
Siang bestie.
"Dek," panggil nya.
"Eit tunggu tunggu! Bukan kah pria itu yang pernah membawa Aleta ke dalam mobil nya beberapa hari lalu. Lalu sedang apa dia di sini dan siapa perempuan di samping nya itu. " Batin Azzam.
"Bang Arion," heran Aleta.
Melihat Arion datang, Aleta langsung menghindar ketika dia ingin memeluk nya.
Sedangkan perempuan yang di sebelah nya hanya tersenyum melihat lucu tingkah Aleta.
Bagaimana tidak sudah kebiasaan jika Arion dan Aleta bertemu pasti sudah seperti tikus dan kucing, tapi percaya lah itu akan sangat lucu.
"Jangan peluk-peluk ya tolong!" Peringat nya Aleta tidak ingin di peluk hari ini apalagi sama abang nya tersebut.
Apalagi di hadapan pria yang di taksir nya itu bisa-bisa nanti di salah faham.
Namun bukan Arion nama nya kalau menuruti kemauan sang adik laknat nya, pria itu tidak perduli dan tetap menarik Aleta ke dalam pelukan nya.
" Jangan so jual mahal ya dek sedari kecil kamu sudah menyusahkan Abang minta ini itu gendong capek dek, dan sekarang kamu gak mau di peluk jangan harap ya abang gak akan biarin!" Jawab bang Arion gemas.
"Ih Abang!" Kesel Aleta.
" Kak tolong dia gila, " adu Aleta pada perempuan itu.
Cih! Azzam merasa jengah melihat nya.
"Ngapain di sini sih?" Tanya nya.
"Abis beli novel bang, sekalian ngembeliin buku yang kemaren," jawab Aleta apa ada nya.
"Novel terus yang di baca, " jawab Abang nya.
"Biarin! Abang mau ngapain ke sini?" Tanya Aleta mengalih kan pembicaraan.
"Cari buku buat tugas," Sahut Arion.
" Tugas tugas, bukan nya ingin ber dua an cari tempat gratis buat bermesraan, masak ia bawa cewek ke perpustakaan modus kamu bang," usil Aleta pada sang Abang.
" Ya biar semangat dek, kalau ngantuk nanti biar ada paha yang menjadi bantal Abang," jawab Arion dengan mengangkat alis nya.
" Najis, " jawab Aleta yang merasa geli dengan tingkah Abang nya tersebut.
"Pak Azzam Al Fahrizal?" Tebak nya.
Azzam hanya tersenyum seraya mengangguk.
"Ko kenal?" ucap Aleta yang merasa keheranan.
__ADS_1
''Apakah mereka pernah bertemu sebelum nya?'' batin nya.
''Atau jangan jangan mereka sahabatan.''
Dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang muncul dalam benak Aleta.
Tapi ia hanya bisa menahan nya saja tanpa ingin bertanya karena tidak akan sopan pikir Aleta.
"Siapa yang tidak kenal dengan seorang pengusaha termuda dan ter sukses negara ini. Dia juga anak pemilik kampus Abang," jawab Arion.
Wow! Bukan hanya se orang bos, ternyata guru mata pelajaran matematika ini adalah pemilik kampus. Daebak!.
Dan Aleta baru itu semua.
Dan perlu di catat Aleta tidak pernah tau di mana Arion kuliah ia hanya merasa takjub dengan orang yang ada di depan nya tersebut.
Aleta juga tidak pernah tahu di mana perusahaan Azzam karena Aleta merasa tidak perlu masuk lebih dalam lagi.
"Seriusan pak?" Tanya nya dengan wajah yang sangat gemas menurut ke dua laki laki tersebut.
Nampak nya Aleta masih terkejut dengan fakta yang baru ia ketahui dan rasa kegum secara bersamaan.
"Dia berbohong." Ucap Azzam yang membuat Arion terkekeh pelan.
"Ko bisa bareng?" Tanya Arion sengaja seperti nya Arion tahu sesuatu.
