Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Bab 12


__ADS_3

"Memangnya siapa yang menyuruhmu membawa rumahmu yang di desa ke Jakarta, Tan? Memangnya kamu hewan kura-kura, yang selalu membawa rumahnya kemana pun pergi!" jawab Yoga terkekeh.


"Lalu, Mas? Aku ada sedikit tabungan. Tapi Mas Indra pernah mengatakan, jika tabungan ini akan di belikan kebun yan ada di belakang rumahku. Kita akan bercocok tanam di sana, Mas. Dan kita akan membangun bisnis baru agar ibunya Mas Indra tidak menghina dan merestui pernikahan kita." ucap Tania.


"Kamu tenang saja, di sini ada aku. Aku tidak mungkin membiarkanmu berpikir masalah rumah atau fasilitas lainnya. Kamu adalah titipan sahabatku. Jadi, biar aku perjelas lagi. Masalah rumah, itu masalah mudah. Aku punya apartemen. Kamu bisa pakai apartemenku untuk tempat tinggalmu sementara. Dan aku akan berikan fasilitas kendaraan seperti mobil. Kamu bisa menyetir mobil, kan? Kalau tidak bisa, biar aku bawa kamu ke tempat kursus setir mobil." jawab Yoga membuat Tania yang mendengarnya seketika mengerucutkan bibirnya tak suka.


"Memangnya, wajahku wajah tidak bisa menyetir mobil, Mas? Asal kamu tahu, aku bisa menyetir mobil. Bahkan aku lebih ahli dari kamu. Hanya saja aku diam. Aku tidak mau membuatmu tercengang karena kehebatanku!" gerutu Tania.


"Baiklah. Jadi, kamu mau tinggal di apartemenku, kan?" tanya Yoga kembali pada topik pembicaraan awal.


"Aku harus memikirkan semua ini matang-matang, Mas. Aku harus mencari orang untuk menjaga rumahku sampai aku kembali." ucap Tania.


"Kamu tenang saja, ada aku. Aku yang akan mencari asisten rumah tangga untuk menjaga rumahmu dan Indra. Dan aku pastikan rumahmu tidak akan hilang atau terbawa kura-kura yang tidak punya rumah. Sekarang, kamu hanya tinggal jawab 'Iya atau tidak'." jawab Yoga.


Tania berpikir sejenak. Dia menatap lurus ke depan sambil memikirkan semua ucapan dari pria di sampingnya. Dengan keraguan dan keyakinan yang bercampur menjadi satu. Akhirnya, Tania memutuskan keputusannya.


"Aku mau pindah, Mas. Tapi kamu janji, itu bukan apartemen untuk menyembunyikan salah satu wanitamu itu kan, mas?" tanya Tania yang mendapat kekehan dari pria di sampingnya.


"Kalau iya, kenapa?" tanya Yoga terkekeh.


"Kalau apartemenmu tempat menyembunyikan semua wanitamu, itu artinya apartemenmu tidak aman. Aku takut, kalau kamu bertengkar atau ketahuan berselingkuh. Dan mereka semua datang ke apartemen lalu melihatku, bagaimana? Tidak lucu, kalau mereka mengganggapku sebagai salah satu wanitanya. Aku bisa habis di pukuli semua wanitamu itu, Mas!" kesal Tania menyilangkan ke dua tangannya di dadda, "Masa seperti itu, harus aku jelaskan juga! Seharusnya, kamu sudah tahu, Mas! Tidak perlu aku jelaskan." sambungnya lagi.

__ADS_1


"Hem, aku bercanda. Jangan di anggap serius. Aku mempunyai dua apartemen. Dan apartemen ini, adalah apartemen khusus untuk keluarga saja. Ya, memang letaknya bersebelahan dengan apartemen untuk menyembunyikan wanita. Tapi kamu tenang saja, tidak ada yang tahu, kalau apartemen di sampingnya adalah apartemenku juga!" jawab Yoga.


Mendengar semua ucapan pria di sampingnya. Tania seketika bertepuk tangan. "Huh, memang pria buaya darat. Kenapa tidak mencari satu wanita untuk kamu nikahi saja, Mas? Jadi, kamu tidak perlu mempunyai banyak wanita yang membuatmu pusing sendiri!" saran Tania.


