Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 45. Hubungan Yang Renggang


__ADS_3

Malam ini Karine bertemu dengan teman-temanya, tentu saja kecuali Rere. Bianca baru pulang dari Jepang, dia turut kasihan dengan Karine dan tidak menyangka dengan Rere yang tega merebut Leo. Akhirnya dia mengaja semuanya untuk makan malam bersama di sebuah resto, sekalian Bianca juga membawahkan oleh-oleh.


Karine datang sendiri, tidak lupa dia sudah mengabari Fedro. Karine masuk kedalam resto dan benar saja teman-temanya sudah ada disana, mereka tersenyum pada Karine seolah-olah memberikan kekuatan agar membuat Karine semangat.


"Maaf tadi ada urusan dikit di kantor, tumben kalian gercep pada udah datang?" tanya Karine lalu duduk di samping Bianca.


"Aku turut sedih dengar cerita kamu, kamu harus kuat. Rere jahat banget!" sahut Bianca lalu memeluk Karine.


"Iya aku baik-baik aja kok Bi, kamu tanang aja" jawab Karine di selah pelukan mereka.


"Aku juga nggak nyangka, Rere beneran nikah. Kemarin aku di kirim undangan tapi aku nggak datang" sahut Lisa sambil menyuapi Anabel makan.


"Sama aku juga, malas banget lihat mukanya. Siapa coba yang bantu dia selama dia susah, orang kayak dia nggak usah di baik-baikin" sambung Cia yang juga ikut kesal.


"Padahal aku tidak membenci dia, dia sendiri yang membuat hubungan kami jadi renggang. Aku juga baik-baik aja kalau dia nggak mau temenan sama aku" jawab Karine setelah melepaskan pelukanya.


"Sudalah jangan bahas dia lagi, saatnya aku bagi-bagi oleh-oleh buat kalian. Aku juga punya kabar gembira" ucap Bianca terlihat sangat senang.


"Ini terima dulu oleh-oleh nya" sambung Bianca memberikan mereka satu-satu paper bag yang cukup besar.


"Apa ini? kayaknya mahal" sahut Cia sambil membuka paper bag di tanganya.


"Wah isinya tas" sambung Cia mengeluarkan tas itu dari paper bag.


"Iya itu tas, aku sengaja memberikanya. Asal kalian tau itu tas keluaran terbaru dan edisi terbatas" jawab Bianca.


"Terima kasih Bi, aku suka. Cantik sekali tasnya" ucap Karine yang juga membuka paper bagnya, Karine memang suka mengoleksi barang antik dan mahal, apa lagi ini adalah edesi terbatas.


"Oh iya apa kabar bahagianya?" sambung Lisa bertanya pada Bianca.

__ADS_1


"Kabar bahagianya aku sedang hamil, aku juga tidak menyangka akan secepat ini" jawab Bianca sambil tersenyum pada mereka.


"Benarkah? selamat ya Bi" mereka semua langsung memeluk Bianca, turut bahagia juga dengan kehamilan Bianca.


"Aku akan carikan kamu pacar Rin, kamu tenang aja. Kali ini pilihan aku tepat banget, kamu mau nggak?" tanya Bianca pada Karine setelah mereka melepasakan pelukanya.


"Apa sih, aku nggak mau di jodoh-jodohin. Aku juga nggak mau berakhir seperti ini lagi" jawab Karine menolak secara halus.


"Kali ini aku serius, kamu juga harus buktikan pada Leo. Kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dari dia" sambung Bianca meyakinkan Karine.


"Siapa yang akan kamu jodohkan sama Karine?" tanya Cia pada Bianca.


"Bos suami ku, dia adalah keturunan jepang dan Indo. Mamanya asli orang indo, kebetulan dia itu masih jomloh. Suami ku bilang dia lagi cari istri orang Indo, aku pikir kamu cocok denganya" sambung Bianca, dia berani menjodohkan Karine dengan orang yang sepadan karena Bianca juga tau Karine berasal dari keluarga konglomerat.


"Jangan bilang dia udah tua? jangan mau Rin" sahut Cia tidak menyetujuinya.


