Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Buku nikah


__ADS_3

Pagi bestie.


Saat ini di ruang rapat itu sedang memanas karena Siska tiba tiba berulah jika Aleta tidak perlu di panggil karena dia tidak di butuh kan.


''Maaf, saya rasa Aleta tidak perlu di panggil, kita hanya perlu mengklarifikasi nya dari pak Azzam saja,'' jelas nya.


''Karena takut ada kesalahpahaman di sini,'' lanjut nya.


''Apa yang ingin Anda ketahui buk Siska? '' tanya Frengki karena ia juga merasa jengah dengan guru satu itu.


Dulu dia jugs ngejar ngejar Frengki, dan sekarang ia menarget kan Azzam.


Dan itu tidak akan pernah terjadi, sebab berhubungan Azzam dan Aleta sudah berada di ujung kemenangan.


Bahkan mereka baru pulang dari bulan madu yang mengasikkan.


Dan dua keluarga itu, tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada anak, dan menantu nya.


Karena para orang tua lah yang lebih semangat, dan sangat antusias dengan pernikahan itu ketimbang mempelai itu sendiri.


Dan untuk Azzam dan Aleta sama sama tidak menginginkan resepsi pernikahan.


Karena Aleta tidak ingin terganggu dengan status nya saat berada di luar, apalagi iya harus kuliah.


''Saya hanya ingin bertanya, apakah Pak Azzam benar-benar memiliki hubungan dengan murid di sekolah ini?'' tanya Siska.


''Iya,'' jawab Azzam dengan tegas.


''Apakah dia masih sekolah?'' tanya nya lagi.


''Iya,'' jawab Azzam.


''Berarti itu bukan Aleta kan, di kelas berapa?'' tanya Siska antusias.


Karena jika bukan Aleta maka itu gampang untuk Siska, tapi jika itu benar-benar Aleta itu akan sangat sulit.


Karena pesona Aleta tidak perlu di ragukan lagi.


Aleta memiliki aura yang tidak dimiliki oleh orang lain.


''Saya memang mengatakan, jika dia berada di sekolah ini, tapi bukan berarti dia akan sekolah, karena hari ini dia sudah di nyatakan lulus, dan iya orang itu adalah Aleta seperti yang sudah tersebar luas hari ini,'' jelas Azzam dengan tegas.


Mereka yang berada di ruangan itu tidak menyangka, jika Azzam benar benar akan mengatakan nya dengan sangat jelas tanpa takut apapun.


''Apakah bapak sadar dengan apa bapak ucap kan,'' ucap Siska, dan sekarang kesabaran Azzam sudah benar benar tidak ada.


Sedari tadi ia sudah menahan untuk tidak emosi, tapi guru itu sudah keterlaluan menurut nya.


Papa Teo, dan juga Frengki tau jika setelah ini Azzam akan lepas kendali, tapi mereka cuek saja, toh tidak ada anak di bawah umur di ruangan itu.


''Kenapa Anda sangat ngotot, ini hubungan saya dengan Aleta, dan orang lain tidak ikut campur, apa masalahnya jika saya memiliki hubungan dengan murid saya sendiri, apakah itu merugikan kalian, apakah itu mengganggu kegiatan kalian, apa hubungan saya berpengaruh pada kehidupan kalian semua, pernahkah saya melebihi batas jika bersama dengan Aleta di sekolah ini?'' tanya Azzam dengan tegas.

__ADS_1


''Pernahkah saya bermesraan di sekolah, pernahkah kalian memergoki saya berduaan dengan Aleta '' tanya Azzam lagi.


Tidak ada yang menjawab, karena memang apa yang di katakan oleh Azzam benar adanya.


Interaksi mereka tidak berlebihan.


Bahkan mereka tidak ada yang tahu jika mereka memiliki hubungan, mereka tahu hari ini waktu foto mereka tersebar luas di group sekolah.


''Dan Anda jangan banyak bicara buk Siska karena pendapat mu tidak di butuh kan di sini, apakah Anda lupa dengan apa yang Anda lakukan beberapa minggu yang lalu?'' tanya Azzam


''Ada apa Azzam? '' tanya Frengki penasaran.


