Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Bab 18


__ADS_3

Tania menghentikan langkahnya saat melihat pria yang berstatus sebagai suaminya sedang berjalan ke arahnya sambil menggandeng tangan wanita lain dengan mesra.


"Mas Indra?" gumam Tania syok.


Yoga menoleh ke arah Tania. Dia melepaskan genggaman tangannya dan menangkup wajah Tania seketika.


"Kamu jangan melihat mereka. Kamu melihatku saja, okeh!" titah Yoga yang mendapat gelengan kecil dari Tania.


"Tidak Mas, aku tidak bisa menatapmu. Aku melihat suamiku sedang bermesraan dengan wanita yang bernama Lisa." lirih Tania, tak terasa air matanya mulai menetes dan mengalir deras membasahi pipinya.


Yoga menghapus air mata istri sahabatnya. "Jangan menangis, Tan." lirih Yoga melingkarkan tangannya ke pinggang Tania setelah melihat Indra yang semakin. mendekat ke arahnya.


Lisa terkejut saat melihat istri dari kekasihnya sedang berada di restoran yang sama dengannya. Bibir Lisa semakin tertarik ke atas saat melihat Tania sedang bermesraan dengan pria yang berstatus sebagai sahabat Indra.


"Indra, kita ke sana!" titah Lisa menunjuk arah Tania dan Yoga.


Indra menganggukkan kepalanya. Samar-samar dari kejauhan, dia melihat wanita yang pernah mengaku-ngaku menjadi istrinya sedang bersama pria lain.


'Jadi, apa yang di katakan ibu benar? Kalau wanita itu memang penipu. Buktinya, sekarang dia bersama pria lain. Dan kelihatannya, mereka sangat mesra, tapi kenapa hatiku terasa panas, ya? Kenapa, aku tidak suka melihat kedekatan mereka?' batin Indra.


"Indra, kamu masih ingat dengan wanita itu?" bisik Lisa menunjuk arah Tania.


"Iya, dia wanita yang mengaku-ngaku menjadi istriku. Memangnya, kenapa?" tanya Indra lagi.


"Iya. Coba bayangkan saja. Jika wanita itu benar-benar istrimu. Tidak mungkin, wanita itu jalan dengan pria lain. Coba kamu pikirkan semua ucapanku!" ujar Lisa mempercepat langkahnya agar sampai di hadapan Tania.


Setelah sampai di hadapan Tania. Indra melihat tangan Yoga yang melingkar mesra di pinggang Tania. Dan entah kenapa, hati Indra terasa panas.


"Hai, penipu!" sapa Lisa pada Tania dan Yoga. "Ups, aku salah sebut." sambungnya lagi.

__ADS_1


Merasa tak terima, Yoga melepas tangannya yang melingkar di pinggang Tania.


"Jangan, Mas!" cegah Tania menggenggam tangan Yoga. "Aku tahu kamu emosi, tapi kamu jangan bertindak gegabah. Di sini banyak orang, kamu tidak bisa mempermalukan dirimu sendiri. Sebaiknya, kita pulang!" titahnya lagi.


"Tapi Tan. Wanita sepertinya harus di beri pelajaran. Dia mengatakan jika kita penipu. Padahal, dirinya sendiri yang penipu." kesal Yoga.


"Biarkan saja, Mas. Kita tidak boleh gegabah. Aku tidak mau reputasimu hancur karena meladeni wanita sepertinya," lirih Tania kemudian menatap wajah suaminya.


"Mas Indra? Kamu sudah baikan?" tanya Tania.


"Seperti yang kamu lihat, aku sudah baikan. Dan aku tidak percaya denganmu. Aku pikir, ucapan ibuku salah. Tapi ternyata, ucapan ibuku benar, kamu seorang penipu. Hampir saja, aku tertipu denganmu." sindir Indra yang tanpa sadar membuat Lisa tersenyum bahagia.


"Aku bukan penipu, Mas. Aku memang istrimu." jawab Tania yang berusaha meyakinkan pria di hadapannya.


"Hahaha ... istri? Lalu siapa pria di sampingmu, jika aku suamimu, Hem? Apa dia kekasih gelapamu? Atau justru dia suami aslimu?" jawab Indra lagi.


Mendengar jawaban yang dikeluarkan dari mulut sahabatnya, Yoga berjalan selangkah. Dia mengha jar habis wajah Indra.


Indra jatuh ke lantai karena pukulan maut dari sahabatnya.


