Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Bab 7


__ADS_3

"Pernikahan kalian Sah. Kamu tidak perlu khawatir." jawab Yoga.


"Kalau pernikahanku sah, kenapa Tuhan memberikan ujian ini, Mas? Ujian yang sangat berat ini. Aku tidak bisa kehilangan Mas Indra. Dan aku tidak bisa melihat Mas Indra bersama wanita pilihan orang tuanya."


"Kamu tahu, Tan. Pernikahan itu bukan main-main. Ini ujian untuk kalian. Jika cinta kalian sangat besar, aku yakin ... suatu saat cinta kalian lah yang akan menjadi pemenangnya." jawab Yoga.


"Aku hanya bisa meng aamiin kan setiap ucapanmu itu, Mas!" ujar Tania.


Setelah beberapa menit mobilnya membelah jalanan ibu kota. Kini mobil yang di kendarai Yoga sudah sampai di depan halaman rumah Tania.


"Istirahatlah. Besok aku akan datang membawakanmu sarapan pagi." titah Yoga.


"Tidak perlu, Mas. Aku bisa masak sendiri!" jawab Tania membuka pintu mobil dan turun. "Hati-hati, Mas!" ucap Tania lagi saat melihat mobil Yoga berjalan menjauh.


Melihat kepergian mobil sahabat suaminya. Lagi dan lagi Tania harus menghapus air mata yang sedari tadi menetes.


"Mas, aku mohon ... ingatlah denganku, ingat dengan pernikahan kita, Mas!" lirih Tania lemas.


Ke esokkan harinya, di rumah sakit, tepatnya di ruangan Indra. Baru saja datang seorang wanita cantik dan sekksi.


"Ini pacarmu, sayang! Kamu ingat dengan Lisa?" titah Ratu sambil memperkenalkan wanita cantik di sampingnya.


"Lisa?" gumam Indra berusaha mengingat wajah wanita di hadapannya. "Aku tidak ingat, Bu!" sambungnya lagi.

__ADS_1


"Okeh. Kamu jangan terlalu memaksakan dirimu. Lambat laut, pasti kamu mengingat semua tentang kalian." jawab Ratu.


"Hai, Ndra. Maafkan aku, aku baru bisa menemuimu sekarang. Banyak pekerjaan yang haru aku selesaikan. Bagaimana keadaanmu? Saat aku dengar kamu kecelakaan, aku langsung panik dan aku cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaanku." ujar Lisa mengusap punggung tangan Indra. "Maafkan aku ya, sayang."


Indra tersenyum lalu menarik tangannya dari genggaman wanita yang bernama Lisa. "Aku tidak apa-apa. Tapi aku tidak bisa mengingat kamu dengan jelas. Maafkan aku," ucap Indra.


"Kamu tidak perlu meminta maaf, sayang. Ini bukan kesalahanmu. Tapi ini kesalahan orang yang bernama Tania." ujar Lisa.


"Tania?" gumam Indra lirih, "Siapa Tania? Aku seperti tidak asing dengan namanya? Apa Tania kenal denganku?"


"Tania, wanita yang semalam bersama pria yang ada di sini, Ndra. Wanita itu bernama Tania. Dan ibu dengar dari warga yang menolongmu, kalau Tania itu orang yang jahat. Dia yang membuatmu kecelakaan sampai seperti ini. Dan kamu tahu sendirikan, selain jahat ... dia mengaku-ngaku menjadi istrimu. Padahal, kamu belum menikah." timpal Ratu.


"Oh, jadi wanita yang semalam mengaku menjadi istriku itu namanya Tania? Nama yang cantik, sama seperti orangnya. Tapi, aku lihat, tangisnya seperti orang yang tulus." jawab Indra.


"Kita laporkan saja pada polisi, Bu? Biar tidak ada yang menjadi korban lagi? Tapi entah kenapa aku masih tidak mempercayai wanita itu jahat." jawab Indra lalu menatap wajah Lisa. 'Justru entah kenapa, aku tidak suka melihat wajah Lisa. Dia seperti orang yang sedang merencanakan sesuatu. Tapi aku tidak boleh berburuk sangka. Mungkin saja, ini efek dari kecelakaanku!' batin Indra.


