Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Seranjang


__ADS_3

Selamat pagi bestie yuk lanjut.


Aleta gemetar saat Mommy nya membuka pintu kamar nya.


'Mom'', ucap nya menangis.


''Sstttt, Jangan nangis sayang ini adalah hari bahagia kamu, Mommy yakin setelah ini kamu akan sangat bahagia, karena Azzam adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan juga penyayang,'' jelas sang Mommy dengan menghapus air mata nya.


''Mommy, hanya ingin berpesan, jadi lah istri yang baik, jagalah kehormatan suami mu di manapun kamu berada.''


''Belajar lah untuk mendampingi suami mu, baik senang maupun dalam ke adaan susah.''


''Jadilah istri yang bisa mengimbangi suami, meringankan beban suami.''


''Layani lah suami mu dengan baik, karena itu salah satu kebutuhan rumah tangga,'' ucap Mommy Alexa menasehati sang putri.


''Kamu akan tetap menjadi putri kesayangan Mommy, dan Daddy, hanya saja setelah menikah, kamu harus lebih mendengar kan apa yang di katakan oleh suami mu,'' ucap sang Mommy dengan ikut ikutan menangis.


''Aleta paham, Mom,'' jawab Aleta dengan memeluk sang Mommy.


''Terima kasih, karena Mommy, sudah mengajarkan banyak hal untuk Aleta.''


''Terima kasih, atas restu Mommy, Aleta janji akan melakukan hal terbaik untuk rumah tangga Aleta.''


''Udah dong nangis nangis nya, sekarang ayo turun,'' ajak sang Mommy.


''Memyri Fika tolong bantu Aleta merapikan ujung gaun nya ya,'' pinta Mommy Alexa.


''Siap Tante,'' jawab mereka serempak.


''Tante doakan kalian berdua cepat nyusul.''


''Amin.'' jawab mereka kompak.


Setelah itu mereka menuruni tangga, dengan elegan, banyak pasang mata yang melihat mereka.


Sedang kan Azzam jangan di tanya ia tidak mengalihkan pandangan nya dari istri nya tersebut.


Ya sekarang sudah Istri karena mereka sudah pasangan yang halal.


''Aku gugup, Mom,'' jujur Aleta.


''Jangan malu, lihat sekarang suami mu sudah menatap mu dengan tatapan memuja,'' jawab sang mommy.


''Ih Mommy bikin tambah gugup aja,'' jawab Aleta.


Mereka semua menatap Aleta dengan tatapan kagum.


Dan setelah itu mommy Alexa menyerah kan Aleta ke Daddy Alden untuk di berikan secara langsung ke suami nya.


Saat ini Aleta sudah menggandeng tangan Daddy nya.


''Putri Daddy cantik sekali,'' puji Daddy Alden.


''Siapa dulu Daddy nya,'' jawab Aleta.


Setelah sampai di hadapan Azzam, Daddy Alden menyerah kan nya dengan perasaan lega, karena ia yakin sang putri berada di tangan yang tepat.


''Daddy, serah kan putri kesayangan papa ini ke kamu,'' ucap Daddy Alden.

__ADS_1


''Baik, Dad,'' jawab Azzam dengan mengaguk.


Setelah itu mereka menyelesaikan beberapa dokumen yang wajib di isi.


Dan saat ini Aleta, dan Azzam sedang saling tatap.


Aleta tersenyum, pipi nya merah merona saat Azzam tak henti-henti nya mengatakan, "Istri ku cantik sekali" Membuat semua keluarga dan sahabat nya bersorak bahagia.


"Cium, cium, cium... Hajar bro, udah resmi!" teriak Andra dengan sangat semangat.


Ke dua nya tersipu malu, sampai akhir nya ke cupan lembut pada bibir kedua nya tercipta dengan taburan bunga mawar serta alunan musik yang sangat merdu.


"I love you, murid ku." Ucap Azzam setelah ke dua nya saling melepaskan pagutan nya.


"Me too, pak guru tampan."


Dan setelah itu mereka meminta restu dan melakukan sungkeman pada ke orang tua yang sudah merawat mereka.


Sungkeman itu menguras banyak air mata, bahkan para Mama mama itu sudah segukan, sedang kan para papa mata nya sudah memerah, Azzam, dan juga Aleta sama sama menangis.


