Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Bangun tidur


__ADS_3

Mau tak mau Azzam harus membuka pintu nya karena takut ada yang penting.


Azzam tidak seperti guru pada lain nya yang bisa berkomunikasi dan juga berbagi tempat, ruangan dan sebagai nya.


Azzam memiliki tempat pribadi karena memang ia tak suka dengan tempat keramaian.


Dan ruangan Azzam pun berada di paling ujung di mana orang orang tidak akan ada yang kesana karena sebelah nya hanya UKS dan musholla.


Dengan kesal Azzam membuka pintu nya.


" Siang pak, " ucap salah satu guru.


" Siang ad apa buk ? " Tanya Azzam to the poin.


" Begini pak semua guru akan mengadakan rapat untuk persiapan anak anak ujian apakah bapak berkenan untuk hadir," ucap nya.


Mendengar itu Azzam hanya menyambungkan alis nya karena saat jam istirahat ia sudah menginformasikan jika ia berhalangan hadir karena ia sedang memiliki agenda lain yaitu untuk mengajak Aleta jalan jalan, karena saat ini semua siswa-siswi akan di pulang kan lebih cepat dari biasa nya.


" Bukan kah saya sudah menginformasikan, jika saya berhalangan hadir, dan saya sudah meminta izin ke kepala sekolah apakah ibu tidak paham, atau mereka memang tidak menginformasikan, " ucap Azzam dingin.


Di sini Azzam tau jika guru tersebut hanya lah membuat alasan dan Azzam muak dengan itu.


Ingin rasa nya Azzam mencaci dan memaki nya tapi Azzam tahan.


" Maaf saya kurang tau, " jelas guru perempuan itu


'' Sekarang sudah tau kan sekarang pergilah saya sedang sibuk, " usir Azzam terang terangan.


Dan setelah itu ia langsung menutup pintu ruangan nya tersebut tanpa ingin tau jawaban dari guru tersebut.


Begitulah Azzam jangan heran.


Azzam kembali ke kamar nya dan kali ini ia harus berhasil membangun kan Aleta karena gadis itu belum makan apapun sedari pagi.


Tapi sebelum itu Azzam mengambil hand phone nya lalu menghubungi seseorang disebrang sana, hanya untuk meminta ijin untuk membawa putri nya jalan jalan.


" Siang om, " sapa nya setelah sambungan telepon nya tersambung,


" Siang nak kenapa ? " Tanya Alden.


" Boleh gak jika saya membaca Aleta jalan jalan dan mungkin pulangnya agak malam karena Aleta masih ingin ke rumah bertemu dengan mama, " ucap kenzo


Azzam.


" Boleh dong, nak, tapi hati hati ya karena sebentar lagi Aleta akan ujian, " jawab Alden.

__ADS_1


" Siap om, Aleta aman bersama dengan Azzam. " Ucap Azzam dengan tersenyum.


" Om percaya sama kamu. "


" Nanti pulang nya agak malam ya om, tapi Azzam janji akan mengembalikan Aleta dengan aman. "


" Gak papa lah tapi jangan di garap dulu ya masih belum sah, " jawab Alden iseng.


Mendenger itu Azzam menelan ludah nya dengan kasar.


Dan dengan tenang menjawab " Azzam akan menjaga Aleta ini jadi om, tenang aja. "


" Baik lah om matikan ya karena sedang ada tamu. "


" Baik om, terima kasih. "


Dan setelah itu sambungan telepon itu terputus.


" Huh, " Azzam membuang nafas nya dengan kasar.


" Untung untung. " ucap nya.


Perijinan untuk membawa putri nya sudah ia dapatkan, sekarang tugas nya adalah untuk bangun kan gadis nya itu untuk segera makan.


Azzam kembali memasuki kamar, menggeleng pelan ketika melihat posisi tidur gadis itu sudah berubah seperti bayi yang meringkuk kedinginan.


Tapi tidak ada jawaban akhir nya Azzam membuka tirai nya itu kembali, karena sangat susah untuk di bangun kan.


