
Sudah satu minggu Fedro dan Al tinggal di Jakarta bersama dengan Kakek, tapi tidak disangka Kakek memutusakan kembali ke ingris dengan alasan dia marah dengan Fedro karena tidak mau menuruti keinginannya. Fedro tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mengatar Kakek ke bandara hari ini, meskipun dia juga merasa bersalah karena telah membuat Kakek kecewa.
Mereka saat ini sedang berada di ruang tunggu, Kakek buru-buru masuk kedalam pesawat saat pemberitahuan bahwa penerbangan ke ingris akan segera tiba.
"Jaga diri kakek disana, maaf membuat Kakek kecewa" ucap Fedro memeluk kakeknya sebelum dia berjalan kearah pintu masuk pesawat.
"Aku tidak akan kembali sebelum kamu menikah dan memberikan aku cucu menantu" jawabnya kesal.
"Ayo kita pergi Birth" ajaknya pada ajudannya.
"Siap Tuan, permisi tuan muda" sambungnya sambil menundukan kepalanya.
Fedro hanya bisa memandangi kakeknya dari kejauhan, seharusnya dia menuruti keinginan kakeknya untuk mengenal wanita lain. Kemarin dia sempat mengenalkan Anggel, dia adalah keluarga jauh dari Kakek tapi kerabatnya masih dekat sekali. Sehingga kakek ingin sekali menjodohkan kami, tidak ada yang salah denganya. Hanya saja aku yang tidak bisa menerima nya, hatiku masih di penuhi dengan nama Karine walaupun sudah bertahun-tahun berlalu.
Fedro menunggu sampai rombongan kakek tidak kelihatan lagi, lama dia melamunkan ucapan Kakek hingga dia tersadar dan melihat jam tanganya.
"Gawat udah jam makan siang! aku harus menjemput Al" ucpanya sambil melihat kearah jam tanganya.
putranya itu bisa marah kalau dia telat menjemputnya, maklumlah masih lingkungan baru dan dia juga belum mempunyai teman.
Fedro bergegas pergi dari sana sambil menuju sekolah Al yang baru, mereka juga belum mempunyai pembantu rumah tangga karena orang yang bekerja di rumah kemarin tetap tinggal disana karena Angga dan Via yang akan menempati rumah itu.
Beberapa menit perjalanan Fedro akhirnya sampai di sebuah sekolah kanak-kanak, terlihat ramai disana karena banyak orang tua yang sedang menjemput anaknya juga. Fedro menelusuri kelas, dia memperhatikan dimana Al berada, benar saja saat ini anak itu sedang duduk sendirian sambil memperhatikan teman-temanya.
"Hey Boy! kenapa kamu duduk disitu?" tanya Fedro menghampiri putranya.
"Papa!" Al langsung memeluk Fedro.
"Ada apa? Apa Papa sangat telat?" tanya Fedro sambil mengangkat Al kegendobganya.
"Iya aku hanya tidak punya teman, ayo kita pulang" jawbanya cemberut.
__ADS_1
"Mau makan siang diluar? atau mau Papa belikan Es krim?" tanya Fedro sambil merayu putranya.
"Tidak aku hanya mau pulang" jawbanya lagi sambil menyandarkan kepalanya di pundak Fedro.
"Baiklah ayo kita pulang" jawab Fedro dan mereka pun menuju parkiran.
Setelah sampai parkiran, Fedro mendukan Al di kursi samping pengemudi. Dia hanya diam dan Fedro juga tau kalau Al sedang marah, mereka akhir nya memutuskan untuk pulang.
.
.
.
Berbeda dengan Manda yang saat ini sedang termenung di taman belakang rumahnya, Mama sengaja menelpon Angga agar menanyai kondisi adiknya. Belum lagi yang membuat mereka bingung Manda ingin melanjutkan kuliahnya di Jakarta untuk gelar s2 nya, ini tiba-tiba sehingga membuat Mama dan Papanya tidak setuju.
"Hey, melamun aja" Ucap Angga sambil mengagetkan Manda yang sedang termenung.
"Bikin kaget aja tau" sambungnya lagi langsung cemberut.