"Aku belum mendapatkan wanita yang sesuai dengan kata hatiku. Semua wanita yang dekat denganku adalah wanita matre. Mereka haus akan uangaku!" jawab Yoga.


"Memangnya kriteria wanita idamanmu seperti apa, Mas? Siapa tahu, aku bisa mencarikannya. Atau siapa tahu juga, ada temanku yang mempunyai kriteria sama seperti yang kamu ucapkan. Aku hanya ingin membantumu saja, Mas. Jangan tersinggung dengan ucapanku, ya!" ujar Tania.


"Hahah tersinggung? Aku tidak mungkin tersinggung dengan semua ucapanmu. Bahkan ada beberapa wanita yang mengucapkan kata kasar padaku, tapi aku biasa saja. Aku tidak marah atau pun tersinggung dengan ucapan mereka. Bagiku, aku mendapat ucapan seperti itu, sudah biasa. Mereka menganggapku pria yang haus bellaian, Tan!"


"Oh, begitu. Oh, iya, kamu belum sebutkan kriteria wanitamu seperti apa, Mas? Siapa tahu, aku mempunyai teman yang sesuai dengan kriteriamu!" tanya Tania.


"Kamu tidak salah bicara, Mas? Kamu sedang menghinaku atau memujiku?" ucap Tania menatap wajah pria di sampingnya dengan lekat.


"Aku serius. Untuk apa aku berbohong?" jawab Yoga.


"Oh. Aku pikir, kamu berbohong, Mas. Maafkan aku!" lirih Tania.


Sedangkan di satu sisi. Setelah mobil yang dikendarai Ratu terparkir mulus di halaman rumahnya. Ratu langsung memanggil beberapa asisten rumah tangga untuk menurunkan barang milik Lisa yang ada di bagasi mobil.


"Biar aku bantu ya, Ndra!" titah Lisa setelah turun dari mobil milik Ratu.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku harus mandiri. Aku tidak boleh bergantung pada siapa pun. Aku harus bisa berdiri tegak di atas kaki ku sendiri!" jawab Indra.


Ratu yang mendengar penolakan pun seketika menatap tajam putranya. "Kamu berani bicara seperti itu, Ndra? Ingat, kamu sedang sakit. Seharusnya kamu bersyukur Lisa mau perhatian merawatmu."


"Tapi aku bisa sendiri. Aku tidak perlu bantuan orang lain. Ibu bisa tunjukkan saja dimana kamarku! Aku ingin istirahat!" ucap Indra menjatuhkan pantatnya di kursi roda.


"Kamu benar-benar pria keras kepala, Ndra!" kesal Ratu. "Biarkan saja dia melakukan semuanya sendiri, Lis. Kita tinggal lihat, apa yang akan terjadi selanjutnya." ujarnya lagi.


Indra mulai menginjakkan kakinya keluar dari mobil. Di pegang kepalanya yang mulai terasa pusing.


Melihat pria di hadapannya meringis kesakitan. Lisa segera membantunya tapi belum sempat Lisa membantunya, tiba-tiba tangan Indra terulur dan mencegah Lisa untuk membantunya.


"Aku bisa sendiri. Kamu tidak perlu membantuku." titah Indra mendudukan pantatnya di kursi roda dan menggerakkan kursi roda itu agar sampai ke dalam rumahnya.


Lisa dan Ratu hanya bisa menatap kepergian Indra dari kejauhan.


"Tante, Indra sudah menikah?" tanya Lisa setelah mereka tinggal berdua. "Katakan saja, Tan. Kapan Indra menikah?"


"Maafkan Tante. Tapi Indra nekat menikahi wanita miskin itu di belakang kita. Dan tapi kamu tenang saja. Tante akan pastikan mereka berpisah. Kamu mencintai Indra kan?" tanya Ratu menatap lekat wanita di sampingnya.


"Iya, aku mencintai Indra. Aku rela mengabaikan pekerjaanku demi Indra. Dan aku mau saja membuat Indra jatuh hati padaku, tapi orang tuaku, Tan? Orang tuaku tidak akan setuju, jika aku menikah dengan pria yang sudah menikah. Apalagi dalam keadaan Indra amnesia. Aku tidak mau kecewa terlalu dalam. Maka dari itu, aku butuh penjelasan dari Tante. Aku butuh penjelasan yang jelas." ujar Lisa.

__ADS_1


__ADS_2