
" Kau tau yang, aku tidak suka melihat mu ter senyum jika di harapan orang orang, aku lebih suka kamu menunjukkan wajah datar nya itu, " ucap Aleta tiba tiba.
" Kenapa? " tanya Azzam penasaran.
" Kamu nampak sangat tampan jika tersenyum, dan aku merasa gak rela jika ada yang melihat senyuman milik mu itu, " jujur Aleta.
" Kau tampak sangat posesif, " ejek Azzam.
" Mungkin, tapi aku mencontoh mu jadi, kita satu sama, " jawab Aleta.
" Kau curang, " ucap Azzam.
" Sekarang jelaskan, " pinta Aleta.
" Apa, " bingung Azzam.
" Tentang mantan mu bagaimana bisa kalian bertemu, dan kenapa kalian bisa berpisah dan kenapa Tante itu sangat terobsesi dengan hubungan kalian kenapa bukan orang tua nya aja? " tanya Aleta serius.
Dan saat ini posisi nya Aleta sedang duduk di depan Azzam.
Karena saat ini mereka sedang berada di ayunan.
" Cerita nya panjang sayang, " jujur Azzam.
" Aku siap jadi pendengar, karena aku tidak ingin kejadian tadi terulang kembali di mana akan ada orang yang datang dan memprovokasi ku, aku hanya ingin tau semua nya tanpa di tutup tutupi, tentang diri mu semua nya, " ucap Aleta serius.
" Aku hanya tidak ingin kejadian orang tua ku kembali terjadi, " terang Aleta dengan perasaan yang sedih saat mengingat nya.
" Maksud nya? " tanya Azzam.
Karena ia tidak tau apa yang di maksud dengan calon istri nya tersebut.
" Dulu mommy dan daddy hampir berpisah karena ada yang mengadu domba mereka, ada yang bilang pada daddy jika mommy memiliki laki laki lain, begitu pun juga sebalik nya bahkan daddy sempat di duga memiliki anak anak dari perempuan lain, " jelas Aleta.
" Saat itu aku masih kecil dan pada saat yang hampir bersamaan, aku di culik karena mereka merasa rencana mereka gagal untuk membuat keluarga mommy dan daddy hancur, tapi untung lah ada kepercayaan di dalam hubungan itu ya meksipun sudah telat, tapi setidak nya rumah tangga itu bisa di perbaiki dan setelah kejadian itu kita sekeluarga pindah ke Amerika dan setelah beberapa tahun kita pindah ke Amsterdam dan di sana lah hidup kita di mulai sampai akhir nya daddy memutuskan untuk menetap di Indonesia dan setelah itu aku di jodohkan dengan mu, " jelas Aleta.
Azzam hanya mengangguk kisah orang tua Aleta tak jauh berbeda dengan kisah orang tua nya tapi daddy Alden masih lebihuntung bisa menjaga diri nya sendiri tapi tidak papa nya.
Papa nya pernah terlibat skandal dengan asisten pribadi nya, tapi untung lah semua bisa di atasi dan itu semua tak luput dari kesabaran dan juga keteguhan mama Rani.
__ADS_1
" Aku paham sayang, kisah kedua orang kita hampir sama dulu mama dan papa hampir akan menyerah dengan pernikahan mereka, terlalu banyak omong kosong yang mama dan papa terima dari orang orang luar sampai akhir nya papa melampiaskan nya dengan berselingkuh dengan asisten pribadi nya, tapi hanya sebatas itu tidak lebih, tapi untung lah mama tidak pernah menyerah setidak nya jika pernikahan nya tidak bisa di selamat kan maka nama nya bersih di depan papa, dengan keteguhan nya kesabaran nya semua nya kembali normal itu lah kenapa kadang kadang aku bersikap egois, atau pun pernah membentak nya, karena itu bentuk pelampiasan yang aku layangkan, " jelas Azzam pada Aleta.
" Hem ternyata kisah kita tak jauh berbeda, " jawab Aleta.
" Dan sekarang aku ingin mendengar kisah hidup mu, jadi, jika hidup ku, aku yakin kamu sudah mengetahui nya dari daddy,'' ucap Aleta.
Azzam mengaguk.
