
" Beri gw waktu, dan jika Lo emang setia buktikan sama qw, dan juga beri kesan yang baik untuk orang-orang di dekat dekat gw, karena gw akan minta pendapat dari mereka terutama Aleta " jelas Mentari.
" Aleta " tanya Bryan.
" Hem dia sahabat ku, " jawab Mentari.
" Aleta yang sedang di dekati oleh Nathan, " ucap Bryan,
Mendengar itu seseorang jadi panas.
Dan Aleta juga merasa dag dig dug.
" Ternyata menguping tidak lah menyenangkan seperti yang aku bayangkan, " batin Aleta takut takut.
Sedang kan Azzam merasa panas saat mendengar Nathan sedang ingin mendekati calon istri nya.
" Sayang no. " Ucap Aleta.
Tapi Azzam masa bodoh, entah kenapa saat mendengar nama Nathan ia selalu merasa kesel tanpa sebab.
Mungkin karena diri nya tau kali ya jika Nathan berusaha untuk mengambil gadis milik nya.
Dan tanpa ba-bi-bu Azzam pergi bukan untuk meninggalkan Aleta, tapi untuk membeli kan beberapa cemilan agar bisa mereka nikmati.
" Tunggu lah di sini, aku akan membeli beberapa makanan, " pamit Azzam.
Belum juga Aleta menjawab Azzam sudah pergi.
Sedang kan Aleta hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar.
Dan mau tidak mau ia harus memancing Mentari supaya pergi dari sana.
Dengan cekatan Aleta mengirim kan pesan ke Mentari mengatakan jika ia bosan dan menanyakan jika Mentari ada di mana.
Dengan begitu pasti Mentari akan pergi karena takut ia berada di rumah nya sendiri.
Dan benar saja setelah mentari membaca pesan nya ia langsung pamitan ke Bryan.
" Maaf aku harus pergi aku takut Aleta akan pergi ke rumah. "
" Baik lah aku antar ya, " tawar Bryan.
Mentari menggeleng kan kepala nya dan pergi begitu saja
Sedang kan Bryan juga tak mau kalah mendengar nama Aleta di sebut ia malah menghubungi Nathan dan mengatakan jika ia akan pergi ke rumah Mentari tak lupa juga Bryand mengatakan jika Aleta juga ada di sana.
Maka terjadi lah di mana mereka berencana untuk pergi bareng ke rumah Mentari.
__ADS_1
Sedang kan Aleta yang mendengar itu hanya acuh karena saat ini pikiran nya sedang fokus ke Azzam, tapi ia yakin jika Bryan bukan lah laki laki yang baik untuk sahabat nya, karena ia mampu melakukan hal curang hanya agar bisa mendapat kan perhatian dari sahabat nya tersebut.
Dan ini adalah konflik kecil yang harus Aleta hadapi.
Dan juga ini permintaan dari kalian ya besti ha ha ha ha.
Sudah author kabul kan untuk memberi kan bumbu bumbu kecil dalam kisah mereka.
Pengen tahu bagaimana cara Aleta mencoba untuk menenangkan Azzam jangan lupa terus sampai akhir ya bestie.
Azzam sengaja menjauhi Aleta agar ia bisa menelpon se se orang.
" Gimana? " tanya Azzam.
Orang itu " anu tuan kita masih butuh beberapa jam lagi, " jawab nya takut takut.
" Tidak masalah asal kan tepat waktu. "
Orang itu " baik tuan. "
" Berapa jam lagi? " tanya Azzam.
Orang itu " Jam makan malam tuan. "
" Baik saya tunggu aba aba dari kalian, tapi perlu di ingat saya tidak ingin semua nya gagal semua nya harus sesuai dengan apa yang saya minta, saya tidak akan memberikan maaf jika kalian lalai kali ini paham. " Ucap Azzam dengan tegas tanda tidak ingin melihat kesalahan sekecil apapun.
Sedang kan Aleta masih terus menunggu Azzam yang sedari tadi mengantri untuk membeli es cream padahal diri nya tidak pernah meminta itu.
" Apakah dia marah tapi aku kan gak salah selama ini, aku sudah menjauh dari semua nya jika itu menyakut hati, '' ucao Aleta.
" Masak ia aku harus memberi tulisan di jidat ' jangan mendekat sudah ada yang punya ' kan gak lucu, " keluh Aleta.
Sedang kan Azzam sebenar nya tidak marah hanya saja ia terlalu cemburu jika harus mendengar sesuatu tentang Aleta yang sedang di dekati oleh lawan jenis nya.
" Gini amat punya calon istri cantik terlalu banyak saingan, " gumam Azzam.
Hey Azzam sadar diri dong situ juga sama bahkan Aleta sudah di labrak sama orang yang menyukai kamu ha ha ha ha.
Gak sadar ini orang.
Aleta masih duduk tenang di tempat duduk nya dengan setia menunggu kedatangan Azzam.
Sedang kan Azzam sendiri masih membeli beberapa makanan seperti pentol, sosis goreng, sosis bakar, es creamw, es cendol, es dawet, air meneral, usus goreng dan masih banyak lagi.
Azzam ingin menikmati nya bersama dengan Aleta, karena waktu ini tidak akan pernah terjadi lagi.
Ya meksipun diri nya ragu apakah itu bisa habis sebab makanan itu sangat lah banyak.
__ADS_1
Setelah di kira pas Azzam ber balik dan langsung pergi di mana Aleta berada.
Tapi sayang nya Aleta sudah tidak ada.
''Kemana dia?'' gumam Azzam.
''Apakaj dia meninggal kan aku sendiri di sini?''
''Tapi tidak mungkin.''
Azzam celingak-celinguk mencari keberadaan sang calon istri tapi tidak ada.
Melihat jika tas, dan juga barang lain nya ada di sana Azzam yakin jika Aleta tidak kemana mana.
" Mungkin lagi pergi ke toilet, " gumam Azzam .
Tapi sudah beberapa menit Aleta masih belum juga kembali.
Tapi dengan sabar Azzam menunggu nya.
Karena tak mungkin jika Azzam meninggal kan nya, apalagi Aleta tak bawa mobil ia bersama dengan diri nya ke sini menggunakan mobil nya.
Sedang kan di sisi lain nya Aleta sedang membuat rencana untuk ia meminta maaf pada Azzam, calon suami nya.
Meski pun Aleta tak salah tapi apa salah nya minta maaf pikir Aleta.
Demi hubungan nya dengan Azzam baik baik saja.
Aleta masih menyusun rencana dan sudah beberapa menit, tapi Aleta juga tak menemukan ide.
" Pikir Aleta pikir, kamu harus bisa membuat nya memaaf kan mu, " ucap Aleta pada diri nya sendiri.
Dan saat ini posisi Aleta sedang berada di kamar mandi umum, karena hanya di situ tempat yang paling aman untuk ia berpikir tanpa harus di ketahui oleh orang orang.
Sampai akhir nya Aleta teringat dengan sebuah drakor kesukaan nya di mana pemeran utama nya laki laki yang mengungkap kan cinta nya pada pemeran utama perempuan nya dengan cara yang berbeda.
Dan Aleta juga kepikiran untuk melakukan hal yang sama.
" Gak papa kali ya aku minta maaf dengan cara seperti yang drama aku tonton, " ucap Aleta bingung.
" Demi mencair kan es gunung, " gumam nya terkekeh.
Jangan lupa like koment, and vote ya bestie.
Ini bab terakhir ya bestie.
Semoga kalian suka.
__ADS_1