Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Daddy durhaka


__ADS_3

Lanjut bestie.


Hari Jumat adalah hari di mana semua orang memulai kembali aktifitas nya setelah merasa puas menikmati istirahat nya bersama dengan orang terkasih nya.


Di mana semua orang-orang akan kembali sibuk menjalani tugas nya masing-masing, begitu pun dengan Azzam dan juga Aleta.


Pria tampan itu sudah siap untuk menjalani kembali rutinitas nya sebagai seorang guru di sekolah milik keluarga nya.


Kenzo terlihat berbeda hari ini ia terlihat  bersemangat sekali, apalagi ketika mengingat jika hari ini diri nya akan mengajar di kelas gadis yang semalam ia ambil cium*n nya lebih tepat nya setelah puas mencium nya.


" Ugh, tidak sabar rasa nya, " gumam nya dengan wajah yang berseri-seri.


Azzam sangat menikmati peran nya, dan ia sangat bersyukur dengan perjodohan yang ke dua orang tua nya lakukan.


Ya meskipun pada awal nya ia sangat keberatan.


Toh yang harus kita capai dari semua nya adalah finis nya.


Dan Azzam berjanji akan menjaga hubungan itu dengan sebaik mungkin.


Azzam merasa sangat bersemangat dan juga bahagia, itu yang Azzam rasakan ketika mengingat bagaimana semalam gadis itu mengatakan jika 'ciuman di heler nya' semalam adalah pertama untuk nya.


Diri nya merasa menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan dunia.Yeah, dia bangga tentu nya.


Orang yang ia cintai nyata nya bisa menjaga diri nya dengan baik


Senyum yang menampilkan lesung pada pipi nya itu begitu cerah, membuat ke dua orang yang berada di kursi meja makan keheranan.


"Selamat pagi, semua nya!" Sapa si tampan dengan ramah, membuat wanita itu hampir menjatuh kan sendok nya, karena terkejut.


Bagaimana tidak? Sebuah kecupan yang mendarat pada pipi sebelah kiri nya membuat wanita itu shock berat.


Tidak biasanya, pikir mam Rani.


"P-pagi, sayang." Sahut Rani keheranan.


Azzam hanya tersenyum, mengambil setangkup roti yang sudah tersedia lalu memakan nya dengan lahap.


Tidak lupa meminum susu dan menghabiskan nya. Papa Teo menatapnya aneh, apakah putra nya sedang sakit atau bertukar arwah dengan malaikat murah senyum? Pikir nya.


"Ada apa nih?" tanya nya setelah sekian lama tak ada tanggapan dari sang putra.


PapaTeo membuka suara. Karena sedikit kepo dengan perubahan sikap sang putra yang terkesan lebih banyak tersenyum dari biasanya.


Azzam menoleh, "Kenapa?" mata yang semula menatap layar iPad kini beralih. la kembali bertanya, "Apakah ada yang aneh?" Imbuhnya keheranan. Kenapa kedua orang tuanya terlihat khawatir? Pikir nya.

__ADS_1


"Menurut pengalaman papa sih ketika orang sedang jatuh cinta itu lebih banyak tersenyum. Bahkan tidak sedikit orang menganggapnya, gila. ?" Imbuh nya dengan di akhiri suara cekikikan.


Azzam tau arah pembicaraan sang papa yang kini sedang menggoda nya.


Namun Azzam memilih diam.


" Siapa yang jatuh cinta?!" Jawab Azzam mengelak.


Sedang kan Rani merasa heran dengan jawaban sang putra.


"Jangan macam-macam ya Azzam" ucap Teo memperingati.


"Kenzo! Ingat ya, kalian itu sudah dijodohkan-" ikut Rani memperingati ia tidak rela jika yang akan menjadi menantu nya bukan Aleta.


"Yes I know it, ma, maka dari itu aku gak mau pacaran."


"Terus?"


Kebingungan Rani membuat Azzam terkekeh, ia kembali menatap layar iPad untuk mengecek email yang sekretarisnya kirimkan tadi.


