Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Hampir saja


__ADS_3

Lanjut ini abab terakhir untuk hari ini ya bestie.


Azzam menatap Aleta dengan saksama.


Mata nya yang selalu membuat hati nya berdebar kuat ternyata mempunyai bulu mata yang begitu lentik alami, sangat cantik.


Hidungn ya yang mancung, pipi nya yang sedikit chubby serta bibir merah muda alami itu membuat Azzam beberapa kali menelan saliva nya dengan kuat..


Azzam kembali melajukan kembali mobil nya, dari pada pikiran nya bertambah liar.


Sampai akhirn ya mereka sampai di tempat wisata tersebut, Azzam mencoba membangunkan Aleta sebelum akhir nya turun.


"Aleta sayang bangun hey, kita sudah sampai," ucap nya dengan mengusap pipi Aleta dengan begitu pelan karena takut akan melukai nya Azzam terus mencoba membangunkan nya lagi karena nyata nya Aleta masih tak kunjung bangun.


"Sayang." Panggilnya lagi sampai gadis itu bergeliat dan perlahan membuka mata nya.


"U-udah sampai ya?"


Aleta merasa tubuh nya melemas, jantung nya berdetak sangat cepat dengan nafas yang susah sekali diatur, ia merasa butuh oksigen saat wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.


"Sudah." Sahutnya.


"Mau turun atau di sini aja?"


"D-disini? Ngapain?" Tanya Aleta.


Azzam semakin mendekatkan wajah nya saat gadis itu hendak bangun.


Sontak aksinya itu membuat tubuh Aleta mundur ke belakang dan bersandar pada kursi jok yang di duduki nya.


Debaran jantung nya semakin cepat, tentu aksinya itu membuat kecurigaan dalam hati Aleta, apalagi begitu pria itu menggerakkan tangannya menyentuh pinggang nya.


"K-kamu mau apa?"


"Mau nya?" tanya balik


Tubuh nya menegang, mata nya terpaku menatap mata Azzam yang semakin mempersempit jarak di antara mereka.


Wajah nya yang tampan membuat Aleta kehabisan kata kata san sulit untuk mengartikan kalimat pria itu.


"Sabuk pengaman kamu belum di buka, nanti kamu kesusahan untuk keluar."


Refleks Aleta mendongkak kesal, ke dua mata nya membulat sempurna.


Sialan!


Aleta terus merutuki pikiran nya, bisa-bisa nya ia berpikir jika guru tampan nya itu akan mencium nya. Oh astaga! Sejak kapan otak nya mendadak mesum begini.


"Ayo." Ajak Azzam.


"Melon kelinci sejuk.?"


Aleta merasa aneh dengan nama tempat wisata yang didatanginya sekarang.


Apakah semua tempat menggunakan melon yang berbetuk kelinci atau memang di dalam sana banyak pohon yang berbetuk kelinci sampai menamainya seperti itu.


"Iya."


"Apa semuanya berbentuk kelinci?" tanya nya penasaran.


"Hanya nama saja sayang, tidak ada kaitannya dengan tempatnya. Itu hanya nama nya saja."

__ADS_1


"Oh aku pikir semuanya berbentuk kelinci atau didalam sana banyak daun yang semua nya di gantung kelinci."


Azzam terkekeh, sambil berjalan pria itu bercerita apa yang dia tahu tentang area wisata yang memadukan keselarasan budaya tradisional tersebut.


Mereka berjalan melewati jembatan bambu diatas sawah, menikmati hamparan sawah disekelilingnya.


Indah sekali, apalagi saling bergandengan tangan dengan seseorang disampingnya.


"Wah banyak banget pengunjungnya." Ucap Aleta ketika sudah sampai didepan tempat wisata tersebut.


Banyak nya pengunjung membuat tubuh nya beberapa kali tersenggol jika Azzam tidak menjaganya.


"Ya begini kalau hari libur, banyak orang luar kota untuk berlibur kesini." Ucap Azzam.


