Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Kekuatan takdir


__ADS_3

...Happy reading...


Memikir kan tentang perjodohan tersebut, Aleta jadi malas pulang ke rumah.


Dan Aleta memutuskan untuk pak Doni untuk membawa nya ke sebuah toko buku yang tidak begitu jauh dari sekolah.


"Non sudah ijin belum sama nyonya?" Tanya pak Doni.


"Gak usah lah, aku lagi males sama mereka," jawab Aleta.


Ya males gara-gara se enak nya saja menjodoh kan nya.


Padahal diri nya sudah menyukai se se orang, dan mereka pun bahkan tahu itu.


"Waduh gawat dong kalau nyonya tahu," ucap Pak Doni yang sudah mengeluar kan ponsel nya untuk memberitahu kan kepada Alexa, namun dengan cepat Aleta merampas nya.


"Jangan coba kasih tahu mereka ya Pak Doni! Atau aku akan bilang sama Daddy jika Pak Doni sering bekerja sama dengan ku," ancam Aleta.


Seketika pak Doni langsung mengatupkan bibir nya rapat-rapat karena sepatah kata saja penolakan keluar dari mulut nya, maka hilang sudah kesempatannya untuk bekerja dengan orang orang baik tersebut.


"Waduh jangan dong non, '' ucap Pak Doni.


"Makanya jangan macem-macem!" nanas Aleta.


"I-lya non, siap!"


Sesampainya disana, Aleta langsung membeli beberapa buku novel pilihan nya.


Dia juga membeli novel tentang perjodohan kisah perjalanan cinta, tentang nikah paksa, nikah karena perjodohan, nikah karena tragedi, dan masih banyak lagi.


Sedang kan Azzam juga merasa kan hal yang sama ia benar-benar tidak bisa ber konsentrasi dengan pekerjaan nya.


Banyak nya dokumen yang salah membuat emosinya membeludak seketika.


Kesabaran nya sudah benar-benar habis sekarang, rasanya kepalanya mau pecah saja.


Azzam meraih gagang telpon yang terdapat disebelahnya, lalu menyuruh Alia untuk memanggil beberapa karyawan ke ruangan nya.


Mereka harus mempertanggung jawabkan pekerjaan mereka.


Setelah mereka datang, Azzam berdiri dan melemparkan beberapa laporan yang sangat buruk. "Kenapa pekerjaan semudah ini masih saja salah?" Teriaknya murka.


"Kalian sudah bekerja di perusahaan ini berapa tahun hah?!"


"Maaf-"


"Saya tidak menyuruh kalian untuk berbicara!" Sela Azzam benar-benar murka.


Apa dengan kata maaf semua nya bisa selesai dengan sendiri nya? TIDAK!


"Kerjakan lagi!"


"B-Baik pak."


"KELUAR!" Teriak Azzam


Sontak ke tiga karyawan tersebut langsung keluar, wajah mereka terlihat sangat pias sekali setelah bentakan dari sang bos membuat nya takut setengah mati.


Argh!


Kenapa semua orang hari ini sangat menjengkelkan sekali, rasanya kepalanya ingin meledak saja.


Tidak lama ketiga pegawai itu keluar, tidak lama setelah nya Andra masuk.


Sebelumnya Andra sempat berpapasan dengan mereka, dan sempat menanyakan juga apa yang terjadi sehingga wajah mereka terlihat sangat ketakutan.


"Apa yang terjadi?" Andra bertanya.

__ADS_1


Andra mengintrogasi ke tiga pria tersebut.


Karena jarang jarang mereka menunjukkan ekspresi seperti itu.


Dan juga meskipun Azzam marah itu hal yang wajar karena memang itu sudah hal yang biasa.


Saat mengajar pun Azzam bisa marah tapi tidak berteriak teriak seperti hal nya di kantor.


Azzam memilih menghukum mereka dengan cara memberikan kuis dadakan sebelum memulai pelajaran.


Atau tidak ia memilih memberikan mereka ulangan harian dengan banyak penjabaran.


Tapi ketika melihat pria itu Andra merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Pak bos marah besar" Ujar laki-laki yang di ketahui baru bekerja 3 bulan ini.


" Kenapa? " tanya nya.


" Karena laporan yang kita buat berantakan, " jelas nya.


