
Satu minggu berlalu, selama Mama dan Papa pergi Fedro dan Karine sering menghabiskan waktu bersama. Tentu saja mereka tidak mau sembunyi-sembunyi seperti ini, mereka berencana akan memberitahu Papa setelah mereka pulang ke indo. Jika mereka memberitahu Papa ssat ini, tidak mungkin mengingat kesehatan Oma juga kurang baik.
Mereka juga baru menikah secara agama dan belum mendaftarkan pernikahan mereka, Karine juga tidak menuntut apa-apa karena memang mereka sudah sepakat.
"Kenapa kamu sering sekali melamun?" tanya Fedro saat melihat Karine duduk di sopa sambil memandang ke luar jendela.
"Tidak ada, kenapa baru pulang sekarang? apa pekerjaan kamu banyak?" tanya Karine sambil membantu Fedro melepaskaan jas nya.
"Biasalah sekarang aku sendiri, tidak ada yang membantuku. Apa lagi Bizar belum bisa apa-apa, dia masih harus banyak belajar" jawab Fedro menceritakan tentang asisten pribadinya.
"Kamu harus sabar sayang, namanya juga baru kerja. Semua orang butuh waktu untuk menyesuaikan diri" ucap Karine menasehati Fedro.
"Kamu benar aku harus punya stok sabar yang banyak" jawab Fedro lalu mencium kening Karine.
Muuahhh....
"Apa Papa menelpon hari ini? atau dia memberitahu kapan mereka akan pulang?" tanya Fedro pada Karine.
"Tidak, apa perlu aku telpon mereka?" Karine mala balik bertanya.
"Nggak usah sayang, aku hanya bertanya saja" jawab Fedro lagi.
"Apa Mbok dan Tina tidak akan curiga jika kita jarang pulang seminggu ini?" tanya Karine agak khawatir karena mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama di apartemen.
"Aku rasa tidak, kamu kan memang sering menginap di rumah taman kamu!" jawab Fedro lalu membuka lemari ingin mengambil baju untuk mandi.
"Sini biar aku yang ambilkan, nanti lipatanya tidak teratur. Kamu suka sekali menghamburkan baju di lemari" sambung Karine membantu Fedro mengambil baju.
"Baiklah terima kasih sayang ku, maaf kamu harus membereskan semuanya" sahut Fedro sambil memeluk pinggang Karine dari belakang.
"Tidak apa-apa, sepetinya memang aku harus belajar melakukan pekerjaan rumah" jawab Karine lalu memberikan baju tidur pada Fedro.
"Ini baju nya, cepat mandi ini sudah malam" sambung Karine.
"Letakkan saja di atas kasur, sepertinya aku akan ganti baju disini saja" jawab Fedro sambil mengencus-ndus leher Karine.
"Kamu sangat wangi, aku suka!" sambung Fedro.
"Menjauh lah dan cepat lah pergi ke kamar mandi" Karine berusaha melepaskan tangan Fedro.
"Tidak mau, bagaimana kalau mandi bersama?" tanya Fedro sambil memeluk Karine semakin erat.
__ADS_1
"Aku sudah mandi, lepaskan!" jawab Karine tapi sayang Fedro tidak mendengarkan Karine.
"Tidak akan, ayo mandi bersama" bisik Fedro di telingah Karine.
Fedro langsung mengangkat tubuh istirnya dan membawahnya kekamar mandi, ya begitu lah mereka. Berhari-hari selalu di habiskan untuk bermesraaan, mungki karena dari awal mereka tidak pacaran atau menjalin hubungan seperti orang lain.
.
.
.
Fedro memandangi wajah Karine yang masih terlelap, mungkin istirnya itu lelah karena perbuatan mereka semalam. Fedro mengingat bagaimana Karine dengan cepat belajar banyak gaya baru, istir kecilnya itu mulai nakal.
"Kamu sangat cantik!" ucap Fedro sambil mengelus pipi istrinya.
"Emmmm...." Karine menggeliat karena merasa terganggu.
"Dia sangat imut, aku jadi ingin menggigitnya" sambung Fedro lalu mengecup bibir Karine.
Cup....
"Apa dia pikir bibir ku ini jelly?" sambung Fedro sambil menggelangkan kepalanya.
Fedro pun ingin bangun dan berdiri di samping Kasur, saat dia akan berjalan Karine menahan tanganya. Istrinya itu sudah bangun ternyata, dengan manjanya dia tidak mau di tinggalkan oleh Fedro.
"Mau kemana? jangan tinggalkan aku!" ucap Karine sambil mengucek matanya dengan tangan kiri sedangkan tangan kananya masih memegang tangan Fedro.
