
Dan Azzam langsung membuka nya tepat di depan Aleta.
Aleta mematung melihat itu.
" Sa sa sayang kamu, " ucap Aleta dengan gagap.
" Aku tau aku bukan laki laki sempurna, bukan laki laki pilihan mu, bukan laki laki yang ter baik untuk kamu, bukan laki laki yang bisa mengumbar janji, bukan laki laki yang romantis, " ucap Azzam serius.
" Sayang, aku hanya laki laki biasa aku tidak bisa ber janji apapun pada kamu, tidak ber janji apapun pada hubungan ini, dan juga tidak akan ber janji apapun pada orang tua kita, tapi aku akan mem bukti kan jika aku yang ter baik untuk menjadi pendamping kamu, untuk menemani kamu, untuk mem bahagia kan kamu, aku akan bukti kan jika aku mampu menjaga dan melindungi kamu dengan jiwa dan raga ku, " lanjut Azzam dengan serius.
Aleta mematung mendenger itu.
" Aku tidak memiliki apa-apa untuk di berikan pada mu, tapi apapun yang aku miliki itu juga akan menjadi hak mu, berikan aku kesempatan untuk mem bukti kan semua ucapan ku " lanjut Azzam dengan serius.
" Aku hanya memiliki hati dan cinta untuk mu, untuk di berikan ke kamu, dan akan aku pastikan semua itu tidak akan memudar jadi tolong biar kan aku yang menemani kamu hingga rambut mu memutih, biar kan aku menjaga kamu, " imbuh nya lagi.
" Aleta Pratama, " panggil Azzam dengan serius.
" Hem, " jawab Aleta serius.
" Will you marry me, jadi lah pendamping ku di masa mendatang dan se terus nya, " ucap Azzam.
Mendengar kalimat keramat itu membuat Aleta jadi, merinding.
Itu adalah kalimat sakral bagi Aleta.
Di mana hubungan akan di mulai jika ada se se orang yang mengucapkan itu pada orang ter kasih nya.
Dan Aleta yang beruntung hari ini.
Tiba tiba Azzam ber lutut dan meminta nya untuk menjadi pendamping nya se suatu yang tidak pernah Aleta bayang kan sebelum nya, Aleta masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Se suatu yang menurut nya itu tidak mungkin.
Aleta mendapat kan itu saat ia masih memakai seragam SMA ia masih mengunakan seragam ia tidak percaya itu.
Tapi melihat ke sungguhan nya Azzam, melihat semua perhatian nya, melihat ketulusan nya mampu mengobrak ngambrik relung hati nya.
__ADS_1
Di mana Aleta akan sulit menerima itu dari semua orang.
Tapi itu tidak ber laku untuk Azzam, Azzam memiliki cara ter sendiri untuk bisa masuk ke dalam hati nya, bahkan Azzam sendiri memiliki kekuatan untuk bisa membuat Aleta ber tekuk lutut di hadapan nya.
Dan satu hal yang pasti Aleta merasa yakin dengan Azzam, Aleta percaya Azzam bisa membahagiakan nya, dan bisa menjaga nya dengan baik, restu sudah mereka dapat, dan Aleta sudah mantap dengan hati nya jadi tidak ada kata untuk menolak lamaran itu.
So apa yang akan Aleta kata kan ha ha ha.
Jeng jeng jeng.
Sebelum menjawab Aleta menatap Azzam dengan serius.
Aleta mengambil nafas dalam dalam dan langsung berkata.
" Tidak ada alasan untuk ku menolak mu sayang, jadi yes i will, " ucap Aleta dengan tersenyum manis nya.
Mendengar itu Azzam langsung berdiri dari tempat nya dan langsung menciumi Aleta dengan penuh kasih sayang.
Azzam mencium bibi*r Aleta dengan penuh kelembutan, tidak ada nafsu* di dalam nya, hanya perasaan sayang, perasaan lega, perasaan bahagia semua nya menjadi satu, dan Aleta juga membalas nya.