"Ya, sudah. Kamu bisa istirahat di sini. Ibu dan Lisa mau mencari sarapan pagi." titah Ratu.


"Di mana Ayah, Bu?" tanya Indra saat tak melihat batang hidung Roy.


"Ayahmu sedang ke kantor. Untuk beberapa hari ke depan sampai kamu sembuh, ayahmu akan menggantikan posisimu. Kamu tidak keberatan kalau kamu di sini sendirian, kan? Atau ... ibu panggilkan Suster?" saran Ratu.


"Tidak perlu. Aku sudah membaik, hanya saja ... jika aku mencoba mengingat semuanya, kepalaku terasa sakit. Kalian cari makan saja!" titah Indra.

__ADS_1


"Aku hanya sebentar, sayang!" ujar Lisa yang mendapat anggukan kecil dari Indra.


Akhirnya Ratu dan Lisa berjalan keluar ruangan menuju kantin.


Sedangkan di satu sisi. Yoga dan Tania sudah sampai di depan rumah sakit.


"Mas, kira-kira di ruangan Mas Indra ada orang tua Mas Indra atau tidak, ya?" tanya Tania setelah melepas sabuk pengamannya.


"Aku juga tidak tahu. Tapi kalau kamu penasaran. Kita bisa cek saja. Jika ada ke dua orang tua Indra. Sebaiknya, kita tunggu sampai ke dua orang tua Indra lengah. Tapi aku juga mendapat kabar dari sekertaris Indra. Jika mulai hari ini, perusahaan yang sudah Indra abaikan akan di pegang oleh ayahnya lagi. Jadi, kemungkinan Om Roy sedang ada di kantor." jawab Yoga, "Kita turun saja!" titahnya lagi.


Tania mengangguk. Dia turun dari mobil yang ditumpanginya. "Maafkan aku, aku sudah merepotkanmu, Mas! Mas Indra pasti bahagia mempunyai sahabat sepertimu!" lirih Tania.


"Huh, di bilang bahagia ... ya, aku dan Indra tidak terlalu bahagia. Hobi kita selalu bertengkar. Apalagi kalau mulut Indra sudah berbicara, seperti orang yang sedang ceramah. Dia juga suka mengganggu kesenanganku. Seperti sebelum kecelakaan, Indra menelfonku yang sedang asik berduaan dengan wanita-wanitaku." jawab Yoga sambil memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.


"Mas Indra suka bermain wanita, Mas?" tanya Tania yang mendapat gelengan kecil dari pria di sampingnya, mereka melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit.


"Indra bukan tipe orang sepertiku yang melihat wanita cantik tidak berkedip, Tan. Indra tipe orang yang setia, maka dari itu ... dia berani menikahimu tanpa restu. Tapi aku heran, kenapa ke dua orang tua Indra tidak merestui pernikahan kalian. Padahal, kalian saling mencintai? Menurutku harta bukan penghalang, Tan!" keluh Yoga sambil memutar otaknya.


"Sudah aku bilang, orang tua Mas Indra sudah mempunyai calon untuk Mas Indra. Tapi Mas Indra tetap ingin bersamaku. Jadi, mungkin alasan utama mereka tidak merestui pernikahan aku dan Mas Indra karena aku bukan calon menantu idamannya." jawab Tania yang tak sengaja melihat dua wanita keluar dari ruangan suaminya. "Mas, itu bukannya ibunya Mas Indra?" tanya Tania menunjuk Ratu yang sedang berjalan bersama Lisa. "Tapi siapa wanita yang bersama Tante Ratu?" tanyanya lagi.


"Em, oh ... aku ingat! Itu namanya Lisa. Dia memang anak orang kaya. Dan ke dua orang tua Indra sangat antusias menjodohkan Indra dengan Lisa. Lisa juga bekerja sebagai model papan atas di luar negeri." jawab Yoga.


"Pantas saja ke dua orang tua Mas Indra tidak merestui pernikahanku ya, Mas. Ternyata calon yang di pilihkan untuk Mas Indra lebih segalanya," keluh Tania.

__ADS_1


__ADS_2