan dari chef terkenal karena acara malam ini sangat special.


Rani ingin memberikan yang terbaik untuk calon besan nya tersebut.


Bahkan Rani sendiri yang memilih makanan nya sendiri.


Tapi saat mereka sedang sibuk anak anak mereka tak kunjung datang datang.


"Di mana mereka, apakah belum kembali dari taman belakang?" Rani ber tanya setelah kembali untuk mengambil beberapa daging di dapur.


Alexa juga tak kalah sibuk malam ini ia juga sedang memanggang sosis dan juga beberapa makanan lain nya sedang kan para suami entah lah mereka malah asyik, tapi se sekali ikut membantu,

__ADS_1


"Belum. Seperti nya masih banyak hal yang ingin mereka bicarakan."


Setelah itu Rani juga mengambil bahan-bahan untuk di panggang nya lagi karena takut bahan-bahan nya itu kurang padahal makanan itu masih di di bilang cukup banyak hanya untuk mereka.


"Kau tahu Rani sebelum kami berangkat ke sini putri ku mengatakan apa," ucap Alexa ingin bercerita.


"Apa?"


"Dia meragukan putra mu. Aku cukup paham dengan keraguan nya, bukan karena dia tidak menyukai putra mu tapi karena Aleta merasa diri nya tidak pantas. Dia takut jika Azzam tidak menerima nya karena dia masih sekolah. Sedang kan di luaran sana banyak sekali wanita dewasa yang menginginkan nya." Ujar Alexa dengan benar ada nya.


"Ya ampun Aleta masih sempat nyangka Azzam tidak menerima nya. Padahal setelah Aleta menolong ku beberapa hari lalu, aku pernah melihat foto nya di dalam ponsel nya. Maka nya aku langsung menelpon mu dan meminta foto Aleta untuk memastikan jika gadis yang ada dalam ponsel nya adalah putri mu,"jawab Rani yang tak habis pikir dengan pemikiran Aleta.


"Kenapa kau langsung menyangka dia putri ku?" Heran Alexa.


" Saat itu Azzam sedang berada di kamar mandi. Aku yang akan memberitahukan jika Andra ada di bawah dan aku terpaksa masuk dan tidak sengaja melihat layar ponsel bergambar se orang gadis. Dan gadis itu gadis yang udah nolongin aku, karena penasaran aku mengambil hand phone nya dan  ada nama dengan huruf kecil di bawa nya yaitu Aleta Pratama," jelas mama Rani.


"Aku melihat marga Pratama di belakang nama nya. Maka nya aku langsung yakin kalau dia memang putri mu," jelas Rani.


" Aku tidak menyangka jika rencana kita di permudah oleh Tuhan, " ucap Alexa pada akhir nya.


" Hem seperti emang di takdir kan. "


''Dan aku harap apa yang kita ingin kan, apa yang terjadi hari ini adalah sebuah kebahagiaan hanya itu yang aku mau,'' ucap Rani.


Malam semakin larut, ke dua keluarga itu masih asyik mengobrol sambil menikmati BBQ yang sudah matang.


Aleta dan Azzam sendiri pun sudah kembali 10 menit yang lalu dan bergabung bersama mereka.


"Besok pagi jangan kemana-mana ya, nanti aku jemput," ucap Azzam.


"Jemput?" Heran Aleta.


"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat." Bisik nya tepat di sebelah telinga Aleta, membuat gadis yang duduk di sebelah nya itu terkekeh karena geli.


"Ijin dulu sana sama daddy-mommy." Jawab Aleta.


"Siap," jawab Azzam percaya diri.


Tidak terasa waktu semakin larut, Alden beserta istri dan juga putri nya harus segera pulang.


Rani yang menginginkan mereka menginap nampak kecewa, dia terus menahan Aleta agar mau menginap di rumah nya.


"Kenap harus pulang sih. Kalian kan bisa menginap di rumahku."


"Nanti kita kesini lagi Ra," jawab Alexa.

__ADS_1


"Ya sudah deh. Kalian hati-hati ya," putus nya.


Sementara kedua orangtua mereka sedang berpamitan, Azzam menarik tangan Aleta dan membawanya ke dekat mobil.


"Kenapa?" Heran Aleta


Aleta sangat terkejut ketika sebuah kecupan lembut mendarat pada pucuk kepalanya dengan tiba-tiba.


"Hati-hati ya. Kirim pesan kalau sudah sampai dan langsung tidur."


Aleta hanya mengangguk.


Sesampai nya dirumah, Aleta langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat.


Hari ini Aleta benar-benar bahagia sekali ketika pria yang baru-baru ini mencuri hatinya, menyatakan perasaannya.


Aleta sungguh tidak menyangka, ia pikir semuanya tidak akan seperti ini.


"Ya tuhan, is it a dream? Jika iya, tolong jangan bangunkan aku. Ini terlalu indah!" Jeritnya dalam hati.


Sungguh, Aleta benar-benar merasa menjadi wanita paling beruntung didunia.


Bagaimana tidak, begitu banyak wanita yang menginginkan seorang Azzam Al Fahrizal, tetapi dengan mudahnya ia mendapatkannya.


Aleta menoleh ketika suara hand phone yang sempat dirinya simpan diatas meja menyala, segera ia melihatnya.


"Pak Azzam." Ucapnya tersenyum-senyum.


Seblak: [Tidur! Jangan memikirkan saya terus.]


Aleta terkekeh pelan saat tebakan pria tersebut benar-benar sedang ia rasakan. "Ih aku kan malu!" Sambil berbalas pesan, Aleta membaringkan badannya di atas ranjang empuknya sambil berteriak bahagia.


Aleta: [Pede sekali kamu!]


Seblak: [Besok saya jemput pagi-pagi karena perjalanan akan lumayan jauh. Kamu segeralah tidur.]


Perjalanan yang lumayan jauh? Memangnya mau kemana, pikirnya. Ah kemana saja asal dengannya Aleta pasrah.


Aleta: [Ja mein Liebling.]


"Kamu pikir aku gak bisa bahasa Jerman. Dasar!" Ucap Azzam.


Tidak sabar rasanya menunggu besok, Azzam ingin cepat-cepat bertemu dengan gadisnya, calon istrinya.


Lanjut di bab selanjutnya bestie.

__ADS_1


__ADS_2