Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Kebahagiaan


__ADS_3

Aleta merasa sedikit tenang karena ucapan dari saudara nya tersebut.


Aleta merasa sangat berterima karena di berikan orang tua seperti Daddy Alden, dan Mommy Alexa. Orang tua yang begitu memanjakan nya.


Orang tua yang begitu menyayangi nya lebih dari apapun.


Orang tua yang selalu ingin yang terbaik untuk nya.


Orang tua yang akan selalu berada di gardan ter depan untuk melindungi nya.


Orang tua yang selalu memperhatikan nya dari hal paling kecil pun.


Untuk segala urusan nya.


Orang tua yang selalu menganggap nya sebagai anak kecil.


Orang tua yang selalu merawat nya seperti berlian.


Orang tua yang tidak pernah menganggap nya dewasa.


Orang tua yang selalu memperlakukan nya sebagai anak kecil dan Aleta tahu bagaimana perjuangan orang tua nya untuk hidup nya, Aleta tau lebih dari siapa pun bagaimana orang tua nya mempertahan kan nya.


Entah kenapa Aleta merasa sangat berdosa kali ini saat mengingat semua nya.


Malam ini entah kenapa Aleta merasa mellow saat ia mengingat nya, rasa haru dan merasa beruntung telah di lahir kan di dalam keluarga yang begitu sangat menyayangi nya, dan juga bagaimana Tuhan begitu menyayangi nya karena telah di di kelilingi dengan se se orang yang begitu menginginkan nya.


Di pertemukan dengan laki-laki yang mapan, tampan dan juga bertanggung jawab, selalu menjadi kan ratu nya di setiap kesempatan, selalu memberi kan yang terbaik di dalam kehidupan nya, menyayangi nya dengan tulus Aleta mengucapkan terima kasih untuk semua pada Tuhan.


Di berikan juga mama papa calon mertua yang baik, yang begitu welcome dengan kehadiran nya, yang begitu mengharap kan, yang begitu menyayangi nya, yang begitu menginginkan nya sebagai seorang putri.


Aleta merasa hidup nya terlalu sempurna untuk ukuran diri nya yang masih remaja, harta, wajah, pendamping semua nya ia dapat kan dengan mudah.


Aleta tidak bisa mengungkapkan apa yang ia rasa malam ini semua nya melebur menjadi satu, rasa bahagia, rasa syukur, gugup, lega dan sebagai nya menjadi satu dalam diri nya malam ini.

__ADS_1


Aleta merasa hidup nya sudah sempurna malam ini dan itu semua terjadi karena orang-orang terdekat nya yang begitu peduli pada nya, sangat menyayangi nya dan tanpa sadar Aleta menetes kan air mata nya bukan air mata kesedihan melain kan air mata kebahagiaan.


Mereka semua yang ada di sana paham betul dengan apa yang Aleta rasa kan, mereka juga merasa bahagia dengan pencapaian Aleta, tapi mereka juga yakin jika saat ini Aleta juga ingat dengan saudara saudara nya yang sudah tenang di alam sana.


Mereka selalu ber doa agar kebahagiaan selalu menyertai nya terlepas bagaimana takdir yang akan Aleta hadapi suatu saat nanti di masa yang akan datang.


Karena mereka semua tahu hidup tidak akan dapat dari masalah.


Di saat masalah datang di situ lah peran kita di butuh kan.


Bagaimana cara nya kita menghadapi nya. Bagaimana cara nya kita menyelesaikan nya. Bagaimana cara nya kita menyusun strategi. Bagaimana cara nya kita bersikap semua nya akan di uji.


Dan jika kita lulus dalam masalah tersebut maka derajat kita akan di angkat.


Sama hal nya seperti kita sekolah


Di kelas 1 kita akan menghadapi dua ujian, ujian tengah semester dan juga ujian untuk kenaikan kelas agar bisa naik ke kelas 2.


