Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Mengganggu


__ADS_3

Lanjut bestie.


Di parkiran, Azzam melihat sebuah mobil berwarna putih yang tidak begitu asing bagi nya, seperti mobil murid nya, pikirnya.


la terus menilik mobil tersebut, entah kenapa diri nya begitu yakin jika dialah pemilik nya hanya ber modal ingatan yang di punya nya saja.


"Tidak mungkin, sticker seperti itu banyak dan tidak hanya dia saja yang punya," ucap nya dengan tidak yakin.


Azzam mengenyampingkan pikiran nya, laki-laki itu memilih masuk kedalam dan mencari apa yang di inginkan nya.


Begitu diri nya masuk, banyak pasang mata yang memperhatikan nya.


Sebagian dari mereka terkejut, karena mengetahui siapa sosok laki-laki berjas maron tersebut.


Berdiri pada deretan rak berisi buku-buku tentang dunia bisnis, buku karya orang orang yang sudah mendunia menjadi pilihan nya.


Buku yang berisi tentang ajaran untuk membangun kedisiplinan serta membagi waktu antara bisnis dan kehidupan pribadi bersama keluarga menjadi pilihan nya.


Pekerjaannya yang sangat menumpuk akhir-akhir ini membuat diri nya jarang sekali pulang ke rumah sekedar bertemu keluarga atau pun berkumpul bersama.


Buku yang di cari nya sudah berada dalam genggaman nya, ia berjalan ke kasir untuk membayar nya.


Padahal awal nya ia ingin mencari angin segar, tapi entah lah karena macet tiba tiba ia terjebak di perpustakaan ini, dan entah kenapa juga ia tiba tiba ingin beli buku dan entah kenapa juga ia merasa akan ada sesuatu.


''Kayak nya aku memang sudah benar-benar gila ini,'' gimana Azzam.


''Dan aku butuh pengalihan untuk itu,'' ucap nya dengan serius.


Namun karena Azzam terlalu fokus dengan pemikiran nya sendiri dan pada buku yang ada di depan nya, ia tidak melihat jika ada se se orang berjalan di hadapan nya sampai akhir nya mereka bertabrakan dan tidak sengaja bibir mereka bertemu satu sama lain sehingga buku ke dua nya terjatuh bersamaan.


Baik Azzam dan orang itu langsung menjauh satu sama lain karena merasa sama sama ingin menjaga diri dari lawan jenis.


"Maaf-maaf! Saya tidak sengaja tuan," ucap orang yang menabrak Azzam tersebut.


Ke dua nya kompak menjauh diri masing masing dan mengambil buku yang berserakan di lantai bahkan gerakan nya itu juga sama persis.


"Tidak apa-apa," jawab Azzam kesal.


Bagaimana tidak kesal bibir nya malah ternoda saat berkunjung ke perpustakaan ini.


Untuk sejenak ke dua nya terdiam ketika mendengar suara masing-masing, lalu mereka mendongkak bersama mempertemukan mata kedua nya.


DEG!


"Aleta - pak Azzam."


Ke duanya nampak terkejut, Aleta yang masih berjongkok berusaha bangun setelah mengambil buku nya.


Tapi sayang nya karena gerakan nya sangat cepat dan juga tidak stabil ia lagi lagi terjatuh dan saat ini Aleta lah yang sedang mencium kening Azzam.


Dan karena Azzam juga tidak ada persiapan ia juga terjatuh.

__ADS_1


Sungguh itu moment yang sangat sangat romantis di mata semua orang.


Setelah sadar Aleta bangun.


"Kamu gak apa-apa, maaf saya tidak fokus tadi." Ucap Azzam.


Aleta tersenyum tipis, merapikan buku dalam dekapan nya.


"Gak apa-apa ko pak," jawab nya


"Beli buku juga?"


"Iya." Sahut Aleta seraya memperlihatkan beberapa buku novel pilihan nya.


Namun melihat satu judul novel tentang perjodohan, Azzam mengambilnya tanpa izin.


"Perjodohan?" Herannya.


Kenapa Aleta membeli buku tersebut, apakah gadis itu juga akan dijodohkan sama sepertinya?.


"Iseng aja pak, sepertinya seru."


