Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Pengganggu


__ADS_3

Pagi besti lanjut ya.


Aleta memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya sejenak dan berharap saat ia bangun semua pikiran tentang keraguan dengan diri nya sendiri bisa menghilang.


Agar ia tak memiliki pemikiran yang aneh aneh.


Aleta mengambil kain tipis tapi juga lembut itu di dalam tas nya.


Aleta menggunakan itu untuk menyelimuti diri nya sendiri karena ia tidak bisa tidur, lebih tepat nya tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau tidak ada selimut di dekat nya.


Meskipun tidak di pakai setidak nya selimut itu nya ada di dekat nya,


Aneh bukan tapi memang itu kenyataan nya maka nya ia selalu membawa nya ke mana mana.


Sedang kan Azzam masih sibuk mengejar dan ia sedang menerangkan dengan beberapa metode agar semua murid nya bisa memahami nya dan bisa menangkap semua yang di ajarkan nya dengan mudah.


Tidak hanya masuk lewat telinga kiri dan setelah itu keluar lewat telinga kanan Azzam tidak ingin semua itu.


Bel istrirahat berbunyi itu per tanda semua murid telah di perbolehkan untuk istirahat begitu pun juga dengan Azzam.


Setelah selesai mengajar pelajaran kedua, Azzam  tidak langsung kembali ke ruangan nya ia masih berdiam di kelas itu sedang kan kelas itu sudah kosong karena mereka semua pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka semua.


Azzam memesan makanan untuk diri nya dan juga Aleta, setelah mendapat kan semua yang ia pesan Azzam kembali ke ruangan nya.


Dari sekian banyak nya makanan itu Azzam belum mengetahui apa makanan kesukaan Aleta, namun pria itu yakin jika makanan tersebut akan disukai oleh gadis itu setidak nya sds cemilan yang akan Aleta makan.


Karena setelah ini ia akan membawa gadis itu pergi untuk jalan jalan karena ia sudah tidak memiliki jadwal untuk mengajar lagi.


Biar lah besok saja Aleta ke rumah nya untuk hari ini biar lah Azzam yang menemani Aleta seharian.


Saat Azzam tiba di ruangan nya ia langsung memanggil Aleta.

__ADS_1


" Sayang, " panggil nya.


Tidak ada sautan dan tidak ada tanda-tanda keberadaan orang di dalam ruangan nya tersebut.


" Mungkin kah ia pulang, " gumam Azzam.


" Tapi tas nya masih ada di sini, " lanjut nya.


"Dimana dia?" Kenapa diri nya tidak menemukan keberadaan gadis itu.


Keluar pun tentu jawaban nya tidak, karena Azzam telah mengunci nya, dan lagi pula pintu ruangan nya itu akan mengunci otomatis jika sudah tertutup dan hanya Azzam yang memiliki kunci nya, karena kunci nya itu menggunakan remote, Azzam jalan dengan tergesa-gesa tapi sebelum itu ia meletakkan makanan nya terlebih dahulu, hanya satu kemungkinan di mana gadis itu berada yaitu di dalam kamar milik nya.


"Pasti di sana," ucap Azzam dengan yakin.


Dan benar dengan dugaan nya Aleta ada di dalam sana dalam keadaan istirahat, melihat itu Azzam  tersenyum ketika mendapati gadis itu tertidur begitu pulas nya.


Pria tanpam itu berjalan ke arah jendela, menutup tirai yang ada di sana agar sinar matahari tidak mengganggu tidur gadis nya tersebut.


Dan Azzam pun tidak ada tanda-tanda untuk membangun kan nya ia malah ikut naik ke atas ranjang untuk menemani sang hadis tidur siang.


" Aku begitu sangat mencintai mu, dari pandangan pertama aku sudah menaruh hati pada mu hingga akhir nya kita di jodohkan. " Lanjut nya.


