
Azzam mengaguk, dan berkata " Iya karena selain lewat lift yang di depan di ruang tamu itu kita bisa masuk melalui taman belakang, dan itu langsung menuju ke lantai 3, dan hanya aku yang bisa lewat di sana, tidak untuk orang lain karena itu jalan pribadi, jadi, kamu tidak perlu khawatir akan ada orang yang lihat, " jelas Azzam.
" Maksa banget sih, sumpah aku nggak enak sama mama, kamu aneh-aneh banget sih di sini kenapa sih gak ada rugi nya juga emang mau ngapain di atas bikin heran aja deh, " jawab Aleta.
" Biar kita bebas nggak ada yang lihat, kita bebas mau ngapain mau pelukan ayo, mau tiduran ayo, anggap saja kita berada di villa pribadi. "
" Oke oke yuk yuk yuk maksa banget sih tapi jangan aneh-aneh ya, " putus Aleta pada akhir nya dengan sedikit ancaman di akhir kalimat nya.
Dan itu tidak berarti apa-apa untuk Azzam.
" Ya mana aku tahu sayang, nih ya kita kan di sini hanya berdua, dan yang aku tau jika perempuan dan laki-laki berduaan maka yang ke tiga nya adalah setan, dan setan nya itu banyak loh, ada berubah rubah wujud nya, " jawab Azzam sok sok bijak.
Mendengar itu Aleta hanya melotot kan mata nya tidak mengerti apa yang ada dalam kotak calon suami itu.
" Dan setan juga ada yang berbetuk manusia tau gak, " ujar Aleta.
" Kok kamu tau, " goda Azzam karena ia tahu arah kemana setan itu pasti akan di di tujukan pada nya.
" Ya karena setan nya itu kamu, " jawab Aleta datar.
" Dan jika aku setan nya kayak aku maka akan ada banyak manusia yang akan tersesat, dan aku yakin orang itu akan memilih tersesat karena terpesona dengan wajah yang aku miliki ini, " jawab Azzam sok iye.
Aleta tidak paham dengan apa yang terjadi dengan Azzam, karena selama ini yang Aleta kenal Azzam adalah sosok orang sangat datar, meskipun wajah nya tampan tapi terkesan dingin, tidak tersentuh itu yang Aleta kenal saat Azzam berada di sekolah.
Tapi kenapa berbeda saat ia mengenal nya secara pribadi, apalagi setelah mereka di jodoh kan sifat, dan sikap nya sangat lah bertolak belakang dengan apa yang Aleta lihat di sekolah.
Azzam sangat lah menyebalkan, tapi juga ngangenin yang yang bikin geleng-geleng kepala adalah Azzam sering mesum terhadap nya, dan juga tidak tau tempat.
Dan jujur saja Aleta butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kelakuan abstrak calon suami nya tersebut apalagi yang satu itu apalagi kalau bukan mesumnya
Akhir nya setelah perdebatan panjang Aleta mengikuti Azzam di mana pintu rahasia itu berada, dan hanya diri nya lah yang memiliki kunci nya. Bahkan Mama Rani dan papa Teo pun tidak ada yang punya hanya sekedar tau aja, dan tidak ada yang di perbolehkan masuk lewat sana oleh Azzam kecuali diri nya sendiri
__ADS_1
Dan Azzam tidak mau jika ada yang menyentuh barang pribadi nya yang ada di sana, atau pun ada menginjak kan kaki nya di tempat itu kecuali orang itu sudah memiliki izin dari nya baru orang itu bisa masuk.
Karena Azzam sangat menjaga apa yang menjadi milik nya apapun itu tidak terkecuali.
Azzam mencari kunci untuk pintu tersebut dan ternyata kunci itu ada di hand phone nya karena ia sudah mensetting nya sedemikian rupa untuk tidak menggunakan kunci manual karena menurut nya itu sangat repot.
Dan Al hasil terjadi lah apa yang di inginkan nya, kunci mengunakan layar hand phone, tidak ada kunci manual, kunci pintu itu hanya membutuhkan hand phone nya untuk membuka, dan juga pintu tersebut tidak ada kunci cadangan jika pun kunci itu rusak maka harus di ganti ulang di setel ulang, karena Azzam tidak mau ada kunci cadangan.
Jika hand phone nya tidak ada maka pintu itu tidak dapat di buka.
Saat pintu terbuka Azzam menarik Aleta untuk masuk dan ternyata di dalam itu sangat indah meskipun hanya ada tangga, tapi di sekeliling nya di samping kanan kiri nya itu terdapat lukisan-lukisan hasil ciptaan nya, yang di buat sendiri oleh Azzam, dan Aleta merasa sangat-sangat takjub untuk itu.
Aleta merasa speechless dengan hasil karya tangan Azzam, bagaimana tidak itu sangat indah jika di jual pun itu pasti akan sangat mahal, auto jadi kaya tuh Azzam hahahaha, jika pun Ingin memiliki studio sendiri maka Aleta yakin studio itu akan melejit karena terdapat campur tangan dari Azzam.
" Ini hasil lukisan kamu yang? " tanya Aleta.
" Iya ini lukisan aku, dan tidak ada yang melihat ini, kecuali kamu, karena kamu orang satu-satu nya yang bisa melihat hasil karya aku, " jelas Azzam.
" Hem, " ucap Azzam.
" Kenapa harus ada jalan pintas? " tanya Aleta penasaran.
" Karena jika aku sedang bosan, sedang banyak kerjaan, butuh teman nongkrong aku bisa menyelinap keluar tanpa harus di ketahui oleh papa dan mama, " jelas Azzam.
" Dan aku bisa pulang jam berapa pun yang aku mau, tanpa ada yang tahu jika aku tidak ada di rumah ini, " lanjut nya.
" Terus kamu pergi ke mana jika keluar? " tanya Aleta kepo.
Bukan tanpa alasan Aleta bertanya ia hanya takut jika Azzam sering keluar dan melakukan hal yang tidak tidak dan Aleta tidak mau itu terjadi.
" Biasa nya sih ke apartemen Andra. "
__ADS_1
" Siapa Andra? " tanya Aleta.
" Andra itu adalah asisten sekaligus sahabat aku,'' jelas Azzam.
" Asisten? " tanya Aleta.
Azzam hanya mengaguk.
" Oh yang nganterin berkas yang waktu itu kamu suruh ke aku ya? " tanya Azzam.
" Kapan? " bingung Azzam.
" Itu loh waktu daddy bilang aku sudah ngambil berkas di kantor kamu, dan setelah itu aku salah sambung waktu macet, " jelas Aleta.
" Mungkin, " jawab Azzam.
" Kenapa kamu tidak keluar sendiri waktu itu? " tanya Aleta sekalipun ia sudah tau jawaban dari calon suami nya tersebut.
" Karena aku mulai mencium ada bau bau perjodohan, waktu itu aku belum tau jika kamu adalah anak dari daddy Alden, maka nya aku menolak, " jelas Azzam.
''Bau bau perjodohan,'' ucap Aleta merasa geli dengan ucapan Azzam.
Jangan lupa like koment and vote ya bestie.
Satu like, juga boleh, karena dukungan kalian sangat lah berharga untuk author.
Dan maaf jika masih banyak typo, dan alur nya yang terkesan berantakan.
Tapi apapun itu author sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik di setiap karya author.
Semoga kalian suka bye bye.
__ADS_1