
Pagi hari Azzam sedang bersantai, sedangkan Aleta masih asyik dengan alam mimpi nya, dan siang hari nya mereka akan berbelanja bersama dengan orang orang yang ikut dengan nya.
Tak lupa juga dengan beberapa orang pengawal, tapi beda nya mereka akan bersantai seperti keluarga yang sedeng berlibur.
Baik Azzam, dan Aleta akan tetap memakai masker karena musuh akan ada di manapun.
Aleta masih betah tertidur sedang kan Azzam sudah sibuk dengan laptop nya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sedang ia tunda.
Sekalipun sedang berbulan madu bukan berarti Azzam akan melupakan pekerjaannya karena pekerjaan sudah menjadi tempat untuk nya.
Tanggung jawab yang ia pikul sangat lah besar, menyangkut dengan beberapa yang bertahan hidup di dalam perusahaan yang ia bangun.
Azzam harus bisa memastikan jika perusahaan yang ia pimpin berjalan dengan lancar, dan lebih baik dari bulan kemarin, harus ada peningkatan du setiap bulan nya jika tidak pun tidak nya kinerja perusahaan tidak menurut.
Azzam harus bisa membawa perusahaan itu tambah maju dan berkembang lebih baik, hanya dengan begitu orang orang yang bergantung dengan perusahaan itu akan baik-baik saja.
Azzam tidak pernah merasa terbebani karena itu memang tugas nya, Azzam juga tidak keberatan jika harus bekerja lebih ekstra ketimbang para bawahan nya, karena yang memegang kendali nya adalah dirinya sendiri.
Jika mereka tumbang siapa yang akan menggantikan nya, jika para bawahan nya yang tumbang ia masih bisa menghandle nya itulah mengapa Azzam selalu berkata kesehatan adalah nomor satu.
Dan untunglah Aleta bisa menyeimbangi nya.
Aleta bukan hanya sekedar istri, Aleta juga bisa menjadi sahabat, teman curhat, dan Azzam bersyukur dengan itu.
Benar kata pepatah umur tidak menentukan kedewasaan seseorang terbukti dengan Aleta sekalipun umur nya masih belia, masih remaja tapi dia mampu menyeimbangi pemikiran-pemikiran di luar umur nya, bisa berpikir lebih dewasa, bersikap lebih dewasa dari umur yang seharus nya.
Bukan hanya menjadi istri yang baik untuk nya tapi dia menempatkan diri nya sebagai seseorang yang harus mengambil tanggung jawab di dalam keluarga.
Aleta menikmati peran nya dengan baik, bukan hanya Azzam di urus,tapi orang tua Azam pun di jaga dengan baik oleh Aleta karena baginya keluarga adalah yang paling utama.
Bukan berarti Aleta melupakan orang tua kandung nya. Tapi sekarang ia sudah memposisikan diri nya menjadi seorang istri jadi tanggung jawab nya sudah lebih besar dari pada ia hanya menjadi seorang anak.
Tidak ada pergerakan dari Aleta, dengan begitu Azzam bisa menyelesaikan tugas nya dengan santai karena tidak harus mendengarkan ocehan Aleta yang menurut nya itu sangat lah gemes.
Bagaimana Aleta bisa bangun mereka baru selesai mengerjakan kegiatan suami istri itu jam lima pagi, jadi pantes sat ini Aleta masih belum bangun.
Jam 10.00 pagi mereka sudah bersiap-siap, mereka akan berbelanja sesuai dengan kebutuhan sendiri sendiri, dan mereka tidak di perbolehkan untuk berpencar karena tugas mereka adalah menjaga nyonya, dan tuan mereka sebaik baik nya. Berbelanja itu sebagai refreshing untuk mereka.
__ADS_1
Tapi tugas utama nya adalah menjaga majikan mereka dengan baik.
Aleta sangat bersemangat Azzam yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
Entah kekuatan dari mana Aleta mendapat kan kekuatan seperti itu.
