
Setelah malam pertama itu, Azzam,dan Aleta memutus kan untuk pergi berbulan madu.
Dan tujuan mereka adalah ke Paris.
Di mana mereka akan menikmati moment moment itu dengan kebersamaan, dengan penuh cinta.
Mereka tidak ingin di dampingi oleh siapapun, tidak ingin ada yang menggangu waktu mereka berdua.
Azzam, dan Aleta sudah sepakat, jika mereka hanya akan pergi berdua.
Bahkan ke dua nya tidak ingin ada yang mengawasi seperti body guard bayangan.
Tapi Daddy Alden tidak setuju.
Setidak nya ada body guard bayangan, lagi pula mereka tidak akan menggangu.
Bukan tidak percaya dengan Azzam sebagai suami.
Hanya saja daddy Alden, merasa trauma jika membiar kan sang putri pergi tanpa ada pengawasan, dan Aleta setuju, karena ia juga mengerti bagaimana perasaan orang tua nya.
Kekhawatiran nya bagaimana terhadap nya.
Mungkin kejadian yang dulu tidak bisa di hapus begitu saja. Rasa trauma, rasa takut dalam jiwa mereka, rasa kehilangan, semua nya menjadi satu, dan mereka semua tidak mampu untuk menghapus kenangan buruk itu dalam hidup mereka. Sekuat apapun Mereka mencoba mereka akan tetap ingat, karena itu adalah bagian terpuruk dari perjalanan hidup keluarga Pratama.
Di mana mereka kehilangan orang-orang tercinta mereka di dalam satu hari.
Daddy Alden hanya ingin terbaik untuk anak, dan juga istri nya, karena hanya mereka yang Daddy Alden punya.
Semua orang terkasih nya sudah pergi meninggalkan nya.
Azzam pun tidak keberatan, karena itu memang yang terbaik, lagi pula mereka tidak akan menggangu honeymoon mereka jadi, apa salah nya.
''Apakah mama, dan papa tidak akan ikut dengan kita?'' tanya Aleta.
''Tidak kita berdua memiliki agenda lain bersama dengan mommy, dan daddy mu,'' jawab mama Rani.
''Kalian jug ingin liburan?'' tanya Aleta kepo.
''Persis seperti dugaan mu sayang kita akan akan pergi mengelilingi Indonesia,'' jawab mama Rani.
''Bukan hanya kita, tapi juga dengan keluarga lain nya, mereka mem per panjang liburan mereka.'' Jelas sang mama mertua.
''Rame dong,'' jawab Aleta.
__ADS_1
Mama Rani hanya mengaguk sebagai jawaban.
Melihat ekspresi dari Aleta membuat Azzam waspada, jangan sampai Aleta berubah pikiran, dan ia malah ingin ikut rombongan keluarga.
Kan gak lucu masak honeymoon rame rame, sebenar nya gak masalah sih, tapi karena ini moment pertama untuk mereka jadi, Azzam ingin lebih privat aja.
Dan untuk berikut nya, mungkin akan lebih seru jika liburan rame rame.
Karena sejati nya keluarga itu membawa kehangatan tersendiri, tanpa harus kita cari di mana pun.
Dan kasih sayang keluarga tidak akan kita dapat kan di mana pun, kecuali di dalam keluarga itu sendiri.
Aleta menoleh ke Azzam, dan langsung langsung memotong sebelum Aleta mengeluarkan suara nya.
''Stttt,'' ucap Azzam dengan mendekap mulut sang istri.
''Belum juga membuka mulut udah main di sekap aja ini mulut,'' batin Aleta kesal.
''Aku gak akan pernah setuju dengan apapun yang akan kamu ucap kan,'' jelas Azzam dengan sangat lantang.
Aleta yang mendengar itu hanya tersenyum, karena tanpa ia kata kan Azzam sudah tau lebih dulu.
Aleta memberikan kode agar Azzam melepas kan tangan nya.
''Ih cium cium,'' protes Aleta.
''Ya gpp kan sudah halala,'' jawab Azzam santai.
