Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Aleta dongkol


__ADS_3

Pagi bestie


Semoga kalian suka


Awali hari ini dengan bismillahirrahmanirrahim ya besti agar semua nya terasa ringan.


Semangat bestie.


Marshanda yang di olok olok oleh geng arisan nya menjadi sangat marah, tapi kali ini ia tak bisa melakukan apa-apa sebab saat ini posisi nya ia sedang tidak baik baik saja.


Tapi dalam hati nya Marshanda berjanji akan memberikan semua balasan.


" Pulang lah jeng ini tidak baik untuk di terus kan, " ucap mama Rani pada akhir nya.


Mama Rani sudah merasa muak dengan Marshanda, tapi ia tahan karena bagaimana pun mama Rani harus bisa menjaga image nya agar suami nya tak malu, kemana pun ia pergi ia akan selalu ingat jika ia membawa nama baik suami nya, maka dari itu semua yang mama Rani lakukan akan di pikir kan baik baik, karena takut dengan konsekuensi nya, sekali pun suami nya tidak melarang untuk ia melakukan apapun yang ia suka, tapi tetep aja rasa tanggung jawab itu selalu Mama Rani bawa, dan ia akan jaga sampai kapan pun.


Begitu lah bagaimana cara mama Rani mencintai suami nya.


Simple, tapi sangat penuh dengan makna.


" Pulang lah anggap semua ini tidak pernah terjadi jika, kamu jangan lambung merasa sakit hati dengan apa yang terjadi saat ini , jangan juga langsung menyalah kan orang lain , introspeksi diri lah lebih dulu sebelum kamu membenci orang, pikir kan baik baik semua yang kamu lakukan, dan ingat apa yang menantu saya kata kan, ini adalah peringatan untuk kamu, jangan pernah lagi mengusik kehidupan keluarga ku, atau pun mencoba untuk memisahkan putra ku dengan calon putri ku, karena jika sampai kamu nekat itu tidak akan baik untuk masa depan mu sendiri, dan aku pasti kan jika kamu menggangu Aleta, aku yang akan membalas kamu lebih dari apa yang kamu lakukan, sekarang atau pun nanti, ingat ini baik baik dan catat baik baik, aku memiliki satu rahasia mu yang tidak diketahui oleh orang lain kecuali diri mu sendiri dengan dokter kandungan itu, " ucap mama Rani yang terlihat sangat cantik, tapi penuh dengan aura yang menyeramkan.


Marshanda tidak menjawab apa-apa, karena ia sudah kalah untuk saat ini.


" Ingat! aku tau siapa Amanda yang sebenar nya, siapa ayah nya, dan siapa orang yang telah kamu khianati, jadi, jangan macam macam, atau jika tidak nyonya meneer akan memilin mu menjadi abu, karena dia sangat benci dengan orang yang bermain api dengan nya, " ucap mama Rani dengan berbisik, karena ia tidak ingin ada yang mendengar ucap nya kecuali Marshanda itu sendiri.


Jika tidak maka semua nya akan kacau, dan mama Rani tidak akan bisa membuat Marshanda diam dan bertekuk lutut di hadapan nya.


Dan jika itu terjadi maka semua nya tidak akan seru lagi.


" Pulang lah, " ucap mama Rani dengan lembut.


Dan mau tidak mau Marshanda bangun, dan pergi begitu saja.


Marshanda cukup tahu di mana diri nya harus maju, dan di mana ia harus berhenti, jika tidak maka ia yang akan di hancur kan.

__ADS_1


Sedang kan Aleta sendiri di bawa ke taman belakang oleh calon suami nya.


Di mana tempat itu adalah tempat pertama kali nya mereka bertemu, di mana pada saat itu Aleta sedang bermain dengan ikan ikan yang masih terlihat unyu unyu, tapi di ganggu oleh Azzam.


Karena pada saat itu Azzam mengagetkan nya al hasil karena kejadian itu bibi*r mereka bertemu di saat Azzam ingin menolong Aleta yang hampir jatuh ke kolam ikan tersebut.


Di taman belakang itu tidak ada kolam renang hanya ada kolam ikan, dan beberapa koleksi bunga mama Rani.


Lebih tepat nya untuk penghijauan di rumah besar tersebut.


Karena mama Rani tidak pernah mengurus nya ha ha ha, hanya memenuhi nya.


Maka Rani hanya suka membeli, tapi tidak dengan merawat nya ha ha ha biasa istri sultan mah bebas.


Bahkan tanaman itu bukan tanaman biasa, harga nya ratusan juta, tapi untuk keluarga Al Fahrizal itu tidak ada apa apa nya.


Sedang kan Aleta sendiri masih merasa dongkol dengan kejadian tadi.


Bagaimana tidak ia tidak tau apa apa malah di serang.


Dan yang bikin tambah enek adalah ia di kata kan anak kecil.


" Sialan tu Tante Tante awas aja ya, aku laporin ke mommy biar tau rasa, " batin Aleta tidak terima.


Sedang kan Azzam hanya bisa menenangkan calon istri nya tersebut.


" Sayang, " panggil Azzam dengan penuh kelembutan, dan juga perhatian.


Suara nya juga sangat lembut siapa pun yang mendengar nya pasti akan ter sentuh.


Tapi author rasa kali ini berbeda karena tidak ada sautan dari Aleta.


Aleta masih membisu setelah di bawa duduk oleh Azzam.


Azzam mengambil nafas nya dalam dalam, karena ia harus bisa membujuk Aleta agar ia tidak bersedih lagi, karena ada hal yang ingin Azzam sampai kan dengan sangat serius.

__ADS_1


Sedang kan Aleta bukan merasa sedih ia hanya merasa sangat sangat kesal dengan perempuan kucing garong tersebut.


" Sudah tua masih belagu, " batin Aleta merasa dongkol.


" Jika saja tadi dia berhasil menyentuh tub*uh ku, maka sudah bisa di pastikan jika aku akan nyamuk, dan akan mandi tujuh kembang setelah nya,'' batin Aleta.


" Sayang,'' panggil Azzam lagi.


Tidak ada sautan maka dari itu terpaksa Azzam menyentuh bahu Aleta agar ia bisa sadar.


" Apa, " jawab Aleta setelah sadar.


" Kamu kenapa? " tanya Azzam.


" Emang nya aku kenapa, " heran Aleta.


" Kok diem, " tanya Azzam.


" Aku gak papa, hanya saja aku merasa keki dengan tante tante itu, bisa bisa nya dia ber sikap sombong begitu di kira aku gak bisa apa, " jawab Aleta dongkol.


" Ya kan kamu udah jawab sayang, " balas Azzam.


" Tapi tetap aja aku belum puas ingin rasa nya aku mencakar mulut nya itu agar bisa diem, kalau bisa aku bawa tu mulut ke sekolah agar bisa ngomong yang lebih bermanfaat lagi, lebih enak dengar, lebih baik lagi tanpa harus nyinyir terus, " jawab Aleta panjang lebar, karena masih merasa sangat kesal.


" Udah dong yang jangan marah marah terus, " ucap Azzam.


" Kayak situ gak pernah marah aja, " cibir Aleta.


Dan Azzam hanya menanggapi dengan senyuman manis nya, tak lupa juga dengan lesung pipi nya yang terlihat sangat jelas.


Dan itu membuat Aleta meleleh.


Emang lilin kekeh 🤭🤭🤭


Jangan lupa koment besti.

__ADS_1


__ADS_2