Tirai yang sempat ia tutup tadi di buka nya kembali, sehingga terik matahari langsung menyoroti wajah cantik itu.


Aleta menggeliat, merenggangkan badan nya yang terasa pegal." Emmm kenapa silau banget" Gumam nya pelan, belum menyadari jika pemilik kamar tersebut sedang memperhati kan nya dari pojok ruangan.


" Bangun Aleta tidak untuk tidur lagi, " ucap Azzam saat melihat Aleta sedang menutupi wajah nya kembali ingin melanjutkan tidur nya.


" Kamu harus makan, ini sudah waktu nya makan siang," ucap Azzam dengan tegas.


Samar samar Aleta mendengar suara yang sangat ia kenal, tapi ia merasa bodoh amat.


Aleta masih merasa ngantuk jadi ia akan kembali tidur lagi.


Karena ia lupa jika saat ini ia berada di ruangan nya Azzam.


Dan untuk bengkak di pipi nya sudah mulai membaik dan Aleta merasa jika pipi nya sudah tidak sakit lagi.


Aleta mengubah posisi tidur lagi, tapi lagi-lagi ia mendengar ada suara yang sangat ia kenali menghentikan niat nya untuk tidur lagi.

__ADS_1


Sampai akhir nya suara tegas Azzam membangun kan nya.


" Bangun Aleta ini sudah siang, kamu lupa jika saat ini masih berada di sekolah. "


Dan detik berikut nya Aleta langsung duduk dengan muka bantal nya.


Aleta kaget bukan main karena saat ini Azzam sedang menatap nya dengan mendekap tangan nya di dada.


Aleta malu bukan main, bagaimana ia sampai tidak menyadari pria itu ada di sana.


" Apakah dia sudah sedari tad,i " gumam Aleta dan detik berikut nya ia menoleh ke jam dan ternyata sudah jam istrirahat.


" Sudah siang ternyata, " gumam nya.


" Hem baru sadar ya, " jawab Azzam yang mendengar ucapan dari Aleta.


" Hehehehe, " Aleta hanya bisa tersenyum dengan canggung.


Selain ia merasa malu ia juga salah tingkah di tatap seperti itu oleh Azzam.


" Sudah istrirahat ya? " tanya Aleta.


" Hem, " jawab Azzam.


Mendengar itu Aleta jadi tau jika saat ini semua siswa siswi sedang berada di kantin, di sini Aleta juga merasa bingung gimana cara nya ia akan keluar dari ruangan itu tanpa ada yang tau jika diri nya ada di ruangan itu selama ini


" Masak iya aku harus nunggu mereka pulang semua sih, " ucap nya bingung.


" Jika aku di sini sampai jam pelajaran berakhir sama aja nama nya bohong, mending di kelas kumpul sama teman-teman, " ucap nya lagi.


Aleta masih betah dengan kebingungan nya sendiri.


Sedang kan Azzam masih memperhatikan Aleta dari jauh.


Melihat Aleta baru bangun ada kesenangan tersendiri untuk nya.


Aleta nampak sangat menggemas kan jika dalam muka bantal seperti itu, apalagi saat melihat wajah nya yang tampak malu malu itu tambah membuat nya terkesan untuk Azzam.


Di sini dasar Azzam nya aja yang bucin, masak orang baru bangun tidur di bilang menggemaskan aneh aneh aja, dasar orang bucin mungkin kentut Aleta pun akan di bilang harum sama Azzam saking bucin nya.


Sedang kan Aleta sendiri masih berusaha untuk mengumpulkan semua nyawa nya, dan Aleta merasa takut jika Azzam akan marah pada nya, karena sudah lancang main masuk ke kamar pribadi nya ini.


Padahal tadi Azzam sendiri yang bilang jika ia di suruh beristirahat di dalam kamar nya, tapi Aleta lupa dengan hal itu.


" Tapi bukan salah aku juga sih, kerena dia  mengizinkan aku untuk melakukan apapun di dalam ruangan nya, termasuk juga memakai laptop nya, " gumam Aleta.

__ADS_1


Gimana bestie untuk baba hari ini?.


Koment di bawah ya.


__ADS_2