
Tak terasa kita sudah berada di awal bulan lagi bestie.
Semoga bulan ini menjadi bulan yang penuh makna untuk kita semua Amin.
Aleta memberani kan diri untuk mencium Azzam terlebih dahulu dan berkata " semangat ngajar nya. "
Azzam yang sudah terpancing tentu tidak akan membiar kan Aleta pergi begitu saja ia sudah mati matian untuk menahan hasrat nya tapi kali ini Aleta sudah memancing nya.
" Jangan salah kan aku jika aku keterlaluan kali ini Aleta aku sudah berusaha untuk mengindari hal ini terjadi, tapi kamu malah memancing ku, " ucap Azzam.
Dan detik berikut nya Azzam langsung men*ium Aleta dengan sangat agresif.
Azzam membawa Aleta ke sofa yang mereka tempati tak lupa ia menaruh buku yang ia pegang.
Setelah di rasa Aleta duduk, Azzam langsung mendorong nya.
Aleta menjadi gelagapan sendiri karena saat ini Azzam terasa sangat berbeda.
" Maaf jika hari ini aku akan keterlaluan, ingat kan aku jika aku sudah keterlaluan. " Ucap Azzam yang menatap Aleta dengan berbeda.
Setelah mengatakan itu ia kembali menc*um Aleta.
Aleta juga membalasnya tak agak kalah agresif nya.
Jiwa liar nya keluar saat bersama dengan Azzam, begitu pun juga dengan Azzam.
Azzam dengan sengaja menidurkan Aleta di sofa tersebut, tak lupa juga dengan bantal sofa yang ia taruk di kepala nya takut nya Aleta merasa tak nyaman.
Azzam melanjutkan kegiatan panas nya tak lupa Azzam juga sudah membuka jaz nya karena saat ini tubuh nya terasa sangat sangat panas bahkan dingin nya AC tak dapat mendinginkan ke dua manusia itu.
Azzam dengan berani membuka kan*ing ser*gam yang Aleta gunakan.
Dan Aleta diem saja bukan karena ia membiarkan, tapi karena ia sudah tidak dapat merasakan apa-apa.
Aleta merasa melayang ini lah, kenapa Aleta selalu bilang jika Azzam itu sangat lah ber bahaya.
Azzam menc*umi heler Aleta dan tak lupa juga ia memberikan tanda kepemilikan nya di sana, kadang Azzam menghisap nya, dan kadang juga ia menggigit kecil, hingga membuat Aleta seperti cacing kepanasan.
" Sayang, " ucap Aleta.
" Hem, " jawab Azzam.
" Emmmm. "
Mendengar alwtay seperti itu membuat Azzam semakin gila dan detik berikut nya tangan nya sudah berada di bola bola kenyal milik Aleta.
Aleta yang merasa kan itu langsung membuka mata nya.
" Sayang, " gugup Aleta.
Karena Aleta baru sadar jika tiga kan*ing atasan sera*am nya sudah berhasil di buka oleh Azzam.
Aleta ingin protes, tapi dengan cepat Azzam membungkam nya.
Aleta hanya bisa pasrah asal kan Azzam tidak berbuat jauh.
Azzam dengan berani meremas bola bola kenyal milik nya.
__ADS_1
Dan itu membuat Aleta seperti sedang terbang, rasa nikmat yang di berikan oleh Azzam baru pertama ia rasa kan, dan begitu pun juga dengan Azzam ia baru pertama membuat hal senekat itu.
Dan detik berikut nya Azzam menatap Aleta
" Sayang boleh kah?, hanya sampai di sini tidak lebih dari itu, " izin Azzam.
Aleta tidak tau harus jawab apa jika ia menolak mereka sudah terlanjur berbuat dan dengan ragu ragu Aleta menggangguk kan kepala nya.
Azzam yang mendapat kan izin itu tentu ia merasa sangat senang.
Dengan perasaan gugup Azzam membuka penu*up yang Aleta gunakan, tapi tiba tiba Aleta menghentikan nya.
" Kenapa? " tanya Azzam
" Jangan di buka aku malu, " jujur Aleta.
Mendenger itu Azzam hanya tersenyum.
Berbeda dengan ke dua orang yang sedang melakukan hal menyenangkan itu berbeda juga dengan Mentari.
Mentari tidak tenang, pasal nya sudah hampir satu jam Aleta belum mengabari nya dan juga Azzam tiba tiba menghilang juga.
Mentari sangat khawatir karena bengkak pada pipi gadis itu, pasti itu sangat menyakitkan pikir nya.
Meskipun Aleta jago bela diri, tapi ia juga orang yang manja tentu saja ia akan merasa kesakitan.
Mentari memilih untuk pergi ke UKS karena sebelum nya Aleta juga di bawa ke sana sebelum ia pulang.
" Apa Aleta udah pulang ya, " gumam nya.
Mentari Menghentak kan kaki nya kesal, dia sudah bertanya pada dokter di sana kata nya Aleta tidak ada dan Aleta juga tidak pergi ke sana.
"Kemana lagi tuh bule, gak tau apa kalau aku khawatir setengah mati," Mentari berjalan sendirian, melewati beberapa ruangan guru yang menang dekat dengan UKS.
Tapi tiba tiba Mentari menghentikan langkah nya iia menatap pintu mewah bercat putih di hadapan itu dan itu ruangan pribadi Azzam.
"Apa dia di dalam ya?Ngapain anjir atau jangan-jangan mereka memang memiliki hubungan yang~
"Hubungan apa?" tanya seseorang.
Suara dingin seseorang yang baru saja keluar dari ruangan tersebut membuat jantung Mentari hampir berhenti berdetak.
Gadis berambut panjang itu menyengir, "E-eh pak Azzam" sapanya gugup. Gimana gak gugup, tatapan nya Azzam tajam banget.
"Sedang apa kamu berkeliaran saat jam pelajaran sedang berlangsung, Mentari?"
"Saya mencari Aleta, pak" jawab nya.
"Dia sedang istirahat di dalam karena kelelahan menangis, dan sebentar lagi ia akan di jemput, kamu masuk kembali ke kelas, jika kamu belum menyelesaikan tugas yang saya berikan siap siap saya akan menghukum kamu. " Lalu guru dingin itu melangkah pergi, meninggal kan Mentari dengan berjuta pikiran negatif nya.
Mentari duduk pada kursi yang ada disana, tunggu, ia butuh bernafas sebentar untuk menjernih kan kembali pikiran kotor nya.
"Seriusan Aleta ada didalam, lagi istirahat? itu artinya dia lagi tidur?"
Sumpah kalimat guru itu terlalu ambigu bagi otak nya ' sedang istirahat itulah yang paling ambigu ', "dan apa katanya tadi? kelelahan menangis?"
Mentari masih sibuk dengan pemikiran negatif nya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya karya author lain nya.
Chat story.
- Super seksi
- Istri Tuan Muda Mesum
- Hot Mother
- Sweet Daddy
- Baby, Kau Milikku
Novel tamat.
- Hadiah Suami Dari Ayah
- Love Presdir
- Alina
- Suami Tampan Rahasiaku
-Suami Tampan Posesifku
- Gigitan Manis Daddy Season 1
- Gigitan Sang Daddy Season 2
- Pesona Tuan Albert Season 1
-Pesona Hot Daddy Season 2
- GELORA Cinta perselingkuhan
- Kiera & Kenzo
Novel on going
-Lubang Yang Sama
-Kekuatan Takdir Cinta
-Perjodaohan anak sahabat
-Kutukan sang mantan
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...šššš...
__ADS_1