Mereka terlalu bahagia untuk hari ini bahkan cincin yang Azzam pegang pun masih ada di tangan nya.
Azzam membersih kan sisa sisa ciuman mereka, dan tersenyum manis bahkan sangat manis.
Gula kali ya besti ha ha ha ha.
Azzam meminta tangan Aleta untuk menyematkan cincin itu pada jari nya.
" Sayang tangan nya, " pinta Azzam.
Tanpa banyak bicara Aleta memberi kan nya.
Dan setelah itu Azzam menyematkan cincin itu di jadi manis nya.
Cincin terlihat simpel melihat nya polos tapi di atas nya di taburi dengan berlian kecil kecil, dan Aleta tau itu tidak lah murah.
" Cantik, " ucap Aleta.
__ADS_1
" Suka? " tanya Azzam.
Aleta hanya mengangguk, dan setelah nya Azzam mencium tangan Aleta.
Aleta merasa malu dengan itu semua.
" Aku sengaja memesan yang simple agar tidak terlalu mencolok, karena cincin itu nanti bisa di gabung dengan cincin pernikahan kita, " jelas Azzam.
" Belum apa apa sudah pernikahan, " batin Aleta dengan kesal, tapi ia juga tak akan menolak jika Azzam meminang nya pada ke dua orang tua nya. Aleta siap untuk itu, tapi tidak dengan waktu dekat ini, karena pernikahan itu butuh waktu dan juga persiapan yang lama, gaun tempat semua nya harus di urus ya meski jika mereka menikah hanya akan di adakan di rumah karena tidak akan ada resepsi hanya ada akad dan itu sudah di bahas oleh ke dua belah pihak.
" Udah ngomong cincin pernikahan pernikahan saja, " jawab Aleta.
" Aku serius sayang bahkan aku sudah memesan nya, dan cincin itu akan menjadi satu kesatuan dalam hubungan kita, di mana cincin ini akan selalu menjadi pelengkap dalam kisah cinta, di mana ada dua cincin yang hanya akan terlihat menjadi satu jika di gabung kan karena aku tau kamu tidak pernah memakai nya aksesoris seperti itu jadi biar terlihat modis, dan elegan aja serta di simple di tangan kamu, jadi, sekali pun ada orang yang tanya itu cincin apa kamu bisa mencari alasan yang tepat, apalagi aku tau kamu memiliki sahabat yang bawel nya luar biasa, " jelas Azzam.
Mendengar ucapan Azzam yang terakhir di mana ia mengatakan jika Mentari cerewet membuat Aleta tertawa karena itu memang iya, dan tidak salah.
" Kamu benar sayang dia sangat cerewet, tapi di sisi lain nya dia juga sangat baik dan aku begitu sangat menyayangi nya, " jawab Aleta.
" Yups aku tau itu."
Dan setelah itu Azzam memeluk Aleta dari samping, karena posisi nya saat ini Azzam sedang berada di samping nya Aleta.
" Terima kasih untuk semua nya sayang, aku janji aku akan membuat mu bahagia, " ucap Azzam.
" Yups aku tau itu maka nya aku menerima nya, " jawab Aleta.
" Jika tidak aku akan menyesali nya, " lanjut nya.
Mendenger itu Azzam tersenyum dan memeluk Aleta dengan sayang.
Rasa nya hari ini beban yang ia pikul terasa ringan mungkin jika ada angin ia akan di bawa terbang saling ringan nya beban nya.
Ingat beban nya loh ya bukan badan nya hehehe.
Rasa nya semua nya terasa ringan, dan terasa melegakan, dan Azzam merasa hari ini adalah hari terbaik nya, hari terindah nya, dan Azzam bersyukur untuk itu.
Bagaimana bestie ikut senang gak?.
__ADS_1
Koment di bawah ya.