
Selamat pagi bestie semoga kita semua di lindungi oleh Allah SWT, dari hal buruk apapun itu, dari hal yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
Amin ya rabbal alamin.
Baik lah lanjut ke cerita Azzam dan juga Aleta.
Semangat bestie.
Setelah hampir satu jam menunggu akhir nya Azzam menghubungi nya dengan vc.
Sedang kan Aleta masih sibuk dengan drakor nya dengan anteng.
Mendenger hand phone nya berdering Aleta langsung mengangkat dan hal pertama yang Aleta lihat adalah wajah tampan calon suami nya yang terlihat lebih seger.
Dan Aleta yakin jika calon suami nya tersebut baru selesai mandi terlihat dari rambut nya yang masih basah dan itu menambah kadar ketampanan nya.
Aleta lemes seketika karena entah kenapa ia sangat menyukai Azzam yang seperti itu.
Azzam yang akan menjadi orang lain saat bersama nya.
Aleta tidak tau kebaikan apa yang ia lakukan selama ini sampai sampai tuhan memberikan ia calon suami yang sangat mempesona, mapan dan juga perhatian.
Dan Aleta sangat bersyukur dengan itu.
Aleta merasa Tuhan terlalu baik untuk nya dan Aleta berharap saudara saudara nya yang ada di alam sana juga merasa kan kebagian yang ia alami.
Karena sampai detik ini Aleta masih sering kali mengingat nya tapi ia juga mensyukuri apa yang di limpah kan kepada nya saat ini.
" Aku sudah sampai sayang,'' ucap Azzam memberitahu.
" Iya aku tahu, " jawab Aleta tersenyum.
" Kamu lagi ngapain? " tanya Azzam karena tidak ada tanda-tanda jika Aleta akan tidur.
" Lagi nonton Drakor, " jujur Aleta.
" Jangan bilang waktu kamu telat juga gara gara ini, " tebak Azzam.
aleta tidak menjawab ia hanya tersenyum karena tebakan Azzam memang sangat lah benar.
" Tidur sekarang jangan begadang besok kamu sekolah mau aku hukum lagi besok, '' titah Azzam dengan tegas dan terdengar tidak ingin di bantah.
" Iya sayang setelah ini aku juga tidur kok, nunggu salep ini kering dulu, " jawab Aleta.
__ADS_1
'' Salep apa,?'' tanya Azzam yang terdengar sangat penasaran.
" Ini, " Aleta sengaja menunjukkan kamera ke heler nya agar Azzam mengerti apa yang ia lakukan dan biar Azzam tidak memikir kan hal hal yang lain.
" Biar besok tidak terlalu nampak, " lanjut Aleta memperjelas lebih dalam lagi karena takut Azzam terlalu kaku jika berurusan dengan hak tersebut.
Melihat itu Azzam jadi senyum senyum sendiri.
" Sayang, " panggil Azzam sangat lembut.
" Hem. "
" Mau lagi, " jawab Azzam tersenyum.
" Jangan macam-macam ya pak Azzam Al Fahrizal ini aja masih ada yang perih, " jawab Aleta dengan sangat tegas.
" Besok ke ruangan ku ya setelah jam istirahat, " pinta Azzam mencoba untuk merayu Aleta.
" No, " tolak Aleta dengan tegas.
Melihat itu Azzam jadi tertawa karena merasa gemas dengan tingkah Aleta dan itu membuat nya tambah mencintai nya, hal hal sederhana seperti itu sudah mampu membaut nya bahagia apalagi yang lain ha ha ha ha.
" Kamu sangat menggemas kan sih, " ucap Azzam.
" Gak usah gombal, " jawab Aleta yang tidak ingin berpengaruh dengan ucapan Azzam.
" Kenapa masih sakit? " tanya Azzam perhatian.
" Kamu gigit nya kenceng banget sayang ," adu Aleta dengan manja.
" Tapi enak kan, " goda Azzam.
