Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Saran mama


__ADS_3

Lanjut bestie.


Sedangkan di sisi lain Mama Rani sedang menuju ruang rumah nya untuk mengecek keadaan putra dan calon menantu nya.


Mama Rani terlalu kepo dengan urusan anak muda tersebut.


Padahal saat ini acara yang ia datangi masih belum selesai, dan masih di butuhkan beberapa menit lagi tapi sayang nya mama Rani memilih untuk pulang lebih dulu dengan alasan, jika ia sedang ada tamu penting di rumah nya, dan ia tidak enak jika harus membuat tamu penting itu terlalu lama.


Setelah berpamitan dengan tuan rumah mama Rani langsung menelpon sopir untuk menjemput nya di depan.


Tapi sebelum pulang Mama Rani menyempatkan untuk pergi ke kantor sang putra, karena iya butuh beberapa informasi tentang anak semata wayang nya itu ke Andra, karena hanya Andra yang dapat mama Rani andal kan.


Setelah sampai Mama Rani langsung menuju ke lantai paling atas di mana di lantai itu hanya ada tiga ruangan yaitu ruangan Azzam, ruangan Andra, dan juga sekretaris nya.


Dan saat ini untuk sekertaris Azzam masih sama yaitu perempuan, dan Azzam berharap Aleta tidak mempermasalah kan nya.


Tapi jika Aleta merasa keberatan maka, dengan senang hati Azzam akan mengganti nya sesuai dengan permintaan pujaan hati nya.


Karena bagi Azzam hidup itu simple jika tidak maka ia jika iya maka tidak.


Saat mama Rani sampai ternyata di ruangan Andra kosong, dan itu membuat nya sangat jengkel.


Dan satu-satu nya orang yang bisa menunjukkan di mana keberadaan orang itu adalah sekretaris anaknya yaitu Ani.


Tapi sayang Ani juga tidak ada di kantor.


" Ke mana sih mereka, " ujar Mama Rani dengan jengkel.


Dan mau tidak mau mana Rani menghubungi orang kepercayaannya yang ada di kantor itu, dan orang itu mengatakan jika Azzam tidak masuk hati ini, sedangkan untuk Andra sendiri ia sedang ada kerjaan pergi ke luar kota, dan akan balik sore nanti sedangkan Ani ia sedang ada rapat dengan klien untuk menggantikan Azzam.


Dan dengan berat hati Mama Rani pergi dari kantor tersebut.


Tak lupa mama Rani tersenyum saat berpapasan dengan karyawan anak nya, dan sesekali membalas sapaan mereka.


Setelah itu mama Rani pergi ke rumah nya.

__ADS_1


Saat sampai ia sudah melihat Aleta, dan Azzam berada di ruang tamu dengan berbicara serius.


" Sayang ayo anterin aku pulang Ini sudah sore, " ucap Aleta pada Azzam.


" Sebentar lagi yang nanti akan aku anterin juga kok ini masih jam berapa masih jam 04.00, " jawab Azzam dengan melarang Aleta untuk tidak pulang.


" Kamu mah gitu, " jawab Aleta.


" Iya, karena aku sangat mencintai mu, " jawab Azzam tidak masuk akal.


" Apaan sih nggak jelas banget, " jawab Aleta.


" I love you too sayang, " respon Azzam.


" Aneh, " jawab Aleta.


" Yups kamu benar minggu depan kita akan segera menikah, dan kamu harus menyiapkan semua nya. "


" Enak aja aku yang nyiapin kamu lah, " jawab Aleta.


Dan tampak nya pembicaraan mereka sekarang sudah nyambung.


" Terserah aja deh yang penting bagus, dan mengesankan, simpel, " jawab Aleta.


" Gimana untuk dekor kita serahin pada mama dan mommy, " saran Azzam.


" Tidak masalah, aku yakin mereka akan menyiapkan yang terbaik untuk kita, " setuju Aleta.


" Sayang, " panggil Aleta serius.


