
Lanjut.
" Maaf jeng saya lancang dia berasal dari keluarga mana, jangan sampai dia datang dari keluarga rendah jeng, karena itu akan merusak reputasi nya jeng dan suami, jangan terlalu percaya sama pilihan anak anak jaman sekarang jeng takut nya salah pilih, " ucap Marshanda ingin mempromosikan mama Rani.
Tapi mama Rani tidak lah terpengaruh ia hanya membalas dengan senyuman.
" Untuk itu biar lah menjadi urusan kami, mau calon mantu ku baik, buruk itu urusan kami bukan urusan orang asing,'' jawab mana Rani gamblang.
" Lebih baik jeng pulang deh, gak ada guna nya juga di sini, " usir ibu ibu yag lain nya.
" Siapa anda jeng, situ sama sama orang luar jadi jangan belagu, " Jawab Marshanda dengan kesel.
" Jeng jeng,'' ucap salah satu dari mereka.
'' Pantas saja di tinggal sama suami nya, kelakuan nya kayak gini kayak anak ABG yang masih labil, " lanjut yang lain.
Sedang kan Aleta, dan Azzam masih asyik bermesraan tanpa peduli dengan kebisingan yang terjadi.
" Makan siang dulu yuk yang, " ajak Azzam.
" Udah kenyang, makan siang gimana ini udah lewat kali ini yang, kita keluar sekolah aja jam empat belas lewat lima belas, kamu lapar, " jawab Aleta dengan di sertai dengan pertanyaan.
Dan Azzam hanya mengaguk karena ia memang lapar.
" Ya udah yuk aku temani, " ajak Aleta.
Dan setelah itu Azzam menarik tangan Aleta.
Sampai di meja makan Aleta dengan sigap mengambil kan Azzam makanan, dan dengan manja pula Azzam minta di suapi.
Saat mereka sedang asyik mereka mendengar suara ribut-ribut.
Azzam, dan Aleta saling tatap entah apa yang mereka pikirkan, tapi di lihat dari sorot mata nya itu pertanda tidak baik.
Dan benar saja ada beberapa ibu ibu masuk begitu pun juga dengan mama Rani.
Karena Marshanda sangat ngotot ingin melihat seperti apa cantik nya menantu dari keluarga Al Fahrizal.
Karena ia masih tidak terima jika sang ponakan sudah tidak memiliki peluang lagi untuk bisa masuk ke keluarga kaya itu, dan khayalan khayalan tentang ini dan itu harus Marshanda lenyap kan untuk membuat suami nya berlutut pun tidak akan pernah terjadi.
Melihat itu Aleta, dan Azzam sama sama tidak berkomentar apapun mereka seakan tak pernah terusik dengan kehadiran mereka semua tak lupa mama Rani memberi isyarat pada Aleta, dan Azzam.
" Oh jadi ini menantu keluarga ini, " ucap Marshanda dengan nada mengejek.
Aleta hanya melihat sekilas dan tersenyum tidak ada kata yang keluar dari mulut nya.
Mendengar itu Azzam merasa panas, tapi tidak dengan Aleta, saat Azzam bangun pun tangan nya di pegang oleh Aleta.
__ADS_1
" Sayang duduk habisin dulu makan nya, " ucap Aleta lembut.
Azzam menurut mendengar suara lembut dari Aleta, sedang kan Aleta masih dengan telaten menyuapi Azzam.
Melihat itu Marshanda tambah panas.
Tujuan nya datang adalah untuk menjatuhkan Aleta.
Tapi siapa sangka Aleta terlalu cantik untuk ia hina, tapi apapun itu Marshanda harus membuat Aleta mundur.
Sedang kan mama Rani hanya tersenyum kali ini ia tidak perlu lagi karena melihat sikap tenang Aleta mama Rani yakin jika sang menantu kesayangan pasti bisa mengubah permainan dari Marshanda.
Karena pemikiran orang yang tenang berbeda dengan orang-orang yang hanya memikir kan luar nya saja.
" Gak sopan banget ya bukan nya menyapa malah asyik-asyik bermesraan, " ejek Marshanda.
Dan masih tidak ada tanggapan dari Aleta, karena saat ini ia masih sibuk sedang suapan terakhir nya untuk Azzam.
" Air putih aja ya, " ucap Aleta.
Azzam hanya mengangguk, dan setelah itu Aleta bangun untuk mengambil kan air minum untuk Azzam.
