
Aleta merasa sangat lucu dengan pemikiran nya, tapi ia juga ingin melakukan hal-hal yang lebih ekstrim dengan orang yang ia cintai.
Dan satu hal yang harus Aleta lakukan jika mau rencana nya iti berhasil adalah berani.
Dengan berani Aleta bisa melakukan semua nya.
Aleta keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan masker, jika hanya diri nya mungkin tidak masalah sebab tidak akan ada yang tau dengan Aleta, tapi berbeda jika ia bersama dengan Azzam maka semua nya akan kacau dan solusi nya adalah mereka harus menyamar dan hal itu sudah mereka lakukan jika sedang ingin menikmati waktu berduaan di luar
Aleta masih mencari se suatu untuk ia gunakan, dan Aleta menemukan nya yaitu se orang bapak bapak yang menjual mainan dan Aleta tertarik dengan huruf-huruf balon yang biasa nya di gunakan untuk acara ulang tahun.
Tak lupa juga Aleta membeli sebuah papan tulis yang akan ia tulis beberapa kata untuk membuat rencana nya berhasil.
Jika di drakor yang Aleta tonton pemeran utama laki laki menggunakan bunga untuk di berikan maka lain hal nya dengan Aleta.
Ia akan menggunakan sebuah balon huruf untuk meminta maaf pada calon suami nya tersebut.
Dan setelah semua nya selesai Aleta meminta bantuan pada beberapa bocah bocah-bocah yang berada di taman itu untuk memberi kan nya pada Azzam.
" Dek mau gulali gak ? " Tanya Aleta pada bocah yang sedang bermain tersebut.
" Mau kak, mau, " ucap anak anak itu dengan serempak dan terlihat sangat bahagia.
" Huh kalian lucu banget sih, " ucap Aleta gemes.
Dan setelah itu Aleta membawa beberapa bocah itu membeli beberapa gulali.
" Tapi setelah ini boleh gak kalau kakak minta tolong, " ucap Aleta.
" Apa kak? " tanya salah satu bocah.
" Tolong kalian berikan beberapa tulisan ini pada kakak yang ada di sana, kakak itu lagi marah sama kakak, dan kakak mau minta maaf pada nya, tapi menggunakan beberapa huruf itu untuk di berikan, " jelas Aleta panjang lebar.
" Kalian mau kan? " Tanya Aleta.
" Mau kak terus apa lagi? " tanya anak anak itu.
" Udah itu aja, " jawab Aleta.
" Terus apalagi kak? " tanya bocah yang satu nya.
" Tidak ada, " jawab Aleta.
" Siap kak, " jawab anak anak itu dengan gembira.
Dan setelah itu Aleta melakukan apa yang ia mau.
__ADS_1
" Di mulai dari kamu dulu ya, " ucap Aleta memerintah.
" Kamu berikan huruf ini pada kakak yang sedang duduk di sendirian di taman itu, " ucap Aleta menjelas kan.
" Siap kak, " jawab anak itu.
Dan setelah itu anak itu pergi.
Dan setelah sampai di hadapan Azzam anak itu langsung memberikan balon itu pada Azzam sesuai permintaan Aleta.
" Kak, " panggil nya bocah itu.
" Kenapa dek? " tanya Azzam ia pikir anak itu tersesat dan akan meminta bantuan pada nya.
" Ini, " ucap nya dengan memberikan balon yang berbentuk huruf S
" Apa ini? " tanya Azzam bingung.
" Nanti kakak akan tau sendiri dan sebentar lagi teman teman aku akan datang ke sini baru lah kakak bisa menggabungkan huruf huruf itu, " jelas bocah itu menjelaskan sedetail mungkin.
Takut Azzam tidak paham apa yang ia maksud.
" Kakak paham, kalau kakak gak paham aku bisa jelasin sekali lagi, " ucap bocah itu.
Azzam yang mendengar bocah itu ngomong hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja sebab menurut nya itu sangat lah menggemas kan, apalagi cara anak itu menyampaikan nya dengan cara khas nya yang terkesan seperti orang dewasa.
Bocah itu hanya mengangguk.
Dan setelah itu bocah itu pergi dengan senang nya.
Melihat bocah itu tiba-tiba Azzam ingin memiliki nya satu dan tentu itu harus dengan Aleta.
Tanpa beban Azzam melanjutkan apa yang ia lakukan yaitu memantau semua persiapan yang sedang anak buah nya lakukan.
Azzam hanya ingin memberikan sebuah moment untuk Aleta.
Di mana setiap mereka melangkah kan kaki nya moment itu akan selalu mereka ingat.
Azzam teringat dengan ucapan Aleta di mana waktu itu Aleta mengungkapkan kan bahwa ia lebih suka hal hal yang sederhana, tapi itu mengesankan dari pada hal yang mewah.
Karena bagi Aleta mewah belum tentu bisa mengesankan.
Karena bagi Aleta sekalipun itu hal yang sederhana, tapi jika di lakukan bersama dengan orang orang yang kita cintai, maka semua nya akan tampak sangat mengesankan, dan Aleta ingin menikmati nya itu lebih dulu bersama dengan Azzam.
Dan Azzam tentu tidak akan merasa keberatan untuk itu.
__ADS_1
Azzam akan berusaha untuk mewujudkan semua keinginan Aleta, apapun itu asal kan bukan bulan dan bintang aja hahaha.
Dan setelah itu datang lah anak ke dua dan juga seterus nya.
Sampai akhir nya anak terakhir itu datang.
" Sekarang tulisan nya sudah semua kaka bisa menyusun nya, " ucap nya.
" Apakah harus ," goda Azzam.
Anak gemuk itu hanya mengagguk sebagai jawaban.
Tanpa di susun pun Azzam sudah tau jika balon balon itu mengarah kan nya pada seseorang yang ingin meminta maaf, dan di sini Azzam tau jika itu adalah perbuatan Aleta.
" Terus di mana kakak cantik yang sedang menyuruh kalian itu? " tanya Azzam.
" Kaka cantik itu sedang memantau kita dari ujung aja, " jawab bocah itu.
" Baik lah terima kasih, " jawab Azzam.
Bocah itu mengangguk.
Dan setelah itu Aleta datang dengan memegang telinga nya seperti bocah yang sedang di hukum oleh orang tua nya.
Azzam yang melihat itu merasa sangat gemas
Dan setelah itu ia bangun untuk memeluk Aleta.
Azzam merasa bersalah dengan sikap nya pada Aleta tadi.
Tapi percaya lah Azzam tidak pernah menyalahkan Aleta, hanya saja ia butuh waktu untuk menguasai diri nya sendiri, dan mengingat kan jika itu hal yang wajar karena tidak ada yang tau jika Aleta itu milik nya.
Dan mereka juga tidak ada rencana untuk membongkar nya.
Azzam memeluk Aleta dengan sayang.
" Maaf, " ucap Aleta dengan sangat pelan.
Entah kenapa ia sangat tidak suka melihat Azzam marah pada nya, apalagi dengan masalah yang sangat sepele.
Tapi di sini Aleta juga tidak menyalahkan Azzam, karena ia tau Azzam hanya merasa tak nyaman mendengar apa yang di kata kan oleh Bryan.
" No kamu tidak salah, dan aku pun tidak marah aku hanya ingin pergi sebentar untuk membuang rasa panas itu aku belum terbiasa dengan itu di mana orang yang aku sayang akan di dekati oleh orang lain tanpa bisa aku cegah, " jujur Azzam
" Maaf, " ucap Aleta lagi.
__ADS_1
Sekarang mereka bisa menikmati malam dengan suka cita.