Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Undangan


__ADS_3

Mereka yang ada di sana semua nya kaget.


Mereka tidak menyangka jika pemilik sekolah itu akan mengantarkan kabar yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


''Dan ini undangan untuk kalian,'' lanjut papa Teo.


Lagi lagi merasa hanya bisa menatap papa Teo dengan tatapan bingung, dan linglung, mereka juga tidak pernah menyangka, pap Teo akan memberikan undangan secara khusus.


Mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun, mereka hanya membolak-balik undangan itu, dan membukanya apakah benar nama Azzam dan juga Aleta tertera di undangan itu.


Padahal sudah jelas di depan undang nya sudah tertera nama mereka dengan tinta warna emas.


Mereka membuka nya, dan ternyata resepsi pernikahan itu akan terjadi satu Minggu lagi.


''Ini beneran acara resepsi mereka?'' tanya guru olah raga pada papa Teo.


''Apakah nama mereka kurang jelas di undang itu?'' tanya papa Teo dengan tersenyum.


Karena wajah-wajah guru guru itu yang berada di ruangan itu sangat lah lucu menurut nya.


''Sebenar nya mereka tidak pernah berpacaran seperti berita yang beredar di luaran sana.''


''Mereka, saya jodoh kan beberapa bulan yang lalu,'' jelas nya lagi.


''Apakah itu salah?'' tanya nya lagi.


''Jawaban nya tentu tidak.''


''Apakah mereka pernah bermesraan di sekolah ini?'' tanya nya lagi.


Papa Teo menggeleng kan kepala nya.


''Pernahkah kalian melihat jika putra saya, dan juga menantu saya berduaan di tempat terbuka atau di ruangan tertutup?'' tanya nya lagi.


Lagi dan lagi papa Teo menggeleng.


''Mereka tau batasan mereka, jika hanya mengobrol saya rasa itu tidak masalah, selagi mereka tau batasan, berbeda dengan diluar di saat Aleta tidak memakai seragam, dan putra saya tidak menggunakan nama sekolah, mereka sah sah aja bermesraan, seperti foto yang beredar, di mana letak kesalahan nya, bahkan di foto itu terlihat dengan sangat jelas, ada tanggal bulan dan tahun nya, dan itu terjadi beberapa hari yang lalu setelah Aleta selesai dengan ujian nya,'' ucap Papa Teo dengan santai menjelaskan nya.


''Kenap sekarang kalian diam,'' ucap Azzam dengan kesal.


''Saya tidak pernah menyalahi aturan sekolah, apakah kalian pernah melihat seperti yang tanya kan oleh papa saya?'' tanya Azzam


Mereka semua serempak menjawab ' tidak ' bahkan dengan gelengan kepala nya.


''Pernahkah saya bersikap tidak profesional saat berada di lingkungan sekolah?''


''Pernahkah kalian melihat saya melebihi batas saat mengobrol dengan Aleta ''

__ADS_1


''Apakah sebelum nya kalian pernah menyangka jika saya memiliki hubungan pribadi dengan murid saya sendiri?''


Mereka menggeleng.


''Tidak bukan, terus apa yang kalian permasalah kan?''


''Ingin menuntut saya, dan Aleta ''


''Saya sedari tadi diam bukan berarti saya akan mengiyakan apa kalian ucap kan.''


''Apakah saya pernah menggunakan kekuasaan papa saya di sekolah ini?''


''Jika pun iya sudah pasti kejadian beberapa hari yang lalu apa yang di lakukan buk Siska sudah saya bawa ke jalur hukum menggunakan kekuasaan saya, tidak perlu menggunakan kekuasaan papa saya, atau keluarga besar saya,'' jelas Azzam


''Saya muak berada di ruangan ini, tapi terima kasih atas perhatian kalian,'' jelas Azzam


''Kalau begitu sudahkan, bisa saya keluar dari ruangan ini, dan untuk kasus buk Siska saya akan proses, anggap saja jika apa yang di kata kan oleh buk Siska barusan benar adanya, saya akan menuntut nya menggunakan kekuasaan papa saya, jadi bersiap lah,'' jelas Azzam


''Ayo Aleta kita keluar, masalah ini sudah kelar,'' ajak Azzam


Aleta mengangguk, dan berkata.


