
Hari ini adalah hari terakhir mereka ospek, dan malam hari nya mereka semua ada kegiatan.
Mereka sedang berkemah di halaman kampus, dan di minta untuk menikmati suasana santai mereka.
Mereka di minta untuk bersantai-santai sebelum mereka akan menjalani seorang mahasiswa mahasiswi yang seutuhnya.
Dan mereka semua menyetujui nya, mereka terlihat sangat senang tapi tidak dengan Aleta.
Saat ia ingin merebahkan tubuh nya untuk beristirahat, tapi ada pengumuman di mana mereka semua dipanggil ke lapangan.
Karena akan ada penyambutan dalam pemilik kampus, lebih tepat nya anak nya.
Mereka nampak happy kecuali Aleta yang sudah siap-siap untuk istirahat.
''Apalagi sih,'' gerutu nya.
''Nggak cape apa tu tenggorokan pengumuman aja dari tadi.'' Lanjut nya
''Males banget.''
''Udah untung aku ikut, tahu gini lebih baik aku menolak untuk ikut,'' gerutu Aleta yang berkepanjangan.
Karena memang Aleta sangat terganggu dengan pengumuman pengumuman yang selalu di sampai kan oleh ketua panitia.
Entah mereka di suruh makan, entah mereka di suruh mandi, atau mereka di suruh ini itu terdengar dan terlihat sangat menyebal kan.
Sedang kan orang yang memberikan pengumuman betah berada di dalam tenda, tidak ikut kegiatan yang dia umum kan.
Kesel nggak tuh.
Dunia memang tidak adil bagi orang-orang yang memiliki jabatan tinggi.
Selalu saja yang berada di bawah nya, orang yang tidak memiliki pangkat derajat oleh nya yang akan menerima dari semua nya.
Mereka sedang duduk melingkar, seperti biasa nya saat mereka melakukan ospek.
Tapi kali ini bedanya ada podium kecil di tengah-tengah mereka.
Aleta tidak peduli.
Dia malah asik dengan game yang ada di hand phone nya, game itu lebih menarik dari pada orang-orang yang berada di depan.
''Aleta '' Panggil Tika.
''Apaan," jawab Aleta ogah.
''Kamu masih belum cerita ke kita kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Tika .
''Ya, karena aku ikut lah,'' jawab Aleta santai.
''Maksud nya kenapa kamu di perbolehkan ikut oleh suami posesif mu itu,'' ucap Tika yang sangat penasaran.
__ADS_1
''Sebenar nya aku juga heran, karena dia yang menyuruh ku untuk ikut, bukan aku yang meminta nya untuk ikut, tapi dia yang sangat bersemangat,'' jelas Aleta.
''Sampai sekarang aku masih heran dengan suami tampan ku itu, tapi rasa nya tidak mungkin jika dia sengaja ingin membiarkan aku pergi,'' ucap Aleta mengutarakan apa yang ia pikirkan.
''Mungkin dia sedang ingin memberikan kejutan untuk mu," jawab Mentari.
''Aku rasa tidak," gumam Aleta.
''Karena tidak ada hari penting, aku tidak ulang tahun, tidak ada hal yang spesial pada minggu ini, atau pun dalam bulan ini, aku rasa dia sedang baik aja," jawab Aleta.
''Mungkin karena dia sadar kali kalau dia sangat menyebalkan,," lanjut Aleta.
''Hus jangan gitu, dia suami mu nggak baik buat seorang istri yang membicarakan keburukan suami," jawab Mentari.
''Ya mau gimana lagi itu memang kenyataan," gumam nya pelan.
''Ya mungkin itu adalah kekurangan dari suami mu, yang kamu harus bisa menerimannya, karena kalian sudah terikat pada Tuhan, apapun kekurangannya itu adalah pilihanmu sendiri,," jejas Mentari bijak.
''Ya, kamu bener, udah sekarang biarkan aku main dengan tenang. Jangan ganggu konsentrasi aku,'' jawab Aleta.
Sedangkan, di depan mereka ketua panitia sedang mengucapkan beberapa kata, karena mereka sudah selesai mengikuti ospek.
Mereka mampu melewatinya dengan sukacita.
Dan lagi-lagi itu mendapat protes dari Aleta
''Suka cita apaan, kalau nggak dipaksa mana aku mau ikut,''jawab Aleta yang terdengar selamat menyebalkan.
Karena memang Aleta berada di paling belakang dan paling pojok.
''Kenapa kamu di sini. Kenapa nggak di depan aja,''tanya Aleta pada orang itu.
''Entah aku merasa di sini lebih menyenangkan, duduk sama kalian,'' jawab nya.
Setelah itu Aleta kembali fokus pada game yang ada di hand phone.
Dan sekarang ia sudah tidak mendengar apa-apa lagi.
Fokus nya hanya satu yaitu memenangkan permainan.
Aleta dapat mendengar jika saat ini suasana menjadi sangat rame.
Tapi dia cuek aja.
Karena bagi nya itu tidak penting.
''Apaan sih berisik banget,'' kesal Aleta.
''Itu loh Aleta anak pemilik kampus datang secara tiba-tiba, dan dia sangat tampan,'' jawab teman yang baru duduk di dekat nya.
''Seganteng apa sih, yang paling ganteng itu Azzam Abraham,''jawab Aleta serius.
__ADS_1
''Jangan halu dia milik ku,'' jawab nya tak terima ketika Aleta mengklaim, jika Azzam adalah milik nya.
''Mimpi aja sono sepuas mu,mau kamu jungkir balik, mau jatuh dari gunung, mau terjun bebas, mau jatuh dari pesawat terbang, dia tidak akan melirik kamu, karena dia sudah menjadi milik ku, istri kecil tercinta nya,'' batin Aleta
Sedang kan Tika dan Mentari udah bengong sedari tadi.
Karena mereka juga tidak mengetahui asal muasal kampus yang dia jadikan untuk menuntut ilmu.
Mereka berdua hanya ikut Aleta.
Mereka tidak tahu harus merespon seperti apa.
Karena saat ini Aleta pun terlihat sangat cuek.
Padahal di depan nya ada suami yang selalu Aleta di rindukan.
Tapi lihat lah sekarang dia malah sibuk dengan game online-nya.
''Apakah aku salah lihat?'' tanya Mentari pada Tika.
''Aku rasa tidak, karena aku juga melihat pak Azzam " jawab Tika.
''Apakah Aleta tahu, jika kampus ini milik mertua nya?" tanya Mentari.
''Entah, tapi di lihat dari reaksinya dia tidak berpengaruh sama sekali, tapi jika dia tahu, seharusnya Aleta yang paling senang di antara semua nya, karena suami nya yang akan datang,'' jelas Tika.
''Aleta Aleta '' panggil Mentari.
''Apaan sih Tar, jangan ganggu deh,'' jawab Aleta kesal.
''Itu lihat depan,'' ucap Mentari.
''Ogah, bosan tahu nggak lihat itu panitia, mana istirahat kita keganggu lagi, seharusnya saat ini kita sudah tidur, mimpi indah, lah ini malah di suruh berkumpul gak dingin apa,'' jawab Aleta dengan mengomeli Mentari.
''Dasar emak-emak,'' gerutu Mentari.
''Kamu akan menyesali nya, jika tidak melihat nya Aleta '' ucap Tika memperingati.
''Tidak akan!," jawab Aleta tegas.
Dan tiba-tiba Aleta mendengar suara yang sangat familiar mengucap kan salam pada mereka.
Bagaimana reaksi Aleta setelah mengetahui suami nya ada di depan?
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
__ADS_1
...šššš...