Perjodohan Anak Sahabat

Perjodohan Anak Sahabat
Dua jam lebih


__ADS_3

Pagi bestie bagaimana kabar kalian hari ini.


Apakah tidur kalian nyenyak.


Tapi apapun itu, author hanya berharap semoga hari-hari kalian, terutama hari ini berjalan dengan lancar, semoga kalian sempat di beri kan kesehatan, di beri kan rezeki yang lancar banyak, dan barokah.


Amin.


Baik lanjut ke cerita bestie.


Pagi hari nya pengantin baru itu masih terlelap.


Tidak ada tanda-tanda bangun.


Padahal saat ini sudah jam 10.00.


Semua keluarga yang berada di hotel itu sudah sarapan.


Mereka menjadi bahan ghibah keluarga saat sarapan tadi pagi.


Bagaimana tidak Mama Rani sudah menyuruh beberapa staff hotel untuk membangunkan menantu, dan juga putra kesayangan nya.


tapi mereka kembali dengan tangan kosong.


Dan untuk saat ini mereka yakin dengan pikiran mereka, karena setelah semua para tamu undangan selesai memberikan selamat.


Para sahabat sudah mengucapkan semua nya baik ke Aleta atau pun ke Azzam.


Setelah itu mereka berdua menghilang.


Dan keluarga memang membiarkan nya, karena nampak Aleta yang sudah terlihat sangat capek.


Mereka pikir pengantin lama itu, tidak akan melakukan malam panas.


Tapi pemikiran mereka salah, sebab setelah mereka masuk ke kamar, mereka tidak pernah keluar kamar untuk lagi, bahkan untuk mengisi perut pun mereka tidak sempat.


''Kali ini aku benar-benar yakin |00% bahkan 1000%, jika mereka melakukan nya tadi malam,'' ucap tante dari Aleta.


''Aku setuju itu Mbak,'' jawab tante yang lain nya.


''Mereka melakukan berapa ronde ya?'' tanya mereka lagi.


''Ya mana aku tahu kita kan tidak melihat nya langsung,'' jawab nya.


Ke dua orang tua Aleta dan Azzam hanya bisa geleng-geleng kepala.


Mereka juga satu pemikiran dengan keluarga mereka.


Orang tua itu hanya bisa tersenyum, kata mereka tidak tahu harus menanggapi nya dengan cara apa.


''Apakah Aleta mampu menandingi Azzam '' tanya nya lagi.


''Kamu pikir mereka sedang berlomba, sedang bertanding,'' jawab tante satu nya dengan tersenyum geli.

__ADS_1


''Benarkan Kak ada yang salah dengan perkataan ku?'' tanda nya.


''Ya, lebih tepat nya bisa nggak Aleta menyeimbangi kekuatan Azzam bukan menandingi,'' koreksi nya.


''Mendengar itu aku jadi merinding ya.'' ''Ngomong-ngomong soal keponakan ku itu, apakah dia tahu cara nya?'' ucap salah satu om dari Azzam.


Mendengar itu papa Teo tidak terima.


''Kamu kira mereka lahir di zaman apa,'' jawab papa Teo dengan ketus.


''Kenapa Kakak yang sewot,'' jawab adik dari papa Teo.


''Kamu sengaja kan ingin mencoreng nama ku,'' balas Papa Teo dengan sengit.


''Lah, apa hubungannya Kak,'' heran sang adik.


''Kamu pikir Azzam bodoh soal begituan, sekalipun, Azzam tidak pernah melakukan nya, tapi dia terlahir dari bibit unggulan, masa cuma mau enak enak gak tau, lihat dulu siapa bapak nya,'' jawab papa Teo dengan ketus.


Mendengar itu sang adik langsung tertawa, karena sekarang ia tahu apa penyebab kakak nya marah.


''Tenang kakak, tenang, tenang, kita bisa bicara kan ini baik-baik,'' balas sang adik dengan iseng.


Dan perdebatan itu menjadi pelengkap untuk mereka semua.