''Tapi sebelum itu, saya ingin mengucap kan terima kasih pada kalian semua.''


''Dan jangan lupa datang ke acara bahagia kita,'' ucap Aleta yang memang sengaja mengatakan itu.


Dan setelah itu Azzam, dan Aleta pergi begitu saja.


Sedangkan papa Teo dan sekertaris nya masih berada di sana.


''Saya rasa rapat hari ini selesai, karena tidak ada yang harus di khawatirkan,''ucap Papa Teo.


''Dan untuk buk Siska siap-siap karena ucapan anak saya tidak pernah melenceng sedikit ku, dia akan melakukan apa yang dia ucapkan,'' jelas nya.


''Dan untuk masalah hubungan putra saya, dan Aleta saya rasa itu tidak akan mencoreng nama baik sekolah ini,'' jelas papa Teo lagi.


''Sekalipun berita ini keluar saya pasti kan itu tidak akan menjadi aib, '' tambah nya lagi.


''Saya permisi,'' ucap nya.


Karena ia sudah di tunggu oleh Aleta, dan juga Azzam di ruangan nya.


Sedangkan di ruang papa Teo mereka berdua terlihat sedang main game bareng.


Tidak ada pembahasan masalah yang sempat heboh, karena menurut nya itu sudah selesai..


Saat mereka sedang asyik papa Teo dan juga sekertaris nya datang.

__ADS_1


''Kalian sedang apa?'' tanda nya kepo.


''Main,'' jawab mereka serempak.


''Fokus lah, karena ada sesuatu yang ingin papa sampaikan pada kalian berdua,'' ucap papa Teo yang merasa tidak di anggap oleh ke dua manusia itu.


Mau tidak mau mereka menuruti nya.


''Hubungan kalian udah tersebar, jadi, mau tidak mau kalian harus menghadapi nya,'' jelas nya.


''Dan Aleta Papa ingin kamu membagikan undangan ini kepada teman-teman kamu,'' perintah papa Teo


''Harus ya pa,'' jawab Aleta ragu.


Karena ia masih tidak tahu harus menjelaskan bagaimana ke pada mereka semua, awal mula ia menjalin hubungan dengan Azzam.


Bukan ingin menutup nutupi, tapi percaya lah Aleta masih belum memiliki keberanian untuk itu.


Baru juga ia di nyatakan lulus beberapa jam yang lalu, lalu ia di bawa ke ruang rapat, dan sekarang ia harus membagikan undangan.


Ia terlalu cepat untuk nya.


''Kenapa? kamu tidak mau?'' tanya Azzam yang melihat keraguan di wajah istri nya tersebut.


''Bukan begitu, kamu jangan salah paham,'' jelas Aleta menatap Azzam.


''Terus?'' tanya Azzam


''Aku hanya tidak tau harus menjawab apa, jika mereka bertanya hubungan kita,'' jawab Aleta


''Jika aku menjawab iya, maka akan ada pertanyaan, terus, dan sebagai nya.''


''Tadi aja aku sudah di serbu banyak pertanyaan, apalagi ini,'' lanjut Aleta menjelaskan.


''Itu risiko yang harus kamu ambil.'' jawab apa Teo dengan tegas.


''Tugas mu sekarang adalah meyakinkan mereka jika kamu tidak melakukan kesalahan, dan juga tidak melanggar apapun di sekolah ini,'' jelas papa Teo.


''Jangan sampai berita miring di sekolah ini, akan selalu kamu bawa di masa depan,'' ucap papa Teo dengan memberikan jabatan sesimpel mungkin.


Dan Aleta paham.


''Baik lah nanti aku akan meminta Mentari untuk membantu ku membagikan undangan nya.'' Putus Aleta


Bagaimana tanggapan teman teman Aleta melihat undangan itu.


Jangan lupa dukungannya bestie, dan terima kasih sudah mampir

__ADS_1


__ADS_2