Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Tutup matamu


__ADS_3

Azzam yang melihat Aleta bangun langsung mendekat dan langsung mencium kening Aleta dengan sayang.


" Siang sayang, " ucap Azzam dengan senyuman nya.


"Bapak gak marah kan kalau aku tidur di kamar bapak?" cicit Aleta pelan tapi masih berani melihat Azzam.


Bahkan saking takut nya Aleta tidak menjawab sapaan dari Azzam.


" Jawab dulu siang nya, " pinta Azzam.


" Siang juga sayang, " jawab Aleta tersenyum karena ia sudah tau jawaban nya jika Azzam tidak marah pada nya.


Azzam menggeleng kan kepala nya melihat tingkah mengemas kan dari calon istri nya tersebut.


Dan setelah itu Azzam bangun keluar kamar itu.


Aleta yang melihat itu bingung, tapi tidak bertanya apapun.


Karena Azzam sudah keluar kamar Aleta memilih untuk mencuci wajah nya agar terlihat lebih segar.


Kan gak lucu di temani calon suami malah penampilan kita buruk, dan itu tidak baik untuk di lihat dan Aleta gak mau itu terjadi.


Aleta pergi ke kamar mandi dan berbarengan dengan Azzam yang kembali masuk ke dalam kamar.


Dan ternyata Azzam hanya mengambil makanan yanh ad di meja.


Setalah Aleta selesai mencuci muka nya, Aleta langsung bergabung dengan Azzam di sofa yang ada di pojok ruangan tersebut.


Setelah itu Azzam langsung  menyodor kan makanan ke hadapan gadis itu.


" Yang kamu belum jawab pertanyaan aku, " ucap Aleta mengingat kan Azzam.


" Apa, " bingung Azzam karena ia sudah lupa dengan semua pertanyaan yang Aleta ajukan.


" Kamu marah gak aku masuk ke ruangan ini bahkan aku tertidur di kasur kamu, " jelas Aleta panjang lebar.


Azzam yang mendengar itu hanya menatap Aleta dengan seksama.


" Apakah aku terlihat marah sekarang?" tanya Azzam menjawab pertanyaan dari Aleta juga dengan pertanyaan.


Aleta mengangguk tapi detik berikut nya ia menggeleng.


"Kenapa aku harus marah yang, bukan kah aku sudah memberi mu izin, dan atas dasar apa aku harus marah? Kamu milik ku dan apa yang menjadi milik ku itu juga milik mu juga sayang, dan jika kamu suka di sini kamu bebas ke sini kapan saja, " jelas Azzam panjang lebar.


Aleta yang mendengar penuturan Azzam menjadi lega.


" Syukur lah, " ucap Aleta.


"Bagaimana pipi kamu, sudah tidak sakit atau gimana karena sudah tidak bengkak seperti tadi?" Tanya Azzam.

__ADS_1


Aleta hanya menggeleng.


Azzam ingin memastikan jika Aleta memang baik baik saja dan ia menyentuh pipi Aleta dengan penuh kelembutan seperti takut ia akan melukai nya.


" Aku baik baik aja yang, " jawab Aleta.


Tapi saat tangan kekar tersebut meneliti wajah nya, Aleta menjadi salah tingkah bukan tanpa alasan, karena Aleta masih belum bisa melupakan kejadian yang tadi pagi jadi wajar lah ya lah besti.


"Makan lah setelah itu kita pulang," Imbuh nya.


" Hah. " Bingung Aleta.


" Semua guru akan mengadakan rapat dan murid murid akan di pulang kan, tapi seperti biasa mereka akan di masukkan terlebih dahulu dan itu kesempatan kita untuk keluar dari sini karena tidak akan ada yang melihat karena mereka sedang sibuk, " jelas Azzam.


" Terus setelah itu langsung ke rumah mama? " tanya Aleta.


Aleta mulai menyantap makanan yang sudah Azzam siap kan, Aleta menyantap nya dengan lahap karena jujur, perut nya terasa sangat lapar karena waktu pagi ia hanya sarapan dengan roti dan juga susu.


" No kita jalan jalan dulu, tadi aku sudah izin ke daddy dan juga daddy mengizinkan jika kamu pulang telat, karena daddy percaya sama kita, " jelas Azzam.