"Gak sengaja ketemu di sini bang," jawab Aleta yang tidak ingin Abang nya itu mengadu yang tidak tidak pada ke dua orang tua nya.
Sekalipun tidak ada paksaan tapi bukan berarti Aleta bisa memutus kan begitu saja.
"Emang nya kenal?" Tanya Arion juga dengan sengaja.
"Saya adalah guru nya Aleta." Jelas Azzam agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Dan saya adalah anak dari sahabat orang tua nya yang sedang menjabat sebagai saudara laki laki nya karena dia tidak memiliki saudara jadi saya berkorban agar dia tidak kesepian, dan perkenal kan saya Arion, mahasiswa tingkat 6 arsitektur. Salam kenal pak, senang bisa berbicara langsung dengan anda," ucap Arion memperkenalkan diri sedetail mungkin.
Karena Arion merasa harus melakukan itu, dan Arion tau jika sebenar nya Azzam sedang salah faham terhadap nya.
DEG!
Jadi pria yang sempat Azzam curigai sebagai kekasih Aleta adalah Abang sendiri pikir Azzam.
"Salam kenal Arion." Jawab Azzam dengan senyuman yang mengembang.
" Dek mau temenin Abang gak ke dalam? " tanya Arion sengaja.
" Ih ogah di suruh jadi obat nyamuk, " tolak Aleta.
" Ya udah Abang masuk ya, oh iya pak Azzam tolong jagain adek saya, '' ucap Arion
__ADS_1
"ABANG!"
"Hehehe sorry. Ya sudah Abang mau cari buku tugas dulu ayo sayang."
Tak lupa Arion berpamitan kepada Azzam dan juga sopir yang akan membawa pulang adik nya.
"Pak Doni! Pelan-pelan bawa mobil nya, takut ada yang lecet nanti dia gak cantik lagi, takut jadi abu upik, " ucap Arion.
" Siap den, " jawab sang sopir.
'' ih Abang ngeselin," teriak Aleta.
" Sayang udah ayo kasihan Aleta " ucap sang kekasih.
Dan setelah itu Arion dan kekasih nya menghilang.
"Saya pikir dia pacar kamu." Ucap Azzam setelah Arion pergi.
Sontak Aleta langsung tertawa.
"Bapak adalah orang kesekian kali nya yang menyangka kita pacar," jawab Aleta.
"Wah banyak juga ternyata yang menyangka kalian pacaran."
" Bapak tadi kau ngomong apa? " tanya Aleta.
" Saya lupa apa yang ingin saya kata kan, " jawab Azzam.
" Ya udah kalau gitu saya balik dulu ke kantor, kamu hati hati pergi nya, " ucap Azzam.
Azzam merasa teramat bahagia, ketika sebuah ketidaksengajaan mempertemukan nya dengan gadis yang sudah dua hari ini hilang dari pandangan nya.
Setelah menyatakan kepada diri nya sendiri jika dia memang benar-benar menaruh perasaan kepada gadis itu, Azzam merasa harus memperjuangkan nya.
Tidak perduli jika orang tua nya menentang, yang terpenting diri nya tidak ingin mengorbankan perasaannya kali ini.
Gila memang, mencintai seorang gadis SMA yang lebih tepatnya adalah anak muridnya sendiri merupakan hal tergila yang pernah dirasakannya. Bahkan dirinya tidak perduli dengan perbedaan jarak umur yang lumayan jauh diantara keduanya.
" Mungkin aku gila karena terlalu lama sendiri," batin Azzam.
Azzam semakin ber semangat setelah mengetahui sebuah fakta jika pria yang sempat di curigai sebagai kekasih nya, ternyata tidak lebih dari seorang Abang.
Jadi, boleh kan Azzam berharap sekarang untuk memilikinya? Argh! Dia saja masih bingung dengan kemelut perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya.
" Aku harus bisa membatalkan nya atau tidak semua nya akan berantakan."
" Tapi gimana cara nya. "
" Aku bingung. "
__ADS_1
Jangan lupa komen ya bestie.