Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Dasar nakal


__ADS_3

Pagi bestie maaf kemarin hanya bisa nulis satu bab dan sekarang juga.


Baik lah lanjut.


"Mau dengar penjelasan ku?" tanya Azzam.


Aleta kembali mengangguk.


"Tiga tahun yang lalu, ketika perusahaan papa melakukan kerjasama dengan perusahaan papa nya Fio, mereka pernah membicarakan perihal perjodohan antara Aku dengan dia. Tentu itu bukan usulan dari mama dan papa, itu kemauan keluarga mereka, karena menganggap kita cocok. Padahal aku juga baru tau kalau dia bersekolah disini," jelas Azzam.


"Lalu?"


Azzam tersenyum melihat ketidak sabaran dari Aleta, Azzam mengoleskan gel pereda nyeri dan mengusap kan nya pada pipi chubby gadis itu.


Dia kembali melanjut kan cerita nya.


"Aku menolak nya." jawab Azzam tegas.


Alis Aleta mengkerut, "Why, dia sangat cantik, ya meskipun angkuh, '' ucap Aleta apa ada nya.


Azzam menggeleng, menyimpan obat tersebut setelah selesai mengobati pipi calon istri nya tersebut.


.


Azzam menatap mata berwarna coklat madu itu, lamat lamat.


"Cantik tidak selalu menjadi alasan seseorang untuk jatuh cinta, dan kadang cinta juga tidak mempunyai alasan kenapa se se orang bisa mencintai, hati kita pun tidak bisa berbicara, hati hanya bisa merasa kan, karena cinta tidak membutuhkan alasan apapun. la hanya mampu di mengerti dengan hati, bukan pikiran," jelas Azzam panjang lebar.


"Lalu, apa alasan nya?" Kepo Aleta.


Entah kenapa ia sangat sangat ingin tau tentang itu.


"Dia masih anak sekolah, aku tidak suka," jelas Azzam


Mendengar alasan tersebut, Aleta terkekeh geli. Membuat pria di hadapan nya itu jadi heran.


" Kenapa ada yang lucu. "


"Yes." Sahut nya masih dengan sedikit kekehan, "Aku juga masih sekolah dan umur kita sama kalau kamu lupa," jawab Aleta.


"Karena aku mencintai kamu, Aleta, cinta tidak butuh alasan you now."


Blush!


Azzam mengapit dagu Aleta dengan telunjuk dan ibu jari nya,  menarik wajah gadis itu untuk mendekat - membuat wajah mereka teramat dekat. Aleta bahkan bisa merasakan, hembusan nafas beraroma mint itu menerpa ujung hidung nya.

__ADS_1


Dan detik berikut nya


Cup


Cup


Cup


Dan kecupan yang ke tiga menjadi *******.


Aleta berusaha untuk menyeimbangi keganasan Azzam, meski pun kualahan tapi ia mampu.


"Kata kan jika dia melukai kamu lagi. Kamu tanggung jawab ku sekarang, setelah orang tua kita bersepakat untuk menjodohkan kita, " ucap Azzam setelah ci*man itu lepas.


Aleta memejamkan mata nya kala bi*ir hangat tersebut menyentuh dahi nya.


" Aku tidak suka kamu terluka seperti ini, lagi." Imbuh nya.


Aleta mematung, mata nya kembali terbuka untuk menikmati ukiran tuhan yang sangat menakjubkan di hadapan wajah nya.


" Dia sangat tampan," batin Aleta.


Baru kali ini Aleta merasa terpesona dengan ketampanan pria yang sedang menatap nya itu.


"Perfect." Gumam Aleta tanpa sadar.


Aleta masih belum sadar dengan apa yang di lakukan nya pelan tapi pasti tangan nya yang lentik mengelus pelan rahang tegas pria tersebut, membuat Azzam memejam kan mata nya dan sering kali mengeluar kan kata kata yang kasar ya meskipun hanya bisa di ucapkan dalam hati nya saja, karena bagaimana pun ia juga laki laki normal, Azzam takut lepas kendali karena jika itu terjadi ah sudah lah Azzam pusing memikirkan nya, jalan pikiran nya dan tubuh nya tidak sama.