''Dia mengunci ku di sebuah ruangan, dan kalian tau apa yang dia lakukan,'' ucap Azzam mengejek.


''Apa?'- tanya mereka semua.


''Biarkan CCTV yang menjawab semua nya,'' ucap Azzam.


Azzam langsung mengecek CCTV itu yang saat ini sudah tersambung ke monitor yang ada di depan mereka.


Sedang kan buk Siska sudah lemes.


Ia bahkan lupa jika di ruangan itu ada CCTV.


Semua orang menonton dengan melotot, karena mereka sangat syok mengetahui nya.


''Pantas saja dari tadi buk Siska selalu memojokkan Aleta ini toh alasan nya.''


Azzam tersenyum karena ia sudah berhasil membalas apa yang sudah perempuan itu lakukan.


''Saya tidak menyangka guru di sekolah ini bisa melakukan hek seperti itu, nanti kita bicara lagi masalah ini sekarang tolong panggil kan Aleta '' perintah papa Teo dengan tegas.


Sedang kan di kelas nya Aleta juga di serbu beberapa pertanyaan dari teman sekelas nya.


Ini terlalu mendadak untuk Aleta.


Karena apa yang terjadi hari ini tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


''Jawab dong Aleta '' paksa mereka semua.


''Kapan kamu jadian sama guru tertampan, dan anak pemilik dari sekolah ini,'' jelas satu nya lagi.


''Dan di foto yang beredar itu, kalian sedang ada di mana?''


''Iya kamu ada di mana kenapa tempat nya remang remang,'' jawab yang lain nya.


''Padahal di sekolah, kalian terlihat biasa biasa aja, atau kamu sudah tunangan ya, aku melihat cincin kamu persis seperti punya pak Azzam karena tadi aku melihat nya waktu pengumuman kelulusan, cincin itu couple kan.''


Dan masih banyak lagi pertanyaan dari mereka.


Mentari menjadi tidak nyaman begitu pun juga dengan Aleta.

__ADS_1


Mereka terlalu berisik, dan juga banyak mau nya.


Aleta tidak tau harus jujur, atau apa, karena saat ini ia sedang mengurangi berbicara tentang hubungan nya, karena takut masalah yang timbul akan semakin parah.


''Jawan Aleta '' paksa mereka sekali kali.


''Em~


Belum juga Aleta menjawab Frengki memanggil nya.


''Untunglah,'' batin Aleta.


''Mau ku temenin?'' tanya Mentari .


''Tidak usah aku baik baik aja kok,'' jawab Aleta.


''Ya udah kalau gitu, aku temenin sampai kamu masuk ke ruangan rapat,'' jelas Mentari.


''Tidak masalah,'' jawab Aleta.


''Maaf ya teman-teman, aku harus pergi kapan kapan aku akan cerita dan tunggu kabar baik dari ku ya, mohon doa nya ya agar aku keluar dengan selamat, karena seperti nya aku akan di makan hidup hidup,'' ucap Aleta dengan nada bercanda.


Aleta masuk dan langsung di tatap oleh mereka semua yang ada di sana.


''Duduk Aleta '' ucap papa Teo.


Aleta duduk dengan patuh.


Karena ia juga kaget karena di sana sudah ada papa mertua nya.


''Apa kalian benar benar memiliki hubungan khusus?'' tanya papa Teo.


''Hah,'' bingung Aleta karena papa Teo yang tanya, jelas jelas dia yang paling tahu hubungan mereka.


''Jangan hah, hah, Aleta jawab yang jelas,'' ucap Siska yang belum sadar jika ia sudah berada di dalam posisi yang tidak aman.


''Pa,'' panggil Azzam dengan tegas.


Baru lah papa Teo menyampaikan tujuan nya datang ke sini.


''Kalian tidak perlu syok, karena saya ke sini bukan untuk menghakimi mereka, tapi ingin memberitahu jika mereka sudah resmi menjadi suami istri beberapa Minggu yang lalu, dan ini buku nikah mereka.'' Jelas papa Teo.


''Hah buku nikah,'' kaget mereka semua.


Bagaimana bab hari bestie.


Jangan lupa dukungan nya bestie.


Like koment, and vote.


Bye bye.

__ADS_1


__ADS_2