
Dan setelah itu lampu mati tergantikan dengan lampu lilin dan beberapa orang mendekat di sertai dengan nyanyian happy birthday.
Azzam masih tidak percaya jika ada Aleta di depan nya dengan tersenyum manis dan terlihat sangat cantik malam ini.
" Happy birthday honey, aku akan usahakan panggilan itu akan selalu kamu dengar setelah ini" bisik Aleta ke Azzam.
Azzam masih ter diam saat ini dan ia merasa bodoh saat ini karena ia tidak mengerti apa apa.
Apalagi saat melihat senyum dari Aleta orang yang mampu mengubah hidup nya, orang yang mampu mengalihkan dunia nya, dan orang satu satu nya yang bisa membuat diri nya terlena.
Tanpa harus berjuang atau pun merayu Aleta mampu memikat nya dengan hanya sebuah senyuman.
Apalagi saat Aleta membisiskan happy birthday di telinga itu membuat nya lemes, suara indah nya, tatapan nya membuat Azzam mati rasa.
Ingin rasa nya ia membawa Aleta pergi dari sana tapi tak akan ia lakukan tentu karena masih ada para orang tua di sana.
" Potong kue nya sayang, " ucap sang mama karena Azzam masih terus diam.
Azzam hanya mengangguk dan melakukan nya.
Dan tanpa basa-basi Azzam langsung memberikan kue potongan pertama nya untuk Aleta.
" Aku akan berikan kue ini untuk calon istri ku karena mama udah pasti bosan kan tiap tahun menerima potongan pertama dari Azzam, " ucap Azzam dengan santai.
Saat ini ia sudah mampu menguasai diri nya sendiri.
Tidak ada aura dingin, tidak ada Azzam yang cuek yang ada hanya lah Azzam se orang anak yang patuh dan juga santai penuh dengan canda tawa dan juga kehangatan di dalam semua ucapan nya.
" Terima kasih, " ucap Aleta tersenyum.
" Sama sama, " jawab Azzam tersenyum tapi detik berikut nya Azzam mendekati Aleta dan berbisik.
" Aku butuh penjelasan untuk semua ini, dan aku juga minta bacakan ulang puisi yang tadi hanya untuk untuk ku, " ucap Azzam.
Dan percaya lah Aleta merasa jantung nya akan keluar dari tempat nya karena Azzam terlalu dekat bahkan nafas pun dapat Azzam rasa kan dengan jelas.
" Maaf itu hanya untuk sekali dan tidak ada pengulangan, " jawab Aleta.
" Tapi aku maksa, " ucap Azzam.
" Tapi aku tak perduli, " balas Aleta tak kalah sewot.
" Huft, " Azzam hanya menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya dengan kasar.
Sampai saat ini Azzam masih berpikir jika Aleta mashi marah terhadap nya.
__ADS_1
Dan Azzam ingin menyelesaikan semua nya malam ini juga sudah cukup dua hari ini untuk nya dan semua nya terasa hampa tanpa melihat senyuman indah dari calon istri nya tersebut.
Tapi sampai detik ini Azzam masih sangat penasaran dengan mata coklat milik Aleta.
Ia pernah melihat nya tapi dia mana nya Azzam lupa dan dengan mata itu juga lah Azzam bisa luluh dengan mudah dan begitu terpesona dengan Aleta.
Mata yang indah tatapan nya lembut dan juga jernih.
Tapi sampai saat ini itu masih menjadi misteri untuk nya.
Karena sekuat apapun Azzam mengingat nya sekuat itu juga ia tidak bisa mengingat nya.
Saat ini keluarga inti itu akan melakukan makan malam di sebuah atap restoran tersebut dan di sana juga sudah di hias sedemikian rupa.
" Jangan malu-malu Aleta udah sana pepet terus calon suami nya kata nya rindu berat, " ucap Alden sengaja ingin menggoda sang putri.
Entah kenapa menggoda sang putri saat ini adalah favorit nya.