Dengan segera Andra mengambil laporan tersebut dan melihat nya, pantas saja Azzam marah karena dari atas sampai bawah semua nya salah semua.


Tapi juga tidak biasa nya Azzam akan semarah sekarang.


Andra hanya menepuk pundak laki-laki tersebut.


"Kerjakan dengan teliti, pantas jika dia marah besar karena laporan kalian sangat lah buruk," ucap nya.


"Baik pak. Kita permisi dulu," pamit nya.


Andra hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan samar sebelum diri nya masuk ke ruangan bos nya.


Seperti biasa ia tidak akan mengetuk pintu terlebih dahulu.


Andra langsung meletakan berkas-berkas yang akan di bahas nya pada rapat siang nanti di atas meja nya Azzam.


Dengan segera Andra menduduk kan diri nya di sebelah laki-laki yang terlihat kacau tersebut.


Entah kacau karena pekerjaan nya yang terlampau begitu banyak, atau karena yang lain Andra tidak tau dan juga tidak ingin ikut campur tapi jiwa kepo nya tak bisa di ajak kompromi.


Setidak nya ia akan bertanya kenapa ke Azzam.


"Marah-marah terus! Tuh berkas, buat rapat siang nanti jangan sampai lupa," Kata Andra.


Tidak ada respon dan Andra tau jika sudah seperti ini Azzam tidak bisa di ajak bercanda.


Bisa bisa nyawa nya melayang entah kemana.


Andra memilih untuk pergi saja dari pada ia yang akan menjadi tempat pelampiasan nya.


Andra berdiri karena tidak ada respon apapun dari bos nya yang terkenal dingin tersebut.


Setelah Andra keluar pun Azzam masih tidak bergeming.


Setelah rapat yang di lakukan selama satu jam lebih telah selesai, laki-laki itu memberitahukan kepada Andra jika diri nya akan keluar sebentar.


Azzam akan keluar untuk mencari udara segar sebentar.


Kepala nya yang pusing benar-benar tidak bisa di tahan nya lagi, ia butuh penyegaran di luar sana.


Sebelum melanjutkan kembali pekerjaan nya yang terbengkalai di atas meja nya sebab sedari tadi diri nya hanya marah marah.


Dan ketahui lah marah marah juga membutuhkan energi yang cukup besar.


Dan sekarang rasa nya energi nya telah berkurang dan ia butuh suasana yang berbeda untuk mengendalikan emosi nya yang masih belum berkurang.


"Jangan lama-lama!" Peringat Andra karena hari ini jadwal mereka benar-benar padat.

__ADS_1


Azzam melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata, ternyata pilihan nya untuk keluar saat emosi adalah hal yang salah.


Jalanan yang macet, udara yang begitu panas serta banyak nya kendaraan bermotor maupun mobil saling salip-menyalip membuat nya semakin muak saja.


Azzam malah semakin kesal saat ada mobil yang hendak menyerempet mobil nya.


"Begitulah akhir nya jika membuat SIM dengan cara menembak!" Desis nya kesal.


Entah kenapa Azzam malah membawa mobil nya ke tempat ini, tempat yang menurut nya sangat membosankan, tapi yang jelas ia merasa harus berkunjung kesini entah karena macet atau perasaan nya.


Azzam pergi ke sebuah perpustakaan terbesar di mana Aleta juga ada di dalam sana.


Mungkin inilah yang di namakan dengan kekuatan takdir.


Jangan lupa mampir ke karya karya author lain nya.


Chat story.


- Super seksi


- Istri Tuan Muda Mesum


- Hot Mother


- Sweet Daddy


- Baby, Kau Milikku


Novel tamat.


- Hadiah Suami Dari Ayah


- Love Presdir


- Alina


- Suami Tampan Rahasiaku


-Suami Tampan Posesifku


- Gigitan Manis Daddy Season 1


- Gigitan Sang Daddy Season 2


- Pesona Tuan Albert Season 1


-Pesona Hot Daddy Season 2


- GELORA Cinta perselingkuhan


- Kiera & Kenzo


Novel on going


-Lubang Yang Sama


-Kekuatan Takdir Cinta


-Perjodaohan anak sahabat


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...

__ADS_1


...šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž...


__ADS_2