Di dari kelas 2 pun kita juga akan di hadapi dengan ujian untuk bisa naik ke kelas 3 tapi ujian nya sudah beda, karena tingkat satu dan tingkat 2 berbeda, tentu di saat kelas 2 ujian nya akan semakin sulit, begitu pun seterusnya


Cara menyelesaikan permasalahan nya pun tidak akan sama satu sama lain, hanya saja mereka ingin yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan nya.


Tapi sayang seribu sayang.


Ketenangan yang Aleta miliki tidak lah cukup lama, saat salah satu sepupu nya mengingat kan jika Aleta harus menyiapkan kan beberapa jawaban dan juga ungkapan untuk di sampaikan di depan keluarga nya.


" Emang ada, " kaget Aleta.


" Ya ada lah tolol, jawab jelas orang itu gedek dengan kelakuan Aleta.


" Bagaimana mungkin acara nya lamaran itu akan berhasil jika kamu tidak menjawab pertanyaan dari pemeran utama laki-laki nya, " jelas yang lain.


" Ya mana aku tahu,v" jawab Aleta polos.

__ADS_1


" Nanti Saat kamu duduk berhadapan dengan calon suami mu, pembawa acara akan memberikan kalian pengeras suara di mana calon suami mu di minta untuk melamar mu di depan semua keluarga, karena itu sudah tradisi, dan kamu sebagai calon istri nya harus memberikan jawaban dari pertanyaan calon suami mu, " jelas yang lain nya.


Akhir nya mereka sampai pada titik di mana itu adalah tugas mereka, karena memang tugas mereka memberikan arahan pada Aleta bukan hanya mengobrol atau pun mendengar ocehan yang nggak jelas dari Aleta.


" Terus aku harus bagaimana? " tanya Aleta panik.


" Iya kamu tinggal jawab aja mau apa gak gitu aja nggak repot, jika kamu mau tinggal bilang mau, jika kamu nggak mau kamu tinggal bilang aja maaf saya nggak mau karena saya sudah memiliki calon yang lain, " jawab adik sepupu Aleta di sertai dengan candaan di akhir kalimat nya.


" Sialan emang kalian, " ucap Aleta geram.


Saat Aleta protes tiba-tiba mommy Alexa, dan juga daddy Alden menyuruh nya untuk bergabung ke bawah.


" Ayo Sayang turun sudah saat nya kamu bergabung di calon suami mu di bawah, " ajak nya pada Aleta.


" Tapi mom, aku belum menyiapkan kata-kata untuk menerima lamaran dari Azzam, " terang Aleta.


" Kamu tinggal mengungkapkan apa yang kamu rasa sayang gak perlu khawatir mommy yakin kamu bisa karena kamu anak yang hebat mana yang kuat anak yang cerdas kamu Putri kebanggaan keluarga Pratama, " ucap mommy Alexa memberikan semangat.


Aleta hanya mengangguk.


Dan setelah itu Aleta turun ke bawah dengan di apit oleh daddy Alden dan juga mommy Alexa.


Dan untuk para sepupu nya mereka mengikuti di belakang nya.


Aleta merasa gugup tapi di sisi lain dia juga merasa bahagia, karena dia akan bersatu dengan orang yang ia cintai dan ini adalah awal dari kisah cinta nya bersama dengan pendamping hidup nya.


Tak lupa kira memberikan senyum terbaik nya.


Aleta tersenyum pada Azzam yang terus menatap nya dengan sangat intens.


Aleta merasa gugup di tatap seperti itu.


Dan di sini lah Aleta berada, di depan calon suami nya, yang hanya menghalangi nya dengan sebuah meja panjang di hadapan mereka.

__ADS_1


Dan pada saat ini keluarga mereka saling berhadapan di mana Azzam bersama dengan keluarga nya begitu pun juga ada diri nya, semua keluarga yang hadir berada di belakang nya masing masing ingin menyaksikan bagaimana mereka bersatu semua nya sangat bahagia, apalagi dari keluarga Azzam.


Karena selama ini mereka terlihat sangat khawatir dengan masa depan Azzam.


__ADS_2