''Ya tapi lihat dulu dong, ada orang tua di sini,'' lanjut Aleta protes.
''Emang mereka peduli,'' tanya Azzam.
''Aku kita tidak !'' lanjut nya.
''Terserah aja dah,'' jawab Aleta.
Dan perdebatan itu menjadi daya tarik tersendiri untuk orang yang menonton perdebatan pengantin baru tersebut.
Apalagi Aleta sendiri lebih banyak diam dari pada mengekspresikan apa yang di rasa, lebih tepat nya Aleta membatasi diri untuk tidak banyak bergerak, dan mereka tahu apa alasan nya.
Sudah pasti karena tadi malam Azzam pasti menghajar nya, dan mereka kepo mereka melakukan nya berapa ronde karena jika di lihat dari penampilan Aleta, dan semua gerak gerik nya, pasti mereka melakukan nya lebih dari satu kali.
''Ini honeymoon pertama kita, dan ku hanya ingin menikmati nya ber dua tanpa melibat kan orang lain,'' jelas Azzam.
__ADS_1
''Dan untuk nanti kita bisa pergi bersama sama, dengan mommy, daddy, mama, dan papa, dan jika mau kita bisa ajak mereka berlibur juga, bukan karena apa aku melarang, kita juga butuh waktu untuk berdua, karena waktu kita tidak banyak, setelah ini kamu akan sibuk dengan ujian, dan setelah itu kamu akan sibuk dengan kuliah mu, jadi sebelum kita beraktifitas seperti biasa ayo kita saling melengkapi,'' jelas Azzam.
Mendengar itu Aleta hanya tersenyum, karena ia juga setuju dengan suami nya tersebut .
''Kita harus bisa membangun pondasi hubungan kita lebih kuat lagi, agar kedepan nya, jika ada permasalahan kita bisa menghadapi nya dengan kepala dingin, menghadapi permalasahan dengan santai, tapi juga serius, menghadapi nya dengan dewasa, tidak seperti remaja yang sedang labil.''
''Ini hubungan sakral, bukan lagi pacaran ini menyebut dua keluarga bukan hanya satu keluarga,'' ucap Azzam dengan sangat serius.
''Baik lah aku setuju,'' jawab Aleta.
Karena Aleta sudah di beri tahu jika itu baik maka sebagai ss orang Istri sebisa mungkin harus mematuhi sang suami.
Jika pun sang suami salah kita harus bisa menegur nya dengan baik baik agar suami tidak pernah merasa kehilangan sebagai seorang pemimpin rumah tangga.
''Kapan kita akan berangkat?'' tanya Aleta.
''Nanti malam,'' tanya Aleta karena Azzam tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
''Besok kita akan berangkat, dengan rombongan,'' jawab Azzam.
''Baik lah,'' jawab Aleta.
''Sebaik nya sekarang kalian istirahat agar besok tidak kecapean,'' ucap mama Rani.
''Aku masih ingin di sini ma,'' jawab Aleta.
Karena memang saat ini mereka masih berada di hotel.
Dan baru lah nanti sore mereka akan pulang untuk menyiapkan semua keperluan mereka masing-masing.
''Kalau kita pulang, kita akan pulang ke rumah siapa?'' tanya Aleta pada sang suami.
''Aku sudah memutuskan kita akan tinggal di apartemen, dan aku sudah meminta izin pada mama, dan papa dan mereka setuju,'' jelas Azzam.
''Aku juga setuju, karena bagaimana pun aku juga butuh adaptasi dengan status kita, aku juga butuh waktu untuk itu, dam selama itu aku tidak ingin ada campur tangan orang tua kita, karena itu akan sangat canggung,'' jelas Aleta.
''Apakah mama setuju ?'' tanya Aleta.
Karena sangat tidak mungkin jika mama mertua nya itu akan langsung mengizinkan.
''Ya kamu tau sendiri lah, pasti ada beberapa drama terlebih dahulu sebelum nyonya ratu itu setuju,'' jelas Azzam.
Lanjut besok bestie.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya bestie.