Tidak lucu kan jika ada berita se orang guru yang menghamili murid nya sendiri dan itu terjadi karena ia kerap kali memanggil murid nya itu ke ruangan nya.


Bisa-bisa dia berakhir mengenas kan nanti ya meskipun mereka telah di jodoh kan.


" Aku tau, aku memang sangat menawan Aleta, tapi tolong hentikan tangan mu itu karena kamu  berhasil membuat sesuatu yang  tidak seharus nya kamu ganggu telah bangun Aleta," ucap Azzam dengan suara yang sangat berat.


Mendenger itu aleta gelagapan sendiri, dan reflek secara langsung menarik tangan nya dan sedikit menggeser tempat duduk nya.


Wajah nya menunduk malu, ia sama hal nya dengan Azzam, Aleta juga terus mengumpati diri nya sendiri dan mengatai diri nya bodoh.


Sedang kan Azzam, pra itu terus-menerus menatap Aleta yang sedang duduk agak menjauhi diri nya.


Jujur saja saat ini Azzam tidak dapat mengendalikan diri nya sendiri.


Saat ini pikiran dan tindakan nya juga tidak dapat ia kontrol.


Aleta mendekat kan tubuh nya ke arah Azzam dan detik berikut nya

__ADS_1


Cup


Aleta memberikan kecupan untuk Azzam.


Bukan tanpa alasan itu adalah sebuah bentuk kecemburuan dari se orang Aleta.


Aleta merasa cemburu jika ada yang mendekati Azzam, ya meksipun ia tau Azzam tidak pernah merespon mereka hanya saja saat ini hati nya panas apalagi saat Azzam mengobati nya dengan kelembutan.


Ingin rasa nya Aleta egois, tapi ia sadar ia tak bisa melakukan itu, saat ini yang Aleta harus lakukan adalah membuat Azzam merasa nyaman dengan kehadiran nya dan membuat nya Azzam tak bisa melupakan nya.


Itu lah yang Aleta lakukan saat ini.


Aleta ingin membuat Azzam kecanduan akan kehadiran nya dengan begitu ia tak perlu khawatir lagi.


Azzam membeku mendapat serangan dadakan tersebut tapi detik berikut nya ia  tersenyum lalu tidak lama setelah itu ia berdiri.


"Kamu istirahat lah di sini, aku akan kembali ke kelas, " ucap Azzam.


Aleta tidak menjawab ia hanya menatap Azzam dengan lekat.


Sedangkan Azzam sendiri memilih untuk meninggalkan Aleta, karena jika tidak ia akan lepas kendali.


Azzam berbalik dan akan segera pergi tak lupa ia mengambil buku materi nya yang akan ia ajar kan.


Saat Azzam meraih ganggang pintu itu tiba tiba Aleta membalik kan tubuh nya dengan kasar.


" Apa? " kaget Azzam karena tindakan Aleta sangat lah di luar kepala nya, ia tak menyangka Aleta bisa se bar bar itu, apalagi tenaga yang Aleta keluar kan sangat lah kuat, hingga tubuh nya terbentur ke tembok.


Aleta menatap Azzam lekat lekat dan berkata " Kenapa kamu sangat buru buru ini belum sampai lima belas menit. "


" Aku kasian sama mereka yang sudah menunggu~


Belum juga Azzam selesai bicara udah di potong oleh Aleta dengan membungkam mu*ut nya.


Azzam hanya bisa menahan nafas dengan apa yang di lakukan oleh Aleta.


Baru lah setelah beberapa detik Azzam sadar.


''Dasar nakal,'' batin Azzam.


Gimana nih bab hari ini bestie.


Jangan lupa, like and koment ya.


Bye bye

__ADS_1


__ADS_2