Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Bab 32


__ADS_3

"Oh, aku pikir, kamu mengusirku. Ya, sudah, aku pulang. Tapi sebelum pulang, aku harus mendapat hadiah dulu dari istriku!" titah Indra.


"Hadiah? Hadiah apa, Mas? Apa hari ini, hari jadian kita atau--"


"Tania, ini!" potong Indra menunjuk arah pipi. "Masa, aku terus yang memberimu hadiah. Aku juga mau di beri hadiah darimu!"


Tania tersenyum tipis lalu menci um singkat pipi kanan suaminya.


"Sudah. Aku sudah memberimu hadiah. Sekarang, pulanglah!" titah Tania.


"Aku tidak mau pulang." keluh Indra membuat Tania menautkan ke dua alisnya, bingung.


"Tidak mau? Memangnya kenapa, Mas? Bukankah, kamu sendiri yang bilang, kalau kamu mau pulang? Kamu tidak bisa tinggal di sini karena ke dua orang tuamu? Tapi kenapa sekarang kamu berubah pikiran? Atau jangan-jangan kamu takut, Mas Yoga melakukan sesuatu padaku? Huft, Mas Indra sayang, sudah aku bilang berulang kali, Mas Yoga tidak pernah melakukan hal aneh padaku. Justru, dia sangat merawat dan menjagaku. Kamu jangan posesif, deh!" kesal Tania menghentakkan ke dua kakinya secara bergantian.

__ADS_1


"Sudah marahnya?" tanya Indra semakin membuat Tania kesal.


"Mas, aku sedang marah, bukan bercanda!"


"Iya, siapa bilang kamu sedang bercanda, Hem? Tidak ada yang bilang, Tan!" ujar Indra lagi.


"Lalu, apa motivasimu mengejekku? Kamu baru saja mengejekku, Mas!" kesal Tania.


"Siapa yang mengejekmu, Tan. Ya, sudah. Dari pada kita bertengkar tidak jelas, aku akan pergi dari sini. Kamu jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa tutup dan kunci rapat pintu kamarmu. Aku tidak mau, malam-malam saat kamu tidur, pria hidung belang itu menyelinap masuk ke kamarmu." ujar Indra lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Aku selalu percaya denganmu, sayang. Jangan pernah sia-siakan kepercayaanku, ini!" sambungnya lagi.


Setelah beberapa menit berpelukan. Kini Tania sudah berada di depan pintu apartemen sembari menatap punggung suaminya yang sedang berjalan menjauh.


'Sampai kapan semua ini berakhir, Mas. Aku benar-benar tidak ingin berpisah darimu.' batin Tania menghapus air mata yang mulai membasahi pipinya.

__ADS_1


Tak melihat punggung suaminya yang masuk ke dalam lift, Tania langsung masuk ke dalam apartemen dan dia dapat melihat sahabat suaminya yang sedang duduk di sofa.


"Mas, aku pikir, kamu sudah tidur." ucap Tania menjatuhkan pantatnya di depan sofa Yoga.


"Aku tidak bisa tidur, Tan. Indra pulang?" tanya Yoga menghisap rokoknya.


"Iya. Dia baru saja pulang, Mas. Memangnya kenapa?" tanya Tania yang mendapat gelengan kecil dari Yoga.


"Tidak apa-apa. Aku pikir, dia akan merubah keputusan untuk menginap di sini setelah mendengar kabar, aku sendiri yang akan menginap di apartemen." jawab Yoga lagi.


"Aku pikir juga seperti itu, Mas. Apalagi Mas Indra sudah tahu bagaimana busuknya Mas Yoga. Aku yakin, Mas Indra sangat mencemaskanku jika kamu terus berdekatan denganku!" ucap Tania panjang lebar.


"Sebenarnya, aku tidak jahat, aku hanya bersikap selayaknya pria di luar sana. Aku capek mencari wanita yang baik. Aku selalu mendapat wanita yang gila harta. Maka dari itu, aku sempat iri dengan Indra, dia bisa mendapatkan wanita yang sangat tulus mencintainya tanpa harta sedikit pun dari Indra." jawab Yoga.

__ADS_1


"Mas, kamu tidak boleh seperti itu. Kamu tahu sendirikan, bagaimana sikap Mas Indra padamu?"


"Aku tahu. Tapi--" .


__ADS_2