" Boleh kah aku egois untuk memiliki mu se utuh nya, karena aku akan gila jika kamu bersama dengan orang lain. "


" Aku segera menikahi mu, tapi aku juga takut dengan semua penolakan mu karena aku tahu kamu masih sekolah. "


" Tapi bisa kah aku egois, tapi bagaimana dengan kedua orang tua kita, apakah mereka akan setuju jika aku menikahi mu dengan masih menggunakan seragam sekolah. "


Azzam merasa bingung dan juga senang dalam satu kesempatan.


" Kau tau Aleta saat papa Teo mengatakan ingin menjodohkan ku aku sangat menolak keras, padahal itu sudah beberapa tahun yang lalu, sedari kecil papa dan mama mengatakan, jika aku sudah memiliki calon istri, tapi karena aku tidak ingin jadi nya aku memaksa kan sebuah hubungan yang ujung ujung nya akan menyakiti ku, " cerita Azzam.

__ADS_1


" Dia adalah teman sekelas ku waktu SMA dan jg saat kuliah ia dan aku juga satu kampus karena dia baik dan juga anak yang ceria akhir nya aku terpikat dengan dengan nya, tapi apalah daya aku laki laki yang bodoh bahkan di saat ia sedang berbohong pun, aku masih ingin percaya sampai akhir nya aku memergoki nya di sebuah hotel dan ia sedang bersenang-senang dengan laki laki nya, di saat itu juga aku mengatahui nya jika ia hanya mengincar harta ku saja, dan aku masih berharap jika ia akan datang menemui ku dan meminta maaf, maka detik itu juga aku akan memaaf kan nya, tapi sayang ia mencampakkan aku bagaikan sampah, " ceria Azzam.


''Maka nya aku tidak ingin repot repot-repot tentang memikirkan perempuan, karena bagi ku semua nya sama, hingga akhir nya kamu datang  dan merubah semua nya ," ucao Azzam tersenyum.


" Andai aku tahu jika orang yang akan di nikah kan dengan ku adalah kamu, maka aku tak perlu repot-repot untuk merasa kan sakit hati karena di campakan, tapi semua nya setimpal karena dengan kejadian itu aku bisa membedakan mana yang tulus dan yang tidak. "


Azzam menciumi kening Aleta dengan sayang.


Cukup lama Azzam menunggu Aleta bangun, namun  hasil nya sia sia seperti nya sejuk nya AC serta aroma pada ruangan tersebut membuat gadis itu tidur begitu nyenyak.


Akhir nya Azzam memutuskan untuk membangunkan gadis itu, karena kini sudah memasuki jam makan siang dan Azzam tidak ingin Aleta sampai melewati makan siang nya.


Sebelum membangun kan Aleta, Azzam menatap lamat lamat wajah polos itu, menyingkirkan helaian rambut yang sedikit menghalangi wajah cantik nya.


" Tidak ada alasan untuk aku tidak jatuh cinta pada kamu sayang. ".


" Sayang bangun," Azzam berbisik lembut tak lupa juga kecupan di kening nya.


Mengelus pipi chubby itu dan sesekali mencubit nya sangat pelan karena merasa gemes.


Yang di bangunkan hanya bergumam, malah membenarkan posisi tidur nya sehingga wajah mereka saling menghadap. Azzam yang ikut berbaring di sebelah nya menjadi terpaku, ketika ujung hidung mereka hampir bersentuhan.


Apalagi saat ini wajah Aleta sangat lah menggoda bagi nya.


" Sial kenapa saat bersama nya aku menjadi laki laki mesum, " gumam Azzam dalam hati nya.


"Sayang..." Panggil Azzam kembali.


Azzam menelan ludah nya dengan kasar, lagi dan lagi Azzam kembali mengumpati diri nya dalam hati kala bibir berwarna semerah jambu itu sedikit terbuka.


Azzam mengusap wajah nya dengan rasa frustrasi, Azzam kembali ingin membangunkan gadis itu. Namun ketukan pada pintu ruangan nya membuat pria itu menoleh.

__ADS_1


" Siapa sih ganggu aja, " kesel Azzam.


Lanjut besok ya bestie


__ADS_2