Karena parasnya yang cantik dan juga tampan, tidak sedikit orang meminta berfoto dengan nya maupun dengan Azzam.


Lihat, sekarang saja Azzam harus pasrah diajak berfoto oleh sekelompok bu-ibu yang terus mencubit lengannya maupun pipinya.


"Ih cakep banget mau dong di bawa pulang." Greget ibu-ibu tersebut.


"Jadi menantu ibu mau gak?" Imbuhnya.


"Itu calon istri saya Bu, jadi tidak mungkin." Tunjuknya pada Aleta yang sedang memegang kamera untuk memotretnya kembali.


Ibu tersebut langsung terkejut, ia pikir gadis yang bersamanya adalah adiknya.


"Wah, ibu pikir dia adalah adik kamu."


"Iya adik calon istri buk. "


Azzam mengantarkan Aleta sampai ke rumah setelah seharian mengajaknya berlibur.


Tentu Azzam merasa bahagia karena bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan nya.


"Ko susah ya bukanya, perasaan tadi gampang deh," ucap Aleta ketika sabuk pengaman yang melindungi tubuhn ya sulit untuk di lepaskan.


Padahal tadi saat mereka berhenti di minimarket untuk membeli minum masih bisa dibuka dengan mudah.


Melihat gadisnya kesusahan, tanpa berkata apapun Azzam mendekatkan badannya, mencoba membantu untuk membukanya sehingga wajah mereka begitu dekat, Aleta mencoba menahan nafasnya yang terasa berantakan.


Setelah sabuk pengaman itu terlepas, Azzam tetap mempertahankan posisinya menatap gadis yang juga menatapnya.


Azzam menarik sudut bibirnya tersenyum dengan Aleta yang memilih diam saat pria itu menyelipkan anak rambut di telinganya.


"Sayang," panggil nya.


"Ya."


Entah detik ke berapa, Aleta menyadari sudah tidak ada jarak lagi diantara mereka, sampai sentuhan bi*ir pria itu membuat ia memejamkan matanya.


Ciu*an itu tambah panas bahkan saat ini tangan Aleta sudah berada di leher Azzam tanpa permisi.


Dan untuk Azzam ia sudah memeluk pinggang Aleta dan salah satu tangan nya mulai naik ke atas hingga berada di bola bola kenyal nya.


Saat ini mereka sedang di kuasai nafsu tapi untung nya mereka kehabisan nafas dan segera melepaskan ciu*annya dan detik berikut nya mereka kaget dan serempak berkata " hampir saja "


Aleta dan Azzam sama sama masih ngos-ngosan karena ciu*an panas mereka.


Mereka berdua saling tatap dengan tatapan yang sulit untuk di jelas kan.


Saat ini pikiran mereka tidak sejalan dengan apa yang mereka ucap kan dan apa yang mereka ingin kan.

__ADS_1


Pikiran mereka berkata jangan lanjut kan, tapi percaya kah jauh di sisi mereka yang lain sama sama ingin melanjutkan hal tersebut .


Sampai akhir nya Azzam memeluk Aleta dengan sangat erat untuk mengurangi rasa frustasi nya.


" Maaf, " ucap nya.


Jangan lupa mampir ke karya karya author lain nya.


Chat story.


- Super seksi


- Istri Tuan Muda Mesum


- Hot Mother


- Sweet Daddy


- Baby, Kau Milikku


Novel tamat.


- Hadiah Suami Dari Ayah


- Love Presdir


- Alina


- Suami Tampan Rahasiaku


-Suami Tampan Posesifku


- Gigitan Manis Daddy Season 1


- Gigitan Sang Daddy Season 2


- Pesona Tuan Albert Season 1


-Pesona Hot Daddy Season 2


- GELORA Cinta perselingkuhan


- Kiera & Kenzo


Novel on going


-Lubang Yang Sama


-Kekuatan Takdir Cinta


-Perjodaohan anak sahabat


-Kutukan sang mantan


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...

__ADS_1


...šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž...


__ADS_2