" Dia adalah teman SMA ku dan kebetulan kita juga satu kampus yang sama dan juga dengan jurusan yang sama, yang aku tahu dia adalah orang yang baik gadis tulus, sampai akhir nya dia mendekati ku dan kepincut, mama dan papa tidak pernah merestui hubungan kami tapi aku ngotot, padahal saat aku mulai memasuki SMP mama dan papa sudah bilang jika aku sudah punya calon istri, dan karena itu juga aku bertekad untuk membuktikan jika pilihan ku itu tepat dan tidak akan salah, maka dari itu aku bertekad untuk mencari perempuan yang cantik dan juga baik, dan setelah itu kami berpacaran sampai akhir nya aku, dan dia berencana untuk melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius, tapi semua nya berantakan, kala aku mengetahui nya jika ia hanya memanfaatkan ku untuk menunjang kehidupan nya karena selama kita berpacaran aku menghidupi nya, " jelas Azzam.
" Bodoh, " ejek Aleta.
" Iya, dan lebih menyakit kan lagi adalah di mana pada hari itu aku ingin melamar nya dan pada saat itu juga aku mengetahui perselingkuhan nya " jelas Azzam.
" Dan hari itu adalah hari di mana kamu sedang ulang tahun, " tabak Aleta.
" Kamu tau, " heran Azzam.
" Hanya nebak aja karena mama pernah bilang hari yang paling kamu benci adalah hari ulang tahun mu sendiri, " jelas Aleta.
" Hem, kamu benar sayang, tapi itu bukan berarti aku akan menuruti semua kemauan orang tua ku terutama papa, sekali pun aku sudah tidak berselera untuk berhubungan dengan perempuan, tapi aku tetap aja sering kali membawa perempuan perempuan itu untuk makan siang, " jelas Azzam.
" Kenapa? " tanya Aleta.
" Itu lah kenapa kamu menolak perjodohan ini? " tanya Aleta.
Aleta hanya ingin mendengar alasan nya langsung ke Azzam. Kenapa ia sangat ngotot untuk membatalkan perjodohan itu.
" Jangan bilang jika kamu masih ada rasa untuk nya, " tebak Aleta dengan mata yang melotot dengan sempurna.
" Pemikiran mu terlalu berlebihan sayang, " jawab Azzam dengan menggeleng kan kepala nya mendengar tebakan Aleta yang menurut nya itu sangat lah tidak masuk akal.
" Terus " tanya Aleta penasaran.
" Karena pada waktu itu aku sedang berperang dengan diri ku sendiri, antara menerima atau gak, melanjut kan atau tidak, aku bingung aku juga butuh pandangan" jelas Azzam.
" Terus setelah berpisah dengan nya dia tidak pernah menemui mu? " tanya Aleta sangat penasaran.
Karena Aleta takut jika Azzam masih berhubungan dengan perempuan itu.
__ADS_1
" Tidak hanya saja ia pernah menemui ku, " jujur Azzam
" Kapan? " tanya Aleta langsung.
" Beberapa Minggu lalu dia datang ke kantor ku, " jujur nya.
Mendengar ke jujuran Azzam ada rasa bahagia dan juga rasa bangga dan sekarang Aleta tau apa yang hati nya ingin kan, apa yang diri nya Ingin kan, apa yang ia harapkan, dan juga masa depan nya yaitu sosok pendamping seperti Azzam.
" Bagaimana perasaan mu setelah bertemu dengan nya? " tanya Aleta.
" Biasa bahkan aku sempat mengusir nya, " terang Azzam.
" Hah kenapa. "
" Karena pada saat itu aku sudah memiliki se se orang yang berhasil menarik perhatian ku saat pandangan pertama, " jelas Azzam.
" Jangan bilang jika itu aku, " batin Aleta kepedean
" Siapa? " tanya Aleta.
" Dia adalah murid ku sendiri, murid yang pernah aku hukum untuk mengerjakan tugas nya yang aku beri, murid yang bisa keluar masuk dalam ruangan pribadi ku di sekolah, murid yang bahkan bisa tidur di ranjang ku, " jelas Azzam panjang lebar .
Dan setelah mengatakan itu Azzam bangun dari tempat duduk nya dan langsung ber lutut di hadapan Aleta.
Aleta yang melihat itu hanya terdiam ia tidak pernah menyangka Azzam akan berani ber lutut di hadapan nya seperti ini.
Tapi detik berikut nya Aleta memegang pundak Azzam untuk membantu nya berdiri.
Tapi dengan cepat Azzam menggeleng kan kepala nya.
Petanda jika Azzam tidak mau.
Melihat penolakan itu Aleta hanya diam.
" Biar kan seperti ini sayang, " ucap Azzam serius.
Aleta hanya diam tidak memaksa nya.
" Bangun yang kamu ngapain sih, " heran Aleta.
__ADS_1
Sesaat setelah nya Azzam mengambil se suatu di dalam saku nya.
Ada yang tahu apa yang akan Azzam lakukan koment di bawah bestie .