
Selamat Pagi.
" No, " jawab Aleta.
" Kamu tidak salah, " terang Aleta.
Azzam melepaskan pelukan nya dan merapikan rambut Aleta yang terkesan sangat berantakan.
Dan juga baju yang terlihat acak-acakan.
Azzam menatap Aleta dengan sangat lekat.
Dalam hati nya ia berjanji kan membahagiakan Aleta, dan juga akan melamar Aleta dengan secara langsung agar gadis cantik itu tidak berpikiran ia melakukan pernikahan itu hanya karena perjodohan saja.
Azzam memang bukan laki laki yang romantis tapi ia bisa melakukan hal yang manis untuk orang yang di sayangi nya.
Meskipun ia terkesan dingin bukan berarti ia tidak bisa berkata lembut hanya saja itu sangat jarang untuk seorang Azzam lakukan.
" Boleh kah aku bertanya sesuatu, " ucap Azzam serius pada Aleta.
" Apa?" tanya Aleta.
" Apakah kamu terpaksa menerima perjodohan ini, " tanya Azzam.
" Bukan lah kita juga sudah pernah membahas ini sebelum nya, " heran Aleta.
" Aku hanya merasa takut, " ucap Azzam pada akhir nya.
" Takut? "
" Aku takut nanti kamu akan tiba tiba berubah pikiran. "
" Apakah kamu meragukan keputusan ku dan apakah kamu melihat keraguan dalam diri ku? " tanya Aleta yang mendadak menjadi bijaksana tidak ada emosi dalam perkataan nya suara nya lembut tapi dengan tatapan yang tajam seolah olah ia tersinggung dengan ucapan Azzam
" Maaf bukan itu maksud ku. "
" Aku tau kita jalani aja dulu, jika kita cocok kita bisa lanjut dan jika kita tidak merasa cocok kita bisa akhiri ini sesegera mungkin, karena aku hanya ingin menikah satu kali dalam hidup ini, aku hanya tidak ingin menyesali nya di kemudian hari begitu pun juga dengan kamu, aku ingin kita sama sama tidak meresa tertekan dengan perjodohan ini, jika salah satu dari kita ada merasa tidak nyaman maka yang satu nya harus mundur dengan suka rela, kau tau aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelum nya tidak pernah sekalipun, tidak ada dalam benak ku untuk menikah dalam usia ya kau sendiri tau lah, aku ingin berkarir dulu setidak nya aku pernah memiliki pengalaman, inti nya jika aku sudah mengambil keputusan aku akan terus maju apapun rintangan nya aku akan hadapi, " ucap Aleta dengan tatapan nya yang datar dan Azzam tidak pernah melihat itu sebelum nya.
__ADS_1
Saat Azzam akan menjawab, Aleta memutuskan untuk masuk dan langsung berpamitan dengan Azzam.
"Aku lelah aku ingin istirahat dulu masuk lah istirahat saja di dalam aku tau kamu capek, " ucap Aleta yang langsung keluar dari dalam mobil.
Sedang kan Azzam mengutuk dirinya sendiri dan ia menyesali nya.
Karena sebelum nya mereka sudah membicarakan ini panjang kali lebar tapi sayang Azzam masih terus menanyakan hal-hal yang sudah jelas jawaban nya.
Sebagai perempuan tentu Aleta merasa kecewa.
Azzam ikut masuk ke dalam dan ternyata di sana hanya ada pembantu sedang kan Aleta sudah masuk ke kamar nya dan untuk nyonya dan tuan Pratama juga tidak ada di rumah tapi sebelum masuk Aleta sudah berpesan agar mereka melayani calon suami nya.
" Den mau minum apa? " tanya kepala pelayan keluarga Pratama.
" Juz lemon aja bi, " jawab Azzam.
"Baik den, " balas kepala pelayan.