"Iya jangan asal menjodohkan orang, siapa tau Karine sudah punya pilihan lain" ucap Lisa dan dia teringat kata-kata Leo hari itu.


"Baiklah aku juga tidak bisa memaksa kamu, tapi aku selalu berdoa kamu mendaptkan laki-laki yang baik" Bianca mengelus pundak Karine.


Obrolan mereka cukup panjang, sampai makanan yang datang sudah hampir dingin. Banyak hal yang mereka bahas, mereka juga memberikan semangat satu sama lain. Setidaknya dari kejadian ini Karine masih bisa memilik teman-temanya yang tulus padanya, walaupun dia juga harus kehilangan sahabatnya.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain, sepasang pengantin baru sedang bertengkar hebat. Dia adalah Rere dan Leo, setelah pernikahan mereka tinggal di aparteman. Mama dan Papa Leo memang dari awal tidak setuju dengan pernikahan ini, jadi mereka juga tidak memberikan apa-apa pada Leo. Leo harus bekerja sendiri untuk mencari uang dan menghidupi istirnya, begitu juga dengan calon anak mereka. Beruntung dia tidak di pecat di perusahan oleh Padanya, tapi hanya uang tabungan dan Atm di sita termasuk koleksi mobil mewahnya.

__ADS_1


"Mau kemana kamu? kanapa selalu pergi? aku takut disini sendirian" ucap Rere menahan tangan Leo agar tidak pergi.


"Ini bukan urusan kamu, aku sudah menikahi kamu sesuai dengan kemauan kamu. Jadi cukup sampai disini, kamu tidak berhak mencampuri urusan ku yang lain" Leo berusaha memperingatkan Rere.


"Iya tapi aku adalah istri kamu, seharunya kamu bersikap lembut. Apa lagi saat ini aku sedang mengandung" sahut Rere yang sudah meneteskan air matanya.


"Jangan jadikan alasan, aku tau kamu bukan wanita maja Rere" jawab Leo semakin kesal.


"Tapi bukanya kamu berjanji akan bersikap lembut saat sebelum pernikahan kemarin?" tanya Rere lagi.


"Aku hanya mau kamu bersikap lembut seperti dulu, atau jangan-jangan kamu belum melupakan Karine?" tanya Rere sambil mantap wajah Leo.


"Suka atau tidak itu sudah tidak ada gunanya, aku sudah menikahi kamu dan itu menghancurkan semua nya. Aku bahkan harus mencari uang sendiri, tabungan ku di sita. Mobilku habis, semua itu karena kamu!" tujuk Leo pada muka Rere.


"Jadi kamu membanci aku sekarang?" tanya Rere yang sudah meneteskan air matanya.


"Iya aku sangat membenci kamu! puas kamu!!" teriak Leo yang tidak bisa membendung amarahnya lagi.


"Jadi jangan halangi aku, jika tidak mau aku berbuat kasar" Leo melepaskan tangan Rere.


"Jika kamu benci aku! bunuh saja aku dan calon anak kita. Kami tidak akan mengganggu hidup kamu" jawab Rere tersayat saat Leo bilang membencinya.


"Hahaha....bunuh? mati lah sendiri jika ingin mati. Jangan merepotkan orang lain!" lagi-lagi kata-kata tajam keluar dari mulut Leo.


"Tega sekali kamu Leo, baiklah aku harap kamu tidak akan menyesal nantinya" jawab Rere sambil mengusap air matanya.


"Terserah lakukan apa mau kamu! aku muak" Leo tetap pergi meninggalkan Rere sendirian di apartemennya.


"Kenapa semuanya jadi begini? apa ini karma karena aku telah menyakiti Karine" Rere hanya bisa menangis di atas kasur.

__ADS_1


Tidak seindah bayanganya, Leo akan mencintainya dan mereka akan hidup bahagia bersama. Leo berubah, dia membenci Rere mungkin dia juga baru sadar setelah memilih Rere maka dia akan kehilangan semuanya termasuk uang.


__ADS_2