Karena Azzam sendiri yakin tadi malam diri nya sangat lah ganas.
''Honey,'' panggil Aleta.
''Yes, Baby,'' jawab Azzam.
''Aku ingin beli es cream dulu kamu mau?'' tanya Aleta.
Azzam Menggeleng kan kepala nya.
''Kalian mau?'' tanya Aleta pada semua orang.
Dengan kompak mereka menggelengkan kepala nya.
Hanya butuh beberapa menit, dan sekarang es cream itu sudah ada di tangan nya.
saat ini mereka berada di sebuah mall terbesar dan terlengkap di sana Alina memilih untuk membeli oleh-oleh terlebih dahulu dari mertua, orang tua, dan saudara yang lain setelah dirasa lengkap Aleta memilihkan untuk beberapa pelayan dan orang-orang yang sia kenal, baru lah setelah itu ia memilih untuk dirinya, dan juga sang suami.
"Honey ini lucu deh,'' ucap Aleta.
''Jika suka ambil aja,'' jawab Azzam.
Aleta membeli banyak barang tentu barang yang mereka beli bukan barang biasa jadi sudah pasti saat membayar akan mengagetkan orang orang di sekitar nya.
Tidak ingin membuat diri nya mencolok saat berada di kasir Azzam sudah langsung memberikan kartu black card nya.
''Langsung gesek aja,'' ucap nya dingin.
Orang orang di sekitar mereka hanya melihat nya cuek.
Setelah itu mereka makan siang.
__ADS_1
Di sini Azzam, dan Aleta memilih untuk memesan ruangan VVIP tapi hanya berdua karena para bawahan nya menolak untuk ikut, jadi ya sudahlah.
''Kenapa mereka ngk ikut aja sih, Honey,'' ucap Aleta dengan manja di lengan sang suami.
''Mereka mungkin sungkan,'' jawab Azzam.
''Dasar mereka,'' balas Aleta.
''Itu lebih baik, baby jadi mereka mengerti dengan posisi mereka bukan ingin membedakan kasta tapi itu akan lebih kedepan nya dengan begitu mereka tidak akan melampaui batas, karena di jaman sekarang kebanyakan orang orang sudah melupakan adab,'' jelas Azzam panjang lebar.
''Aku juga setuju, lagian biar gak ada iri di hati mereka,'' jawab Aleta.
Dan setelah itu mereka makan, setelah makan para bawahan di suruh kembali, sedang kan yang bertugas untuk menjaga mereka di biar kan tinggal tapi dengan jarak yang cukup jauh, dan tidak terlalu mencolok.
Aleta masih ingin mencicipi beberapa makanan lagi di Restoran yang ada di sana.
Sekalipun hanya makanan ringan, tapi itu sudah cukup membuat nya bahagia.
''Setelah ini kita akan sibuk,'' ucap Aleta.
Azzam yang mendengar itu hanya mengangguk.
''Kamu akan masuk dunia perkuliahan, sedangkan aku akan di sibuk kan dengan beberapa proyek baru,'' jelas Azzam.
''Dan kamu sering pulang telat ,'' tebak Aleta sekalipun Aleta tidak suka tapi ia juga tidak akan pernah melarang, karena ia tahu itu bukan kemauan sang suami.
''Aku akan usahakan tidak akan pulang telat,'' jawab Azzam.
''Jangan paksakan diri sendiri, Honey bekerja lah sesuai kekuatan mu, jika tidak selesai kerja kan labi besok nya, bukan nya aku melarang kamu kerja tidak, tapi kamu yang bilang kesehatan adalah hal yang utama kamu harus tau itu, jika memang mendesak setidaknya jangan lupa makan,'' ucap Aleta dengan menggosok gosok kan hidung nya di lengan sang suami.
''Kau sangat pengertian,'' puji Azzam.
''Itu memang aku,'' jawab Aleta bangga
Untuk hari ini cukup ya besti.
Semoga kalian suka.
__ADS_1