
Setelah Aleta pergi orang itu langsung memasuki ruangan nya, karena ia adalah salah satu mahasiswa terbaik di kampus itu, dan tujuan nya adalah untuk mengambil absen pendaftaran, dan juga biodata lengkap yang sebelum nya sudah di isi oleh mereka sendiri sebelum ospek itu di lakukan.
Orang itu adalah mahasiswa semester Lima, dan ia dengan tersenyum saat membacanya.
Karena ia menentukan biodata Aleta secara cuma-cuma.
"Aleta Pratama, 18 tahun alumni xxx. Hm, pantes bisa masuk ke sini,''ucap nya dengan penuh makna.
Dia adalah Andrean, anak terpopuler di kampus itu.
Selain tampan, dia juga kaya, dan juga ia memiliki otak yang sangat cerdas, banyak yang mengejar nya, tapi selama ini tidak pernah ada yang ia kencani dengan serius.
Andrean hanya menjadikan mereka semua sebagai koleksi nya saja, dan sebagai teman saat ia sedang bosan.
Tapi berbeda dengan saat ia bertemu dengan Aleta.
Ada getaran aneh yang ia rasa kan untuk pertama kali nya, pesona Aleta sangat lah berbeda dengan orang di luaran sana.
Aura nya pun terlihat sangat terpancar.
Wajar, karena keturunan Pratama harus bisa menjaga diri nya sendiri, dan harus memiliki sikap pemimpin yang sudah di taman kan sejak mereka masih kecil.
pada zaman nya keluarga Pratama hanya memiliki satu keturunan, karena takut ada perebutan tahta setelah mereka sama sama dewasa.
Tapi kasus mu berbeda setelah sampai pada Alden, dan Alexa mereka memiliki banyak anak, tapi sayang nya hanya Aleta yang mampu bertahan.
Dan untuk Aleta sepertinya tidak akan mengikuti aturan Pratama terdahulu sekalipun ia mengalami insiden yang tidak mengenakkan itu, karena keluarga suami nya pun memiliki segala nya, jadi satu anak akan sangat kurang.
Satu persatu Andrean membaca data diri Aleta dengan teliti, dari mulai nama orang tua dan di mana diri nya berasal. "Oh, jadi dia benar-benar bukan asli Indonesia, pantas saja wajah nya sedikit bule, tapi bukan bule ternyata ada keturunan Korea nya juga."
Dan seulas senyum terbit dari bibir nya saat apa yang di harap kan nya tertulis di sana, alamat rumah serta nomor telpon.
"Bukan dari keluarga biasa rupa nya." Imbuh laki-laki tersebut, dan setelah itu ia menyalin semua tentang Aleta di buku pribadi nya, dan setelah itu ia menyimpan kembali buku nya ke dalam tas.
Sedang kan Aleta masih celingak-celinguk, karena iya masih belum mengenal mereka.
''Kok aku ngerasa familiar dengan bangunan kampus ini, gumam nya.
''Kayak selera papa, dan mama,'' gumam nya lagi.
''Tapi, jika ia aku seharus nya tau dong, bahkan mas Azzam sendiri tidak bilang apa-apa, tapi apa mungkin ya.''
Setelah itu Aleta mencari tempat duduk untuk menunggu Mentari dan Fika.
__ADS_1
Dan Aleta baru ingat, jika ada sepupu sang suami yang juga akan menjadi mahasiswa baru di kampus nya ini.
''Oh, iya Tata kan juga di sini.''
Dan setelah itu ia menghubungi nya, dan tak beberapa menit Tata datang.
''Kok sendirian dek, Tika mana?'' tanya nya.
''Masih di perjalanan Bang,'' jawab Aleta.
Entah bagaimana kejadian nya Fika, dan Tata sudah jadian.
Entah lah Aleta juga tidak paham, yang penting mereka happy itu sudah cukup.
Aleta, dan yang lain nya cukup lelah, karena ospek itu sangat menguras tenaga mereka.