"Sedang mikirin apa kamu? serius banget" tanya Angga lalu duduk disamping Manda.
"Seharusnya aku yang tanya ngapai Abang kesini, mana Mbak Via?" Manda malah balik bertanya pada Angga.
"Mbak ada di rumah kebetulan Gret agak rewel, makanya abang nggak ajak mereka kesini" jawab Angga kemudian.
"Oh gitu ya" sambung Manda singkat.
"Kelihatan kusam banget tu muka! Oh iya kenapa kamu tiba-tiba ingin berhenti bekerja dan melajutkan kuliah di jakarta?" tanya Angga membuat Manda terdiam sejenak.
"Emm jadi Abang sudah tau, tidak ada hanya ingin suasana baru aja. Aku juga mungkin ingin berhenti sejenak dari dunia pekerjaa" alasan Manda tapi sayangnya Angga tidak percaya sama sekali dengan ucapan Manda.
__ADS_1
"Kamu pasti bohong, bilang aja kamu mau nyusul Fedro?" tebak Angga membuat Manda langsung membulatkan matanya karena kok bisa Angga tau.
"Kenapa Abang bisa tau?" tanya nya kesal, padahal dia tidak pernah cerita dengan Angga dan sering curhat dengan Mbak Via.
"Tentu saja aku tau, aku ini Abang kamu. Walaupun kamu tidak memberitahu aku, aku juga bisa melihatnya" jawab Angga sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kamu tidak pacaran dengan teman kuliah kamu yang sering kesini itu, atau atasan kamu yang sering antar jemput kamu. Fedro tidak cocok dengan kamu, kamu masih terlalu muda Manda!" jelas Angga tegas agar adik nya itu tidak membuat keputusan gegabah.
"Abang tidak tau bagaimana aku mengaguminya dan aku sangat mencintai dia, aku juga tidak perduli dengan jarak umur kami dan status dudanya Kak Fedro" ucap Manda keras kepala.
"Setidaknya kamu juga harus memikirkan Mama dan Papa, lagian belum tentu juga dia mau sama kamu. Fedro masih belum bisa melupakan mantan istrinya" sambung Angga lagi.
Tanpa mereka sadari Mama mendengar semuanya, dia menutup mulutnya tak percaya. Ternyata Manda menyukai Fedro temanya Angga, walaupun dia sudah tau kalau Fedro anaknya baik tapi Manda masih terlalu kecil dan lagi Fedro duda beranak satu.
"Cinta butuh pengorbanan kak, aku akan kesana. Mengejar cintaku dan aku yakin suatu saat nanti Kak Fedro pasti akan sadar kalau aku adalah wanita yang baik untuk dia" ucap Manda lalu berdiri dari duduknya.
Manda meninggalkan Angga yang masih duduk disana, setelah Manda pergi Mama mendekati Angga. Dia ingin penjelasan, kalau memang benar begitu dia tidak akan membiarkan Manda pergi ke jakarta hanya untuk menyusul Fedro.
"Mama..." kaget Angga saat melihat Mamanya mendekat.
"Dari kapan Mama ada disana? " tanya Angga sambil menggaruk kepalanya.
"Dari Karine bilang dia mau ke jakarta untuk menyusul Fedro, Mama tidak akan membiarkan pergi" jawab Mama terlihat marah.
"Aku pikir Mama sudah tau, bukan kah Papa sudah bilang pada Mama?" tanya Angga lagi membuat Mama bingung.
"Memberitahu tetang apa?" tanya Mama lalu duduk di samping Angga.
"Kakeknya Fedro adalah penanam saham terbesar di perusahan kita saat ini, beberapa bulan yang lalu dia sempat mengatakan ingin menjodohkan Fedro dengan Manda dan Papa juga menyetujuinya tapi sayang saat itu Fedro tidak mau" jawab Angga menceritakan semuanya.
"Kenapa hanya Mama yang tidak tau, lagian untuk apa juga menjodohkan mereka. Manda masih bisa mendapatkan laki-laki lajang dan seumuran denganya" sambung Mama kemudian.
__ADS_1
"Kamu bantu Mama membujuk Manda agar tidak pergi" ucap Mama lagi dan Angga hanya bisa menganggukan kepalanya.