Setelah Azzam selesai minum, Aleta mendekati Marshanda dengan tatapan mata yang datar.
" Apa sedari tadi tante ngomong sama saya? " tanya Aleta.
" Eh bukan begitu, kira awal nya tante itu badut yang di sewa oleh mama mertua saya, " jawab Aleta tersenyum.
Ucapan Aleta sangat pedas, Marshanda tidak tau jika Aleta memiliki ucapan yang sangat pedas, ia bahkan menghina nya di depan banyak orang.
Sedang kan para ibu-ibu arisan itu hanya tersenyum senang mendengar ucapan Aleta.
Dalam hati mereka kompak menjuluki Aleta dengan sebutan ' kecil kecil cabe rawit '.
" Kurang ajar ya kamu, " ucap Marshanda.
" Maaf Tante siapa ya kok membuat keributan di rumah mama saya, Tante hanya orang luar kan kenapa sangat sok se akan tente itu orang yang penting, " ejek Aleta yang sangat ingin mengakhiri perdebatan itu.
" Kenalin nama saya ~
" Marshanda, " jawab Aleta memotong ucapan Marshanda.
" Tidak perlu repot-repot memperkenalkan diri tante, saya juga tahu kalau tante adalah tante dari Amanda mantan tunangan nya calon suami saya, tidak perlu repot-repot mempermalukan diri tante di hadapan mama saya, karena se orang penghianat harus segera di basmi. "
" Kamu sangat sombong ya, " jawab Marshanda.
" Iya-iya lah tan, saya memiliki segala nya kenapa tidak, banyak loh orang di luaran sana yang hidup nya kaya tapi hasil menjual dir*, " ucap Aleta sangat pedas.
__ADS_1
" Kamu tau apa tentang harta, anak kecil gak usah sok tahu. "
" Meskipun saya anak kecil tapi saya ahli waris dari keluarga saya tente, " jelas Aleta.
Menghadapi orang seperti Marshanda itu harus menggunakan kesembongan, jika menggunakan tenaga akan kalah itu lah yang Aleta gunakan untuk saat ini.
" Hahahaha ahli waris emang keluarga mu itu memiliki apa, " ucap Marshanda tertawa.
" Perkenalkan gan nama saya Aleta Pratama anak dari mommy Alexa, dan juga daddy Alden, " jelas Aleta yang membuat Marshanda mematung karena ia memilih lawan yang salah.
Belum apa apa ia sudah kalah telak.
" Dan saya akan pastikan jika daddy saya akan mencabut semua dana yang ada di perusahaan Tante, " jelas Aleta.
" Karena saya gak sudi orang orang macam macam Tante ini masuk dalam daftar perusahaan daddy saya, " lanjut Aleta pedas.
" Jangan kira saya hanya anak kecil yang bisa anda kibulin, " ucap Aleta tegas.
Sedang kan Marshanda yang mengatahui jika Aleta calon menantu keluarga Al Fahrizal itu anak dari daddy Alden menjadi kelimpungan.
Karena bagaimana pun perusahaan yang ia bangun tergantung pada perusahaan Alden.
" Jangan pernah bawa bawa urusan pribadi dengan pekerjaan anak kecil, " geram Marshanda.
" Benar kah, tapi daya tidak peduli, " jawab Aleta santai.
" Kamu tidak berhak apapun tentang perusahaan, karena keputusan ada tuan Alden, " ucap Marshanda.
" Benarkah? " jawab Aleta santai.
"Tentu saja karena tuan Alden tidak akan mencampuri urusan pribadi nya dengan pekerjaan, lagian untuk itu kamu harus memiliki saham atas nama kamu sendiri di sana bukan karena kamu ahli waris, " jawab Marshanda merasa tenang.
" Oh begitu ya aku harus memiliki saham di sana, " jawab Aleta.
" Tentu sekalipun kamu adalah ahli waris nya, tapi kamu tetep tidak bisa karena perusahaan itu masih atas nama tuan Alden " jawab Marshanda.
" Oh anda kok sok tau ya tentang perusahaan keluarga saya, " jawab Aleta dengan menggelengkan kepala nya.
Melihat itu Marshanda tambah murka, dan tanpa sadar tangan nya terangkat untuk menampar Aleta karena ia merasa harga diri nya telah di injak-injak oleh anak ingusan.
Dan plak.
Bagaimana selanjutnya.
Siapa yang di tampar Aleta atau Marshanda.
Koment di bawah bestie.
__ADS_1