
Lanjut.
" Dari mana aja kamu daa hari ini, kenapa pesan aku tidak pernah kau bales? " tanya Azzam.
Sebelum menjawab Aleta tersenyum.
" Balike ke mobil yuk kayak nya lebih enak di dalam mobil dengan atap yang terbuka, " ajak Aleta.
" Kenapa kalau di sini, " heran Azzam ia sangat males jika harus bergerak sekarang karena ia sudah berlalu nyaman memeluk Aleta seperti guling.
" Di mobil juga bisa kayak gini kan jujur aku merasa sedikit gak nyaman di sini tempat nya terlaku besar untuk kita berdua. "
" Baik lah ayo. "
Azzam membantu Aleta untuk bangun sebelum pergi Azzam memberikan jaz nya ke Aleta karena heler nya Aleta ada beberapa jejek kepemilikan nya di sana.
Aleta yang paham hanya tersenyum.
Mereka berdua jalan dengan berpegangan tangan tidak ada lagi kata canggung di antara kedua.
Jiwa dan raga mereka sudah menyatu dan mereka juga merasa heran dengan itu tapi mereka juga merasa sangat bahagia karena mereka sudah saling menerima satu sam lain.
Setalah sampai di mobil lagi lagi Azzam menc*um Aleta kembali tapi hanya sebentar.
" Kenapa sih sering banget cium cium, " kesal Aleta.
" Aku hanya gemes sayang. "
" Sekarang cerita kan dari mana kamu dua hari ini, bahkan daddy juga melarang ku untuk mencari mu, " tanya Azzam yang sangat penasaran.
" Aku berada di villa puncak daddy, aku pergi sama beberapa pelayan dan juga beberapa body guard di sana aku tidak berlibur aku sibuk untuk membuat puisi untuk di berikan ke kamu dan itu atas permintaan dari mama, " jelas Aleta.
" Setalah jadi pun ku masih di suruh rekaman meskipun malu tapi mau gimana lagi itu permintaan dari calon mama mertua, " lanjut Aleta dengan tersenyum.
" Oke baik lah ku tidak akan bertanya-tanya lagi karena aku sudah tahu semua nya. "
" Jangan pergi lagi jika kamu marah langsung lampiaskan saja ke aku, aku tak akan marah jika kamu ingin memberikan kejutan please lah jangan sampai menghilang kayak kemaren aku kacau tau. " ucap Azzam merajuk.
Mendenger itu Aleta tersenyum karena ia tak percaya Azzam bisa bersikap seperti anak anak juga.
" Ternyata bahagia itu sederhana, " batin Aleta.
__ADS_1
Aleta dan Azzam masih enggan untuk pulang karena saat ini masih 21.00 alias jam 09 malam.
Maka dari itu Azzam mengajak Aleta untuk berkeliling dulu.
Dan Aleta setuju tapi sebelum itu Aleta menelpon orang tua pamit untuk pulang terlambat karena ia masih ingin jalan-jalan berada dengan Azzam.
Dan Alden mengizinkan nya tanpa batas waktu.
Karena ia yakin Azzam tidak akan merusak putri mahkota nya ya meksipun ia sendiri tau jika mereka akan melakukan sesuatu yang romantis tapi Alden yakin tidak akan sampai ke tahap di mana itu akan merugikan sang putri mahkota nya.
Ya icip-icip boleh lah itu lah yang ada di pikiran daddy Alden saat ini.
Karena daddy Alden juga pernah muda jadi ia tau bagaimana rasa nya.
Dan ia tidak ingin menekan Aleta karena ia percaya anak nya bisa menjaga diri nya sendiri.
Sedang kan saat ini Aleta dan Azzam sedang bersiap-siap untuk pergi entah lah mereka juga gak tau ya penting mereka bisa menghabiskan waktu bersama.
Yang awal nya mereka hanya akan bercerita tapi terkesan kurang jadi lah pergi dan kebetulan tak jauh dari sana ada sebuah taman dan Aleta meminta nya untuk pergi ke sana.