"Aku ingatkan padamu, Ndra. Suatu saat, kamu akan menyesal karena sudah berani berbicara seperti itu!" ketus Yoga.


"Mas, kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Tania panik, dia membantu suaminya untuk berdiri tapi lagi dan lagi tangannya di tepis oleh Lisa.


"Jangan sentuh Indra. Dia kekasihku, dan urusi saja kekasihmu ini. Kalian memang pengacau!" ketus Lisa, lalu membantu Indra berdiri.


"Mas, ka--" ucapan Tania terhenti saat melihat raut wajah suaminya yang emosi.


"Kau, apa yang kau lakukan padaku, ha! Aku menyesal? Aku tidak akan menyesal, justru aku bahagia karena melihat kebusukan kalian di sini. Dan khusus untukmu wanita penipu. Jangan pernah datang ke kehidupanku lagi." ketus Indra.

__ADS_1


"Mas, aku istrimu. Percaya denganku!" pinta Tania memohon.


"Sudahlah, jangan pikirkan pria sepertinya. Lebih baik, kita pulang saja. Ini sudah malam. Dan aku tidak mau, kamu sakit karena memikirkan pria yang tidak bertanggung jawab sepertinya!" titah Yoga yang mendapat gelengan kecil dari Tania.


"Tidak bisa, Mas. Ini kesempatanku bertemu dengan suamiku. Aku harus menunjukkan foto pernikahanku dan Mas Indra. Siapa tahu, dengan cara aku memperlihatkan foto pernikahanku dan Mas Indra, Mas Indra akan percaya kalau aku istrinya!" ucap Tania kemudian berjalan menyusul suaminya yang baru saja pergi. "Mas! Kamu harus lihat ini!" titahnya lagi.


Yoga menghembuskan napasnya kasar. Dia berlari menghampiri istri sahabatnya, "Tan, tunggu aku!" teriak Yoga.


Tania meraih tangan suaminya di saat suaminya hendak menuruni anak tangga. "Mas, kamu harus lihat foto pernikahan kita. Aku yakin, kamu akan percaya saat melihat foto pernikahan kita," ucap Tania meyakinkan suaminya.


Lisa menepis kasar tangan Tania, "Sebaiknya kita pulang saja, Ndra. Penipu ini tidak akan berhenti sebelum dia mendapatkan apa yang dia mau dari kita. Paling foto itu sudah di edit. Kamu tidak perlu mempercayai ucapannya!" titah Lisa menarik tangan Indra menuruni tangga.


"Please, jangan Mas. Kamu harus lihat foto pernikahan kita. Dan kamu juga harus tahu, kalau pria yang bersamaku tadi, adalah sahabatmu. Kalian sudah bersahabatan lama." lirih Tania.


"Ndra, pikirkan ucapanku. Jika pria itu sahabatmu, pria itu tidak mungkin mengha jarmu sampai babak belur seperti ini. Mereka pembohong!" ucap Lisa.


"Mas, percaya denganku. Aku tidak mungkin bohong. Mas Yoga juga mempunyai foto kebersamaanmu dengannya. Jadi, aku mohon ... percaya padaku!" mohon Tania membuat Lisa emosi.


"Lebih baik, kita pulang saja. Jangan dengarkan semua ucapan mereka." titah Lisa menarik tangan pria di sampingnya lagi


Mendengar semua ucapan Tania. Seketika Indra menepis tangan Lisa, "Aku mau membuktikan ucapannya!" titah Indra membuat Lisa terpaku.


"Apa arti ucapanmu, Hem? Jangan mudah terpengaruh oleh mereka, Ndra!" titah Lisa.


Tania tersenyum dengan sangat manis, "Ya, sudah. Kita cari tempat duduk dulu, Mas. Tidak mungkin aku menunjukkan semua di tangga. Banyak orang yang kesusahan karena kita menghalangi jalannya." ucap Tania.


"Hei, jangan hasut Indra un--" ucapan Lisa terhenti saat melihat Indra berjalan mengikuti langkah kaki Tania dan Yoga. 'Siaal, kenapa Indra mau ikut dengannya. Ini tidak bisa di biarkan, rencanaku dengan Tante Ratu bisa terbongkar.' batin Lisa.


Tania mencari tempat duduk yang kosong, lalu mempersilahkan suami serta wanita yang mengaku-ngaku menjadi kekasih dari suaminya untuk duduk di tempat yang kosong.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Mas. Aku dan Mas Yoga akan memperlihatkan foto itu!" titah Tania.


__ADS_2