Dan Azzam masih berharap jika Aleta akan turun untuk menemui nya tapi sayang nya tidak, Aleta tak kunjung kunjung turun sampai akhir nya ia pulang.
Aleta merasa sedikit tersinggung dengan pertanyaan Azzam tapi juga tidak menyalah kan Azzam.
" Apakah tindakan ku tidak cukup untuk menunjukkan jika aku menerima nya dengan tulus tidak ada keterpaksaan di dalam nya, " ucap Aleta.
Dan aleta merasa butuh hiburan karena orang tua nya sedang pergi ke luar negeri jadi Aleta berpikir ia akan menetap di villa keluarga nya yang sedang berada di pegunungan dan tak lupa Aleta memberitahu kan pada orang tua nya dan Aleta juga menceritakan apa yang terjadi.
Sebagai orang tua mereka hanya bisa memberikan nasehat sebab mereka yakin Aleta bisa berpikiran dewasa dan mereka juga mengizinkan Aleta untuk berlibur ke villa dengan di temani oleh kepala pelayan.
Aleta juga memohon agar ia bisa bolos sekolah untuk dua hari dan mereka mengizinkan toh ada Azzam yang akan mengurus nya.
Alexa dan juga Alden juga ingin melihat sikap Azzam untuk menyelesaikan masalah nya karena sikap sang anak yang terkesan manja.
Mereka ingin melihat kesiapan mental Azzam, dan juga usaha yang akan di lakukan nya.
Memikirkan nya saja membuat Alden sangat senang, Alexa yang melihat nya menjadi geli sendiri karena Alexa yakin itu bentuk dendam sang suami terhadap menantu nya tersebut karena selama ini Azzam sudah pernah menolak pesona sang putri mahkota dari keluarga Pratama.
Malam hari ini Aleta pergi bersama dengan kepala pelayan dan juga beberapa pengawal tak lupa dengan sopir pribadi nya yang botak itu.
__ADS_1
Entah kenapa Aleta merasa nyaman dengan keberadaan sopir nya itu.
" Pak kita ke supermarket dulu ya, " pinta Aleta
" Baik non, " jawab nya.
Aleta masuk ke supermarket itu dan kepala pelayan.
Aleta meminta pada pelayan tersebut untuk berbelanja selama dua hari untuk persediaan makanan.
Sedangkan diri nya memilih untuk membeli cemilan dan juga minumna tak lupa ia membeli sangat banyak karena ada empat orang yang akan ikut bersama nya begitu lah Aleta ia tidak tinggi hati.
Sedang kan Azzam sendiri merasa bingung harus menjawab apa saat Alden meminta nya untuk mengurusi sekolah Aleta karena selama dua hari sang anak tidak akan masuk sekolah.
Ingin sekali Azzam bertanya tapi sudah peringati oleh Alden.
" Jangan bertanya apapun boy karena om tidak bisa menjawab nya. "
" Baik om. " jawab Azzam.
" Maaf jika anak om keterlaluan tapi biar lah ia pergi karena setelah ia kembali ia akan menjadi Aleta yang ceria lagi dan melupakan segala nya, maaf atas sikap kekanak-kanakan nya, " ucap Alden.
" Tidak om ini memang salah saya dan saya akan segera memperbaiki nya, " jawab Azzam.
" Om senang mendengar nya. "
Dan setelah itu mereka mengakhiri nya.
" Aku memang bodoh, " umpat Azzam pada dirinya sendiri.
Karena saat pertemuan keluarga Aleta sudah berpesan untuk tidak pernah meragukan keputusan nya karena ia tidak suka jika ada orang yang menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya cukup sekali ia menjelaskan nya tidak untuk kedua kalinya dan itu juga berlaku pada orang tua nya.
Karena meskipun Aleta sangat di manja Aleta juga di didik untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dan cepat dan juga harus bertanggung jawab.
Sampai di sini dulu ya bestie jika ada waktu sambung nanti
Bye bye
__ADS_1