'' Aku juga kepikiran mereka melakukan beberapa ronde,'' ucap papa Teo akhirnya.


''Berapa pun itu, bukan urusan kita, doakan saja semoga ada hal baik setelah ini,'' jawab sang istri.


Dan setelah itu mereka kembali ke kamar masing masing.


Sedang kan jam 10.30 Aleta bangun terlebih dahulu.


Hal pertama yang Aleta lihat adalah wajah tampan dari suami nya.


Saat Aleta berencana untuk mandi, tiba tiba saja ia mengurungkan niat nya.


Karena badan nya seakan tidak bisa di gerak kan sama sekali karena saking pegal nya.


Aleta tidak menyangka jika pertarungan nya semalam akan membuat nya sakit di ke esokan hari nya.


Akhir nya Aleta memilih untuk berbaring kembali, dan menarik selimut untuk menutupi badan nya yang polus.


Setelah dirasa nyaman, Aleta memiringkan badan nya.


Dan ia mengagumi ciptaan Tuhan yang menurut nya sempurna.


Wajah suami nya seperti lukisan yang di pahat dengan sangat-sangat indah.


Aleta masih tidak menyangka, jika orang itu adalah suami nya, bahkan mereka sudah beberapa kali menyempurnakan pernikahan mereka seperti tadi malam.


Aleta merata ini masih mimpi, karena ia bisa dengan sangat mudah mendapatkan Azzam


Di mana banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nya, sedang kan diri nya tidak perlu berjuang, dan tidak perlu mengejar.

__ADS_1


''Honey bangun,'' ucap Aleta dengan lembut.


Tidak ada sahutan dari sang suami.


''Honey, ini sudah jam 10.30,'' ucap nya dengan mengelus pipi Azzam dengan lembut.


''Sebentar lagi baby, masih ngantuk,'' jawab nya.


Dan tiba-tiba tangan Aleta di pegang dan kecup oleh Azzam


Meski itu bukan pertama kali nya, tapi Aleta masih merasa deg-degan.


Aleta menatap bi*ir sang suami.


B*bir yang semalam menc*um nya tanpa henti.


Bi*ir yang semalam tidak pernah berhenti memberi nya tanda-tanda kepemilikan di seluruh tu*uh nya.


B*bir yang tidak pernah berhenti untuk meng*lum, dan juga meng*isap area sen*itif nya.


Mengingat itu Aleta menjadi merinding sendiri.


''Honey, bangun aku mau mandi,'' jelas Aleta


Mendengar itu Azzam langsung membuka mata nya.


''Ya udah kalau gitu mandi bareng, karena aku juga ingin mandi,'' jawab Azzam yang tentu memiliki maksud lain.


Dan Aleta hanya mengaguk.


Karena Aleta berfikir jika mandi bareng, dan menyenangkan suami adakah pahala.


Tapi, setelah mereka masuk, mereka tidak keluar-keluar bahkan jika di hitung dengan teliti, mereka berada di dalam kamar mandi itu sudah 2 jam lebih 8 menit, 42 detik.


Barulah jam 13.30 mereka keluar.


Dengan Aleta yang terus mengomel dari saat pintu kamar mandi itu di buka untuk pertama kali.


''Tahu gitu, aku tidak mau di ajak mandi bareng,'' ucap Aleta.


''2 jam lebih bayang kan 2 jam lebih, berada di dalam kamar mandi, kamu gak lihat tangan ku sampai keriput gara-gara kedinginan,'' ucap nya yang terus mengoceh gak jelas.


''Jam 13.30 siang kita baru keluar, kamu mau aku mati,'' omel Aleta yang tidak henti-henti nya.


Sedang kan Azzam hanya diam, tidak ada niatan untuk mencegah istri nya itu, karena menurut nya, jika Aleta mengomel itu sangat lah imut.


Ada orang yang mengomel terlihat ikut, author rasa tidak.


Hanya Azzam yang menganggap nya seperti itu, apakah Azzam sudah gila entah lah.


Jangan lupa dukungan nya bestie.


Bye bye.

__ADS_1


__ADS_2