Mendenger itu Aleta hanya mengangguk canggung.


Jika saja daddy nya tau apa yang mereka lakukan mungkin bisa di pastikan mereka akan di nikah kan langsung.


Dan jika itu terjadi maka orang yang paling bahagia adalah Azzam Al Fahrizal.


Karena bagaimana pun keluarga besar itu bukan lah keluarga sembarangan.


Keluarga mereka keluarga terpandang dan juga memiliki reputasi yang baik di masyarakat ya meksipun ke dua keluarga itu tidak mengutamakan nama baik.


Tapi orang yang bijak akan tau siapa yang harus mereka nilai dengan baik dan buruk.


" Uang " panggil Aleta.


" Apa sayang, " jawab Azzam dengan lembut.


" Boleh makan banyak gak? " tanya Aleta.


Azzam yang mendengar pertanyaan dari Aleta bingung, tapi detik berikut nya ia tersenyum.


Karena dengan begitu Aleta menunjukkan jika ia sudah merasa nyaman dan juga menganggap diri nya sebagian dari hidup nya.


" Kau tau Aleta aku merasa sangat senang hati ini, dan aku juga sangat bersyukur karena nya, " ucap Azzam.


Dan itu membuat Aleta bingung.


" Apa? " tanya Aleta.


" Karena kehadiran kamu dalam hidup ku, entah apa yang akan terjadi jika kita sama-sama egois dalam mengambil keputusan waktu itu, " ucap Azzam apa ada nya.

__ADS_1


" Dan untung lah kita tidak sebodoh itu," balas Aleta ter senyum.


" Sekarang apakah aku boleh makan pedas? " tanya Aleta lagi.


" Kenapa kamu bertanya ke aku? " tanya Azzam.


Karena sejauh ini Azzam tidak pernah melarang Aleta untuk melakukan apapun termasuk juga dengan makanan jika ia suka maka makan, jika tidak jangan simple kan.


" Karena ingin mendengar pendapat kamu, sejauh ini kamu tidak pernah melarang aku melakukan apapun, dan aku ingin sesekali kamu menegur ku, " ucap Aleta.


" Aku hanya tidak ingin memaksakan kehendak ku sayang, aku ingin kamu bebas tanpa takut melakukan apapun, tapi jika kamu sudah di luar batas aku akan memperingati, " jelas Azzam.


" Tapi jika kamu ingin seperti itu maka aku tak keberatan. "


Mendengar itu Aleta tersenyum


Tak lupa ia menambahkan sambal pada makanan nya.


" Jangan terlalu banyak sayang nanti kamu sakit perut, " ucap Azzam.


" Dan ada kamu yang akan merawat ku. Jawab Aleta santai."


Mendengar itu Azzam hanya tersenyum dan menjawab " asal kan di izin kan untuk menyicipi bola bola kenyal itu. "


Mendengar itu Aleta hanyae melotot.


Dan setelah sekian lama menunggu mu akhir nya Aleta dan Azzam bisa keluar juga.


Gadis itu berjalan santai keluar gerbang, karena tidak perlu juga ia mengendap karena sekolah ini sudah sangat sepi.


Meskipun ada beberapa murid yang terlihat sedang berlalu lalang, tapi Aleta yakin mereka tidak tau dan mereka tidak akan peduli dengan keberadaan nya.


Di parkiran Aleta sedang menunggu Azzam karena Azzam tadi pergi ke ruang rapat sebentar.


Azzam masuk dan mendapati Aleta sedang memegang baju ganti nya.


" Kenapa belum ganti? " tanya Azzam.


" Ya mana bisa ganti, kamu ada di sini, " tolak Aleta.


"Tidak menerima penolakan Aleta, lagian kamu hanya akan ganti baju atas nya saja kan kenapa mesti repot, lagian aku juga sudah melihat nya," ucap Azzam santai.


Aleta berdecak di paksa seperti itu, tapi mau tidak mau Aleta melakukan nya karena memang apa yang di katakan oleh Azzam benar ada nya.


" Tutup mata mu sayang, " pinta Aleta pada Azzam.


Akan kah mau menuruti permintaan Aleta.


Koment di bawah ya.

__ADS_1


__ADS_2