Sedang kan Aleta yang sedang minum langsung terdesak mendengar ucapan sang daddy yang tidak di filter sama sekali.
" Uhuk uhuk uhuk, " anggap saja itu bunyi Aleta batuk.
Sedangkan Azzam hanya tersenyum mendengar calon mertua nya tersebut tapi detik kemudian ia dengan sigap menepuk nepuk punggung Aleta dengan lembut.
" Minum nya pelan pelan Sayang, " ucap Azzam.
Karena Azzam secara terang-terangan memanggil nya dengan sebutan Sayang.
" Udah mulai sayang sayang ini Mom, " ucap Alden yang tidak peduli dengan muka Aleta yang nampak seperti kepiting rebus.
Bukan karena malu tapi juga efek dari terdesak tadi masih terasa.
Bahkan saat ini tenggorakan sama telinga nya masih terasa panas.
" Dad sudah, " ucap Alexa.
" Kasihan itu anak ku muka nya udah seperti karung beras kusut banget eh bukan deng lebih tepat nya seperti kepiting rebus, " ucak Alexa sama dengan Alden.
" Dad, mom, " protes Aleta.
" Kenapa aku punya orang tua yang sama sama iseng sih, " gumam Aleta dalam hati.
Karena jika sudah begini maka Alexa dan juga Alden akan selalu kompak dan Aleta juga heran dengan itu mungkin karena jiwa dan raga mereka berdua bersatu itulah pemikiran Aleta selama ini.
" Kenapa kamu tidak merindukan ku? " tanya Azzam.
__ADS_1
Dan ia juga memikirkan hal sama dengan Alden yaitu menggoda Aleta nampak sangat menyenangkan dan juga menggemas kan jika sedang merasa malu.
" Bukan begitu~
" Bukan begitu apa nya? " tanya Azzam penasaran.
" Auh ah Ma, Pa, foto yuk, " ajak Aleta.
" Boleh sayang karena mama sudah menyiapkan semua nya, '' jawab Mama Rani.
Karena mereka sudah menyiapkan semua nya fotografer pun sudah ada dan itu fotografer bukan kaleng-kaleng satu jam nya bisa jutaan jika memakai fotografer tersebut.
Dan karena tidak akan ada foto prewedding jadi kedua keluarga itu sepakat untuk menjadikan hari ini sebagai foto keluarga dan juga foto prewedding untuk Azzam dan juga Aleta.
Tanpa sepengatahuan Aleta.
Dan para orang itu juga sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk mereka pakai malam ini.
Tapi jika mereka juga ingin melakukan foto prewedding sendiri mereka semua tak akan keberatan.
" Niat banget sih Ma, " ucap Azzam.
" Harus totalitas sayang, " jawab sang Mama.
Dan mereka pun melakukan foto dengan di awali dengan foto keluarga.
Dan setelah itu para orang tua pulang terlebih dahulu dan meminta Azzam untuk mengantar kan nya pulang.
Tentu Azzam akan melakukan nya dengan senang hati.
Azzam dan juga Aleta hanya mengganti pakaian tiga, dan setelah semua nya beres semua nya pulang dan hanya tinggal Aleta dan juga Azzam di sana.
Dan mereka akan mengabadikan moment indah itu bersama.
Karena Azzam dan Aleta sama sama memiliki pengikut yang banyak di Ig jadi mereka akan mengabadikan moment ini dengan cara mereka sendiri.
Tapi tentu dengan banyak nya teka teki.
Dan juga dengan pakaian yang berbeda.
Azzam sengaja menutupi wajah Aleta dengan stiker agar mereka tidak ada yang mengenal nya.
Dan untuk Aleta ia hanya mengabadikan tempat bersejarah itu an juga foto di mana tangan nya di genggaman erat oleh Azzam.
Dan dengan caption yang sama yaitu you are mine.
__ADS_1
Masih mau lanjut gak?.