Dengan santai Azzam menjawab, "Ya istri lah, ma!" Dengan kekehan pelan mengiringinya.


Rani yang mendengar itu hanya terkekeh begitu pun juga dengan sang papa.


Sampai akhir nya waktu sudah menunjukan pukul enam tepat, Azzam harus segera berangkat agar bisa bertemu dengan gadis nya.


Gadis yang telah mengalihkan dunianya dan juga gadis yang semalam ia ci*m dalam mobil berkali kali.


Mengingatnya saja membuat Azzam menjadi candu, rasa manisnya masih sangat terasa.


Sedang kan di kediaman Pratama, Aleta merasa malas untuk pergi ke sekolah nya.


Bagaimana tidak tanda kepemilikan yang Azam berikan masih terasa sangat jelas ia masih sering kali merasakan merinding, gigitan nya pun masih dapat Aleta rasa kan, tapi sebisa mungkin Aleta mencoba untuk mengalah kan rasa itu.


Tapi sayang nya Aleta ia tak mampu rasa nya masih ia merasa kan geli saat ia mengingat nya.


Dan untung saja bekas nya sudah hilang jadi Aleta tidak perlu repot-repot untuk menutupi nya.


Karena ia sendiri tidak tahu harus menutupi nya dengan apa.


Meskipun ia sudah mencari tahu tapi tetap aja ia oon jika harus menutupi nya sendiri.


Maklum Aleta bukan anak yang nakal meskipun ia tau tapi ia tidak pernah mempraktekkan nya, karena ini masih pagi jadi Aleta putus kan untuk berendam dulu untuk menghilangkan rasa kotor yang ada di otak nya, rasa nya Aleta ingin mengumpat saja pada diri nya sendiri karena bisa bisa nya pikiran itu selalu datang.


Hadeh Aleta Aleta.

__ADS_1


''Sadar Aleta jangan sampai otak kotor mu menguasai mu,'' ucap Aleta untuk memperingati diri nya sendiri.


''Sadar Aleta sekarang tugas mu adalah untuk belajar belajar dan belajar,'' gumam nya.


Selesai serendam Aleta langsung ber siap siap untuk pergi ke sekolah nya, dengan sedikit memoles wajah nya dengan sentuhan make up juga lip tint agar bi*ir nya tidak terlalu kering.


Dan untuk rambut nya di biar kan begitu saja hanya ada sentuhan kecil di rambut nya yaitu jepit kecil, meksipun kecil tapi nilai nya jangan di tanya.


Tak lupa juga dengan jam tangan nya dan ia baru ingat jika ia membeli jam tangan pasangan sebagai hadiah ulang tahun nya Azzam.


Dan harga nya juga sangat fantastis.


Dan Aleta berencana untuk memakai jam tangan itu agar bisa kembaran dengan Azzam.


" Gimana cara  ngomong nya, " bingung Aleta.


" Ini kado ulang tahun nya maaf telat karena lupa hehehehe, " gitu aja kali ya.


Tak mau ambil pusing Aleta langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan karena jam sudah menunjukkan jam enam lebih.


Dan hari ini ia masih tetap menggunakan sopir tidak membawa mobil nya sendiri.


Dan terlihat di sana daddy nya sudah duduk sedang kan mommy nya membantu para pelayan untuk menyiapkan sarapan.


" Pagi Dad, " sapa Aleta dengan mencium pipi nya.


" Pagi putri mahkota Pratama'' jawab sang daddy.


Aleta hanya tersenyum mendengar jawaban sang daddy.


" Pagi Mom. "


" Pagi Sayang. "


Tak lupa Aleta juga memberikan ciuman untuk sang mommy.


Aleta langsung duduk di samping daddy nya karena itu memang tempat duduk nya sebagai Putri mahkota.


Alden melihat Aleta secara seksama dan Aleta sadar jika di liatin oleh daddy nya tapi ia pura pura cuek.


''Punya Daddy gini amat,'' keluh Aleta dalam hati nya.


''Dasar Daddy durhaka.'' Batin Aleta kesal.


Jangan lupa lanjut baca bestie.

__ADS_1


__ADS_2