" Apa ," jawab Azzam tak kalah serius.


" Apakah kamu yakin mau menikah dengan ku?'' tanya Aleta tiba tiba.


" Apa yang harus aku ragukan?" tanya Azzam bingung dengan pertanyaan Aleta.

__ADS_1


" Aku masih sekolah apakah kamu tidak akan menyesal, aku masih bocah, "ucap Aleta mengeluarkan apa yang ia rasa selama ini.


" Terus kenapa? " tanya Azzam.


" Aku hanya takut suatu saat nanti kamu akan menyesal, karena telah menikah dengan anak SMA, aku hanya nggak ingin ada penyesalan di akhir nanti, karena jika kita sudah melangkah maju dan jauh sulit untuk mundur lagi, " jelas Aleta panjang lebar.


" Apakah kamu masih meragukan kan ku? " tanya Azzam.


Aleta hanya menggeleng kan kepala nya.


" Tidak sedikit pun aku pernah meragukan mu, aku hanya ragu dengan diri ku sendiri aku takut tidak bisa membahagiakanmu, aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik untuk kamu,baku takut sikap ku akan menyakiti mu suatu saat nanti, karena masih labil, aku takut terlalu egois, aku takut terlalu mengekang kamu suatu saat nanti, dan aku takut~


Sttttt


Azzam meletakkan jari telunjuk nya di b*ibir Aleta agar Aleta berhenti omong kosong karena menurut nya itu tidak penting.


" Berhenti omong kosong Aleta Pratama, apakah kamu ragu dengan pilihan ku, tidak ada yang perlu di ragukan lagi, aku sudah mantap dengan pilihan ku dan tidak akan ada yang bisa mengubah nya kecuali diri ku sendiri, dan pilihan ku jatuh pada diri mu, saat pertama kali bertemu aku sudah terikat oleh pesona mu dan aku yakin kalau itu adalah cinta pada pandangan pertama, dan aku mengalami nya saat bertemu dengan mu, aku tidak pernah merasa seyakin ini untuk mengambil keputusan selama ini, hanya kamu yang mampu membuat ku seperti ini, yakin untuk mengambil keputusan yang besar seperti ini, yakin jika kamu adalah pilihan yang terbaik, hanya kamu yang mampu membuat ku hilang akal, hanya kamu yang bisa mengalihkan dunia ku, hanya kamu yang bisa membuatku tahu apa arti cinta yang sebenarnya menjadi tolong berhentilah meragukan apapun itu karena keputusan ku sudah bulat kamu adalah pilihan satu-satunya untuk ku tidak ada yang lain paham Aleta Pratama, " ucap Azzam para Aleta dengan serius.


Mendengar itu Aleta hanya tersenyum, dan mengangguk.


Dan beberapa detik kemudian datang lah Mama Rani.


" Assalamualaikum, " ucap nya pada orang yang sedang di mabuk cinta tersebut.


" Waalaikum salam, " jawab Aleta, dan Azzam bersamaan.


" Mama udah pulang? " tanya Aleta.


" Iya sayang, maaf ya mama meninggalkan kalian karena mama harus pergi untuk menghadiri pembukaan butik temen mama, dan mama merasa nggak enak jika tidak datang, " jelas mama Rani.


" Tidak masalah mah, karena dari tadi kak Azzam yang menemani Aleta jadi, mama tidak perlu merasa bersalah, " ucap Aleta.


" Terima kasih sayang, ya udah mama ke kamar dulu ya mau bersih-bersih, " ucap nya pada Aleta, dan juga Azzam.


Azzam, dan Aleta hanya mengagguk.

__ADS_1


" Oh iya jika boleh kasih usulan lebih baik kalian ganti panggilan kalian gak seru kalau sama sama panggil sayang, Aleta panggil Azzam sedang sebutan mas atau honey itu terdengar sangat indah, " ucap mama Rani memberi saran.


bagaimana setuju gak Aleta memanggil mas ke Azzam? koment di bawah ya.


__ADS_2