Aleta mengambil kembali novelnya, tidak mungkin jika ia harus mengatakan kalau dirinya akan dijodohkan dengan pria pilihan kedua orang tuanya.


Lalu bagaimana dengan sumpahnya, ia merasa berdosa sekali jika mengingatnya.


"Oh, udah selesai?"


"Udah pak, bapak sendiri?"


Azzam mengajak Aleta untuk ke kasir,membayar buku-buku yang sudah dibelinya.


Namun ketika melihat Aleta mengeluarkan uang nya, Azzam terlebih dahulu memberikan kartu nya.


"Satu kan saja dengan yang ini." Ucapnya kepada seorang kasir perempuan.


EH?


"Tidak perlu pak, saya bisa bayar sendiri." Tolaknya.


Namun Azzam tetap kekeuh dan menyuruh kasir tersebut menyatukannya.


"Satukan saja." Titahnya tegas.


"Pak-"


"Jangan menolak jika kekasih anda ingin membayarnya, nona." Sela kasir perempuan tersebut tersenyum-senyum.


HA?


'' Kesalahpahaman apa ini.'' Batin Aleta.

__ADS_1


"Tapi dia bukan pa-"


"Terima kasih." Sela Azzam setelah kasir tersebut memberikan kartu dan juga buku-buku yang dibelinya.


Setelah itu mereka keluar bersama dari toko buku tersebut, lebih tepat nya di sana adalah perpustakaan umum, tapi lebih lengkap bisa juga membeli buku, dan itu adalah perpustakaan terbesar se Asia.


Dan dengan gesit Azzam berhasil mengajak murid nya tersebut untuk membeli minuman terlebih dahulu.


Menikmati minuman dingin dalam keadaan cuaca yang sangat panas membuat mereka merasa sangat segar, apalagi di temani oleh se se orang yang spesial.


"Kamu sudah pulang apa langsung ke sini dari sekolah?" Tanya Azzam pada Aleta.


Aleta hanya menyengir, karena meskipun ia memakai jaket tapi bawahan nya tetap memakai rok sekolah dan otomatis guru itu akan tau.


" Sudah pulang pak hanya saja di rumah gak ada orang karena tugas banyak jadi mampir dulu ke sini, " bohong Aleta.


"Bapak sendiri kenapa ada diluar jam kerja?" Aleta balik ber tanya.


Tidak mungkin kan dia mengatakan jika alasan nya belum pulang ke rumah karena merasa kesal dengan kedua orang tua nya karena dia ingin di jodoh kan.


Mendengar pertanyaan dari Aleta membuat se orang Azzam terkekeh.


" Tadi habis rapat jadi keluar dulu biar pikiran tenang, " jawab Azzam juga berbohong.


" Kasian loh pak karyawan bapak juga sedang capek masak bapak tinggal, " ucap Aleta.


"Mereka membuat saya stress. Makanya saya berada di sini agar tidak memarahi mereka." jawab Azzam.


"Setelah ini bapak mau kemana lagi ?" Tanya nya.


"Saya akan kembali ke kantor, masih ada beberapa berkas yang harus saya periksa. Kamu?" tanya Aleta.


"Pulang deh kayak nya tapi sebelum itu mau ke rumah Mentari dulu."


Aleta juga butuh tenang dan tempat nya adalah di rumah Mentari.


Aleta merasa ingin kabur saja dan meminta pria berkemeja hitam dengan jas maron itu tapi tidak bisa ia lakukan.


"Ya sudah hati-hati di jalan," ucap Azzam.


''Hanya itu saja? Tidak adakah kata-kata lain selain hati hati di jalan,'' batin Aleta.


"Aleta" panggil Azzam.


"Ya."


"Ada sesuatu yang mengganjal tapi saya gak tau harus gimana memberitahu nya," ucap Azzam apa ada nya.


" Kenapa? Kenapa wajah nya terlihat serius sekali. Apakah dia sedang ada dalam masalah besar sama seperti k.'' Batin Aleta bingung.


"Saya-" Belum sempat Azzam menyelesaikan kalimat nya, ada seseorang yang datang dan mengacaukan nya.

__ADS_1


''Mengganggu,'' gumam Aleta kesal.


Siapa kah orang itu koment di bawah.


__ADS_2