
Selamat pagi bestie bagaimana kabar kalian hari ini.
Author harap kalian baik baik saja.
Baiklah lanjut ke cerita Azzam dan juga Aleta.
Setelah itu Aleta memutus kan untuk pergi lebih dulu.
" Baik kalau gitu Aleta berangkat dulu ya Mom, Dad, " ucap Aleta berpamitan.
" Hari hati sayang salam ke mantu Mommy, " balas Alexa.
" Kalau ketemu ya Mom, Aleta gak janji takut ketahuan sama murid yang lain. "
" Dad Aleta berangkat, Daddy jangan capek capek Aleta gak mau Daddy sakit, " ucap Aleta pada sang daddy dan sang cinta pertama nya.
" Hati Hati sayang. "
Dan kini Aleta sudah berada di dalam mobil bersama dengan sang sopir.
Sopir kesayangan nya siapa lagi kalau bukaan sopir botak nya.
Aleta memejam kan mata nya karena entah kenapa ia tidak semangat sekarang untuk sekolah.
Bukan karena lelah tapi karena Azzam.
Jika ia bertemu dengan Azzam rasa nya akan sangat canggung setelah apa yang mereka lakukan tadi malam.
" Kenapa harus merasa malu sekarang sih, " gumam Aleta pada diri nya sendiri.
" Tapi bagaimana jika nanti dia menggoda ku seperti semalam, mau di taruh di mata muka ku ini, " ucap Aleta bingung sendiri.
Setelah sampai ia langsung menuju ke parkiran tapi tidak menemukan Mentari.
" Mana tu anak apakah tidak masuk lagi, " tanya nya pada diri nya sendiri.
Bersamaan dengan itu mobil mewah berwarna hitam pekat itu telah memasuki gerbang utama, guru tampan itu membunyikan klakson ketika mendapatkan beberapa sapaan dari murid yang menyapa lebih tepat nya semua siswi yang ada di sekolah tersebut.
Namun ketika mobil nya itu akan memasuki area parkir, netra nya menangkap se sosok gadis yang terus berkeliaran dalam otak nya sedang berjalan di area parkir tersebut.
Gadis yang mampu membuat nya gila semalam, jika tidak kuat kuat iman entah lah apa yang terjadi pada mereka.
Untung saja mereka berdua saling menjaga agar tidak kebablasan dan Azzam yakin Aleta sedang akan pergi ke kelas nya , dan tanpa pikir panjang Azzam ingin mendekati nya karena sudah tidak tahan.
Aleta sendiri memang ingin pergi ke kelas nya karena memang seluruh siswa harus melewati area parkir dulu baru bisa masuk ke area sekolah.
Dan parkiran itu sudah di bagi menjadi beberapa dan parkiran itu setara dengan tinggi gedung di sekolah tersebut.
Area parkir itu memang hanya memiliki satu jalur jalan keluar dan itu di karenakan takut ada siswa-siswi yang bolos, jadi jika mereka memarkirkan mobil nya di tingkat dua maka mereka harus kembali turun ke lantai dasar dengan berjalan kaki dan istimewa nya mobil mereka di parkirkan berdasar kan tingkat kelas mereka masing masing.
__ADS_1
Dengan jahil, Azzam membunyikan klakson nya kembali, membuat gadis itu berjengit kaget mendengar nya.
" Sial siapa sih iseng banget, " kesel Aleta.
Tapi setelah tau siapa yang mengerjai nya Aleta cuek aja ia malah langsung melanjut kan jalan nya dengan terus mengomel.
Dari dalam mobil Azzam terkekeh.
Dapat di tebak dengan tepat, bagaimana mulut itu menggerutu lucu, pasti beberapa umpatan lolos keluar dari mulut nya.
Jika saja Azzam mendengar, pasti itu akan terasa lucu di telinga nya.
Dasar bucin di omelin aja ia merasa senang hahahaha.
Pria dengan kemeja navy itu sudah memarkirkan mobil nya dengan tepat setelah itu ia keluar dan berlari kecil untuk mensejajarkan langkah nya agar bersampingan dengan gadis itu dan mengabaikan beberapa tatapan murid lain.