Akhirnya hari pertama ospek telah selesai, Aleta, dan semua nya baru bisa pulang setelah jam 5 sore.
''Uh! Sangat melelahkan sekali.'' Ucap Mentari .
''Ternyata seperti ini rasa nya saat ingin menjadi mahasiswi, berbeda sekali saat sekolah SMA.'' Jelas Tika.
Dan tiba-tiba hand phone Aleta berdering, dan ternyata itu adalah suami nya yang mengatakan jika ia sudah ada di depan.
Saat ini Aleta hanya sendiri.
Sedang kan Tika sendiri masih pergi ke toilet, dengan Mentari yang menemani nya.
Melihat Aleta yang berjalan sendirian, Tata yang sedang menunggu Tika di parkiran langsung menghampiri nya. "Dek! Pulang bareng Abang aja yuk" Ajak Tata dengan merentangkan tangan nya menghadang Aleta agar tidak bisa kabur.
"Udah sore banget ini dek." Imbuh nya lagi saat melihat tidak ada sautan dari istri kakak sepupu nya tersebut.
Aleta hanya menggeleng kan kepala nya saja.
Dan dengan segera menyingkir kan tangan Tata yang menghalangi jalan nya.
''Sorry Bang, tapi suami ku sudah setia menunggu aku di depan. Abang sama Tika aja nanti kalau, Adek ikut jadi nyamuk, ih ogah banget!" jawab Aleta bercanda.
''Ya udah kalau gitu, hati hati ya dek, salam sama suami mu.''
Aleta hanya mengaguk.
"Bye Abang sepupu, aku duluan ya." ucap Aleta dengan mencubit pipi Tata dengan gemas.
__ADS_1
Mereka memang sudah sangat dekat, seperti saudara sendiri.
Dan setelah itu Aleta berlari sebelum Tata membalas nya.
"Woy! Dasar Adek lucknut!" Teriak Tata, dengan mengelus pipi nya yang sudah memerah, karena cubitan Aleta bukan kaleng kaleng.
"Sakit dek, gak kira-kira kalau cubit." Imbuhnya.
Sedang kan dari parkiran khusus motor, Andrean yang sedang mengambil motor nya tidak sengaja melihat kejadian di hadapan nya itu dengan diam. Ia terus memperhatikan sampai gadis itu masuk ke dalam mobil mewah putih yang menunggu nya di luar gerbang.
"Kenapa, cemburu ya?" Goda Fiki , dia sahabat Andrean , "Kayak nya itu pacar nya deh, mesra banget, sampai main cubit cubitan lagi,'' jelas Fiki lagi.
Andrean mendengus kesal, ia tidak mengatakan apapun dan langsung menggunakan helm nya sehingga Fiki panik dan langsung menaiki motor nya.
"Andrean kalau lagi jatuh cinta serem ya?" lanjut nya yang kembali menggoda Andrean dengan sambil tertawa-tawa.
"Diam, atau aku turunin sekarang!" Ancam Andrean.
Bukan nya takut, Fiki malah semakin menggoda sahabat nya tersebut.
"Cantik banget ya, imut lagi anak nya, dan aku yakin dia juga pasti baik, oh, iya nama nya siapa ya, aku harus cepat ini karena pasti banyak yang ngincer,'' Ucap Fiki yang sengaja mengatakan hal itu, karena dia ingin tahu bagaimana reaksi sang sahabat saat mendengar nya.
"Silahkan Fiki , itu juga kalau si Aleta mau sama kamu." Sahut nya dengan tertawa.
"Oh, jadi nama nya Aleta toh?" ucap Fiki karena jebakan nya berhasil.
''Anjir keceplosan!'' umpat Andrean pada dirinya sendiri.
Untuk hari ini cukup sekian dulu ya bestie.
Jika ada waktu nanti author lanjut kan lagi.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...šššš...
__ADS_1