Azzam juga tak keberatan karena apapun itu asal kan bersama dengan Aleta itu akan terasa sangat menyenangkan untuk nya.
Mereka seperti remaja pada umum nya yang berpacaran sambil tertawa dengan bebas untuk mengekpresikan kebahagiaan mereka.
Azzam hanya mengangguk karena Aleta juga sudah memutuskan untuk memanggil Azzam dengan sebutan sayang biar tidak ribet.
Mereka duduk di tempat yang agak sepi bukan karena ingin berbuat mesum hanya saja mereka tidak ingin jadi pusat perhatian.
Karena sudah pasti banyak orang yang mengenal se orang Azzam.
Maka dari itu mereka berdua menggunakan masker untuk menutupi sebagian bawah dari mereka berdua.
Setidak nya jika salah satu dari mereka ketahuan maka satu nya bisa langsung menghindar.
Azzam selalu menggenggam tangan Aleta.
Ia merasa sangat bahagia karena di malam ulangtahun nya ia di temenin oleh Aleta ya meskipun udah lewat karena seharus nya tadi malam.
Tapi gpp lah yah dari pada tidak sama sekali.
Rencana nya memang tadi malam acara kejutan nya tapi sayang jadwal Azzam sangat padat dan juga Azzam sendiri tidak menyadari jika diri nya sedang ulang tahun.
__ADS_1
Bahkan Andra pun tidak memberikan selamat untuk nya.
Tapi bukan berarti Andra tidak mengucap kan nya, Andra mengucap kan happy birthday ke Azzam lewat email tapi Azzam tidak pernah membaca nya.
Dan Aleta pikir Azzam akan marah karena tidak ada yang peduli dengan nya tapi sayang nya tidak bahkan Azzam sendiri lupa akan ulang tahun nya sendiri semenjak ia di tinggalkan oleh sang mantan kekasih di hari ulang tahun.
Tapi kali ini beda mungkin tahun depan orang yang paling menantikan hari ulang tahun nya adalah diri nya sendiri.
" Mau makanan ? " Tanya Azzam.
" Boleh sama es cream nya lagi, " jawab Aleta.
" Baik lah tunggu di sini jangan kemana-mana, " ucap Azzam.
Aleta hanya mengangguk.
Azzam pergi untuk membeli makanan, untung saja Azzam dan Aleta tidak pernah membeda beda kan makanan, dan tidak harus makan di restoran atau di tempat enak.
Karena bagi kedua nya jajan di jalanan pun tak kalah enak nya dan juga bersih tentu nya.
aleta menatap Azzam yang sedang berbincang-bincang dengan penjual nya dan Aleta tersenyum melihat itu.
Azzam tidak seburuk yang ia bayangkan kan dulu.
" Dulu aku pikir kamu itu sangat menyebal kan dan juga garang karena selalu saja kamu membuat ku kesal, tapi sekarang aku bisa melihat diri mu yang sesungguh nya, dan aku merasa bersyukur karena kita di jodoh kan, aku bersyukur karena orang itu kamu, mungkin jika aku di jodoh kan dengan orang lain cerita nya akan jauh berbeda, dan aku juga tak menyangka jika apa yang aku janji kan dulu menjadi kenyataan, " gumam Aleta dengan tersenyum.
Aleta mengeluar kan hand phone nya dan mengetik pesan untuk di kirim kan ke Azzam.
( Sayang aku mau es cream yang rasa coklat dengan toping kacang ) pesan Aleta.
Terlihat Azzam membaca pesan nya dan membalas ( Baik cantik ) balas Azzam.
Membaca itu Aleta tersenyum.
" Dasar gombal, " gumam nya.
Aleta menatap langit dan tiba tiba ia merasa rindu dengan sang sepupu yang ada di Amsterdam sana.
Sepupu yang selalu menjaga nya dan akan selalu ada untuk nya.
Jika Azzam tau mungkin ia akan cemburu karena orang itu se orang laki-laki☺️☺️
__ADS_1
Jangan lupa koment ya bestie beri author pandangan mau apakan novel ini agar masih tetep berjalan ☺️☺️