Tak lupa Azzam juga mengunci mobil nya.
"Kalau saingan nya model si Aleta, aku mundur alon alon lah !" Ucap salah satu siswi.
"Kerikil jalanan di mohon untuk sadar diri sebelum bersaing" celetuk yang lain nya.
"Saingan terlalu berat!"
"Kalah sebelum bersaing tuh gini ya rasa nya."
" Beruntung banget sih si Aleta itu."
" Apakah daya aku ini yang hanya bisa menatap nya dalam diam. "
Azzam mengabaikan kalimat-kalimat kecewa dari murid-murid nya itu karena memang ia tak peduli.
"Morning." Sapa nya santai.
Sedangkan Aleta, wajahnya mendadak memerah, terasa panas ketika mengingat kejadian malam tadi. Ugh, malu!
"Morning," Sahutnya pelan.
Azzam tersenyum simpul, melihat bagaimana gadis itu terus menunduk, seolah berusaha menghindari kontak fisik dengan nya.
"Ada apa dengan *ibir kamu, Aleta.?" Tanya nya menggoda.
Bukan nya Azzam tidak mengerti dengan sikap gadis disebelahnya itu, ia hanya senang menggodanya.
Itu saja tidak lebih.
"Mau lagi gak?" Imbuh nya.
Aleta mendelik, menatap pria yang ber status guru nya itu dengan geram.
__ADS_1
Azzam hanya terkekeh, melihat bagaimana bi*ir gadis itu terlihat sedikit berbeda karena ulah nya.
"GAK!"
Rrrr Aleta kesal, masih pagi sudah menggoda!.
Sambil menghentakkan kaki nya, Aleta berlalu pergi, meninggalkan Azzam sendiri.
Tapi detik berikut nya Azzam mengejar nya.
" Ada apa? " tanya Azzam.
" Em tadi mommy nitip salam sama pak Azzam, " jawab Aleta.
" Benarkah. "
Aleta mengangguk.
" Dan kamu belum memberikan ku ciu*an selamat pagi, " ucap Aleta.
" Aku masih merasa kurang semalam, " ucap Azzam lagi dengan tersenyum tapi hanya Aleta yang dapat melihat itu.
Dan setelah itu Aleta memilih untuk pergi ke toilet untuk menghindar Azzam.
" Apa-apaan dia sampai menawarkannya lagi, bekas semalam saja masih sangat terasa dan sedikit aneh. Seperti ada yang mengganjal dan tidak nyaman, " gumam nya.
Aleta menatap cermin besar di hadapan nya, Aleta masih belum berhenti mengomel atas godaan gurunya tadi.
Mencoba kembali membasuh bi*ir nya, agar rasa aneh pada bi*ir nya itu tidak terasa.
"Kata nya sih first kiss memang begini, kerasanya lama. Padahal udah dari semalem tapi ini kan bukan yang pertama, di bawa tidur, di bawa gosok gigi, but it still feels weird. Huh, kalau fans nya pak Azzam tau, bisa abis aku di keroyok!" Takut nya.
Hah, percuma saja sampai ratusan kali membasuhnya pun, rasa aneh itu terus ada.
Lebih baik ia kembali ke kelas, bel akan berbunyi sekitar 15 menit lagi.
Dia akan membaca novel saja, agar sedikit mengalihkan rasa nya.
Namun ketika dirinya berbalik, Aleta tersentak ketika mendapati Fio dan beberapa teman nya sedang berdiri menatapnya dengan tatapan tidak terbaca.
Jujur, Aleta sedikit jengah melihatnya.
Tapi Aleta takut jika Fio mendengar perkataan nya tadi.
Jangan sampai atau dia akan mendapat masalah besar.
Aleta merasa harus menghindar dari mereka karena ia tau masalah sedang menanti nya.
Menghindar lebih baik itulah yang Aleta pikir kan.
__ADS_1
Jangan lupa koment dan beri like nya ya bestie.
Bagaimana nasib Aleta setelah nya lanjut di bab selanjutnya.