''Auh ah kamu mah gitu, " ucap Aleta kesal.
" Aku beneran sayang, aku mau lagi, " ucap Azzam
" No ya b*bir ku aja masih terasa bengkak, " jujur Aleta.
" Habis nya kamu manis sih jadi aku nya candu, " jawab Azzam.
Setelah itu ke dua nya terdiam mereka hanya saling pandang dengan tatapan yang sulit untuk di jabar kan, Aleta dan Azzam sama sama bingung harus mengobrol tentang apa, tapi kedua nya merasa enggan jika harus mengakhiri panggilan tersebut.
Masih ada rindu di dalam tatapan mereka, masih ada hal hal yang belum sempat ia ucap kan satu sama lain, ada rasa yang tertinggal, dan ada juga kebahagiaan di dalam sana.
__ADS_1
Sampai akhir nya Aleta kembali meminta maaf.
" Maaf, " ucap nya.
" Maaf untuk apa, " tanya Azzam.
" Karena waktu itu aku ninggalin kamu begitu aja, tanpa pamitan dan bahkan meninggal kan mu masuk ke kamar, " jelas Aleta.
Mendengar itu Azzam membuang nafas nya karena ia merasa gagal menjadi se orang laki laki waktu itu.
" Maaf, " ucap Aleta kembali.
" Jujur ya yang waktu itu aku memang kecewa tapi bukan karena kamu, karena aku terlalu serakah untuk memiki kamu sehingga bertanya sesuatu yang jawaban nya sudah jelas, aku maklum karena kamu marah waktu itu karena sebelum nya kamu sudah bilang jika kamu tidak suka jika harus di tanya dengan jawaban yang sama karena jawaban nya pasti juga akan sama, hanya saja hati ku tak tenang jika tidak mendengar itu dari mulut kamu, karena sejujur nya pengakuan mu adalah yang paling berharga. "
" Aku tidak bermaksud untuk meragukan jawaban mu malam itu hanya saja aku terlalu happy dan terlalu bersemangat ingin mendengar jawaban mu yang itu karena menurut ku itu lah yang paling berharga di antara hubungan. "
" Di mana orang yang di jodoh kan akan saling menerima satu sama lain, akan saling menyayangi dan saling terbuka itu sudah cukup karena apa karena kita orang yang di jodoh kan akan merasa sulit untuk saling menerima, " jelas Azzam panjang lebar.
" Hem aku tau tapi saat kamu bertanya seperti itu jujur saja ada rasa sedikit tak percaya dan juga sedikit sakit mendengar nya tapi aku paham kita memang butuh waktu, memang butuh saling mengerti dan juga saling memahami satu sama lain, " jawab Aleta.
" Dan aku juga butuh untuk itu, kehadiran seseorang dalam hidup kita itu terasa sangat asing karena kita belum terbiasa, '' lanjut nya.
" Dan aku harap mulai sekarang kita harus saling terbuka, ngomong jika ada apa apa, " balas Azzam dewasa.
" Jadikan aku teman untuk mu agar kamu tidak terlalu susah untuk beradaptasi, karena teman adalah contoh yang paling nyata. "
" Dan aku setuju untuk itu, " jawab Aleta.
" Baik lah kalau gitu Istirahat lah udah malam besok juga harus ke sekolah dan terima kasih untuk santapan makan malam nya, " ucap Azzam dengan tersenyum senang.
Dan Aleta paham dengan itu.
" Kamu juga istirahat, " ucap Aleta.
Azzam pun hanya mengangguk.
" Ya udah aku matikan ya mau ke kamar mandi dan setelah itu aku langsung tidur, " pamit Aleta.
" Baik lah mimpi indah calon istri ku. "
" Mimpi indah juga calon suami ku, bye sayang. "
" Bye. "
__ADS_1
Dan setelah itu sambungan telpon itu terputus.
Lanjut di bab selanjutnya.