"Aku hanya ingin cuci muka lalu memasak sarapan untuk kamu! jika kamu masih mengantuk tidur lah. Nanti aku akan bangunkan setelah sarapanya jadi" jawab Fedro sambil berbalik mengadap Karine.
"Nggak aku juga mau ikut cuci muka! gendong aku" ucap Karine yang masih duduk di atas kasur.
"Baiklah tuan putri ayo kita cuci muka" Fedro pun langsung mengendong Karine, dia menggunakan baju tidur pendek tanpa lengan berwana pink sangat imut sekali.
Setelah sampai di kamar mandi Fedro mendudukan Karine di sampaing wastapel, tidak hanya itu dia juga membantu istirnya mengambil sikat gigi.
"Terima kasih suami ku" jawab Karine lalu menggosok giginya.
"Sama-sama tuan putri" jawab Fedro sambil tersenyum pada Karine.
Karine pun turun dari sana dan mencuci mulutnya dan membasuh wajahny dengan sabun bergantian dengan Fedro, saat ini dia sedang mencukur kumisnya yang memang sudah agak panjang.
__ADS_1
"Apa kamu perlu bantun?" tanya Karine setelah selesai mencuci mukanya.
"Memang kamu bisa? nggak usah lah biar aku saja" Jawab Fedro tidak mau di bantu oleh Karine karena dia tidak percaya kalau istirnya itu bisa melakukanya.
"Aku bisa, biarkan aku mencobanya. Aku mohon!" mohonya dengan sangat imut, Fedro mana tahan jika Karine sudah bersikap seperti ini.
"Baiklah ini, tapi hati-hati. Jika tidak kamu bisa melukai wajah tampan suami kamu ini!" Fedro memberikan alat cukur itu pada Karine.
"Ayo duduk lah disini" Fedro pun duduk di kursi kecil yang memang ada di dekat pintu samping bunga.
Karine duduk di pangkuan Fedro, mereka sangat romantis. Walaupun Karine dengan sangat pelan mencukurnya, Fedro tidak yakin apa Karine bisa melakukanya.
"Dari dekat seperti ini kamu sangat tampan" ucap Karine memuji ketampanan suaminya.
"Tentu saja, apa kamu baru sadar sekarang?" tanya Fedro sambil memeluk pinggang istrinya.
"Tidak, bahkan dari pertama kamu datang aku sudsh mengagumi kamu. Bahkan aku sering kali ingin mengajak kamu bicara tapi kamu malah mencueki aku!" kesal Karine saat mengingat masa lalu.
"Karena aku pikir kita nggak cocok" ucap Fedro dan Karine pun langsung menutup mulutnya.
"Jangan berbicara seperti itu! kita cocok hanya saja keadaan yang tidak memungkinkan" jawab Karine sambil menggelengkan kepalanya.
"Tangan kamu berbusa, sepetinya ini sudah selesai. Ambil tisu itu" sambung Fedro dan Karine pun mengambilnya.
"Aku nggak mau kamu ngomong kayak gitu lagi, hubungan harus di jalani dengan komitmen yang kuat dengan cara sama-sama jujur dan saling menghormati satu sama lain" ucap Karine sambil membersihkan wajah Fedro dengan tisu.
"Sepertinya aku jatuh cinta untuk kedua kalinya pada istirku, kamu semakin dewasa. Terima kasih sudah mau membangun komitmen dengan ku" Fedro menglus kepala Karine.
"Aku berjanji tidak akan membahas masalah ini lagi, cukup saling percaya dan apa pun yang terjadi ingat aku sangat mencintai kamu" sambung Fedro dan Karine pun menganggukan kepalanya.
"Aku juga sangat mencintai kamu" jawab Karine sambil tersenyum.
"Sudah selesai, ayo cuci muka kamu. Biarkan hari ini aku yang buat sarapan" sambung Karine dan Fedro pun langsung mengkerutkan kepalanya.
"Tidak usah sayang! biarkan aku yang masak kamu tunggu aku cuci muka sebentar" ucap Fedro menyuruh Karine duduk di kursi tadi.
"Kenapa? apa kamu tidak yakin aku bisa masak?" tanya Karine sambil berdiri dan meletakan alat cukurnya lalu mencuci tangan.
"Bukan begitu, kamu kan tidak pernah memasak sebelumnya" jawab Fedro sambil mengelap mukanya dengan handuk.
"Aku sudah bisa, kemarin Mbok mengajariku. Aku akan masak hari ini!" ucapnya lagi dan Fedro pun hanya bisa menganggukan kepalanya.
__ADS_1