Mereka tidak menyangka ternyata acara di sungkeman itu akan menguras air mata.


Padahal mereka tidak akan kemana-mana.


Rumah kediaman Al Fahrizal ke rumah kediaman Pratama hanya membutuh waktu kurang lebih satu jam.


"Jaga putri ku, bahagiakan lah dia dan jika suatu saat kau sudah tidak mencintai nya jangan pernah sedikit pun menyakiti nya. Kamu hanya perlu mengatakan nya kepada ku dan aku akan menjemput nya kembali untuk melanjut kan merawat nya." Pesan Daddy Alden.


"Azzam tidak akan pernah menyakiti Aleta, Dad. Dia segala nya untuk Azzam, jadi percaya lah pada menantu mu yang tampan ini," jawab Azzam dengan percaya diri.


Dan semua orang tertawa mendengar itu.


Karena tidak ada yang lebih ia percaya dari Azzam untuk menjadi pendamping putri nya.


Dan sekarang mereka akan beristirahat sebentar.


Karena jam 03.00 sore, mereka harus pergi ke hotel untuk acara resepsi yang akan digelar nanti malam.


Aleta berkumpul dengan keluarga inti nya.


Azzam pun berkumpul dengan para keluarganya.


Karena mereka sangat jarang untuk bertemu. Karena kesibukan masing-masing.


Dan hari ini mereka gunakan untuk mengerat kan silaturahmi.


Dan lama kelamaan dua keluarga itu sudah berkumpul menjadi satu di halaman belakang.


Karena keluarga papa Teo akan berangkat dari kediaman Pratama menuju ke hotel dengan iring iringan.


Dan tak terasa kini sudah waktu nya makan siang.


Mereka di minta untuk masuk untuk melakukan makan bersama.


Kediaman Pratama hari ini sangat berbeda dari hari biasa nya.


Kediaman Pratama sangat rame.


Sedangkan para wartawan itu masih betah di luar gerbang panas-panasan.

__ADS_1


Tapi bukan berarti mereka akan di biar kan begitu saja.


Keluarga Pratama sudah menyiapkan beberapa tenda untuk mereka duduk.


Minuman dan makanan pun sudah di siap kan oleh keluarga Pratama.


Hanya saja memang mereka tidak di biar kan masuk.


Karena kediaman itu di jaga dengan ketat.


Bahkan ada beberapa pilosi yang menjaga nya dengan berkeliling.


''Bagaimana perasaan mu hari ini?'' tanya Mentari.


Sebenar nya Mentari masih sedikit jengkel pasal nya Aleta baru memberitahu nya kemarin tentang pernikahan nya, tapi sudah lah ya.


''Aku baik, hanya saja aku tidak berani menemani suamiku,'' jujur Aleta.


''Kenapa?'' heran Fika.


''Entah lah aku gugup,'' balas nya.


''Ya udah lah kalian istirahat aja, aku juga mau istirahat,'' ucap Aleta.


''Kamu mau tidur,'' heran Fika.


Aleta mengangguk.


Fika adalah salah satu sahabat masa kecil nya Aleta, dan sekarang ia sudah kembali ke Indonesia dan akan menetap.


Jadi mereka bisa berkumpul kembali.


''Kalau ada yang tanya bilang aja aku istirahat di kamar.''


Setelah itu Aleta benar-benar pergi dari keramaian orang yang berada di rumah nya tersebut.


Azzam menyusul Aleta ke kamar nya sesuai permintaan mertua nya


Sampai di sana Aleta sedang tertidur dengan nyenyak.


''Pasti capek,'' gumam Azzam.


Melihat Aleta tertidur seperti itu membuat sesuatu dalam diri nya ada yang tidak beres.


''Sial kenapa dia sangat baper,'' umpat Azzam.


''Sabar boy ini bukan waktu nya nanti malam masih resepsi, jangan sampai karena kamu Istri ku jadi, kesulitan nanti,'' ucap nya.


Dan setelah itu Azzam naik ke ranjang untuk tidur bareng.


Dan itu pertama untuk pertama nya bagi mereka.


Lanjut di bab selanjutnya bestie.


Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.


Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu do’a dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.


Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2