Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 47. Jadi Ini Alasanya


__ADS_3

Di bandara Papa terlihat menghubungi seseorang, sudah dua bulan ini dia memerintahkan orang untuk mengikuti Karine. Satu minggu ini laporan yang mengejutkan terus saja di laporkan oleh Bram, anak buah kepercayaanya. Dia mengatakan Karine sering menginap di apartemennya Fedro, Papa sangat murka mendengar semua laporan yang Bram katakan.


"Apa ada hal lain lagi yang mencurigakan?" tanya Papa sambil duduk di kursi tunggu.


"Tidak ada Tuan, hanya itu saja. Mungkin Tuan Fedro sangat pandai menyembunyikan semua ini" jawab Bram di seberang telponya.


"Baiklah aku tutup dulu, jika ada perkembangan yang lain cepat kabari aku!" sambung Papa Jo telihat kesal.


Papa menututp panggilanya, lalu kembali duduk di samping Mama. Mama bingung saat melihat raut wajah istrinya terlihat kesal, di tambah lagi di terus saja mengoceh.


"Jadi ini alasanya, kenapa kalian berdua tidak cocok dengan pasangan kalian masing-masing. Kamu salah sasaran karena telah bermain-main dengan ku!" ucap Papa geram sambil menggepalkan tanganya.


"Papa sedang kesal dengan siapa?" tanya Mama sambil menatap suaminya.


"Dengan Karine dan Fedro!" jawab Papa dan Mama yang mendengar itu langsung membulatkan mata nya tak percaya.


"Ada apa dengan mereka? jangan sampai apa yang aku takutkan selama ini terjadi" tanya Mama meminta penjelasan pada Papa.


"Sepertinya apa yang Mama takutkan benar-benar terjadi, mereka tinggal bersama di aparteman" jawab Papa tertunduk lesu dan dia tau pasti istrinya sangat kecewa.


"Sudah aku katakan berapa kali, kamu tetap memaksa membawah anak itu. Lihat dia menusuk kita dari belakang" Mama menangis sambil memukul suaminya.


"Ini juga di luar kendali Papa Ma, Papa juga nggak mau ini terjadi. Kalau memang Fedro berani macam-macam Papa sendiri yang akan menghabisinya" sahut Papa sambil mengepalkan tanganya.


"Aku tidak rela mereka bersamaan, pokonya Papa harus memisahkan mereka" sambung Mama lagi.


"Tentu saja, kita lihat sampai sejauh mana mereka akan bermain-main dengan kita. Aku membesarkanya dengan penuh kasih sayang dan mendidiknya jadi orang yang pintar tapi dia menghianati aku!" kesal Papa sambil meniju senderan kursi.


"Orang asing memang tidak akan pernah menjadi keluarga, Mama menyesal pernah menyayanginya" Mama benar-benar kecewa jika benar Karine menjalin hubungan dengan Fedro, dari awal dia sudah berusaha menjauhkan Fedro agar tidak mendekati anaknya.


Tidak lama kemudian Pak Dadang datang, mereka langsung pulang. Mulai hari ini juga Papa menabah bodygard untuk menjaga rumah, bila pelu dia sewa orang kepercayaanya untuk menjaga Karine.

__ADS_1


"Mari saya bantu Tuan, sini saya bawah kopernya" Pak Dadang membawah dua koper di samping Tuanya.


"Iya ini Mang, bagaimana dengan keadaan rumah. Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Papa sambil menatap tajam pada Pak Dadang.


"Semuanya aman Tuan, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Nona juga bersikap baik, bahkan dia tidak pernah ke klub malam lagi" jawab Pak Dadang sambil menyeret kopernya.


"Bagus, sangat penurut sekali Karine denganya" Papa terlihat tertawa sinis.


Mereka menuju mobil, Pak Dadang telihat memasukan koper kedalam bagasi. Baru lah setelah itu, dia membukan pintu mobilnya untuk Tuan dan Nyonya nya.


"Ayo silahkan masuk Tuan, Nyonya" ucap Pak Dadang membuka pintu mobilnya.


Mereka bedua pun masuk kedalam mobil, Papa sudah punya rencana dan mereka tidak akan langsung pulang. Tapi menginap di hotel untuk beberapa hari sampai di memergoki Karine nantinya, Mama juga setuju dengan rencana suaminya. Jika sepeti itu mereka tidak akan bisa berkutik lagi, Papa akan mengusir Fedro langsung.


"Papa punya rencanya, bagaimana kalau kita jangan pulang dulu. Kita lihat kalau memang mereka bersama, kita gerbek langsung dan mereka tidak akan bisa berkutik lagi" ucap Papa memberitahu idenya pada Mama.


"Mama setuju dengan Papa" jawab Mama sambil melihat kearah Pak Dadang yang kebingungan.


"Antar kami kehotel Z Pak, jangan bilang kalau kami sudah pulang. Bilang pada Karine dan Fedro kami mengundur kepulangan karena Oma belum mengizinkan, jangan beritahu orang rumah juga. Bapak bisa jaga mulut kan?" tanya Papa sedikit memberikan ancaman.


"Sepertinya Papa jangan mengirim bodygard dulu, nanti mereka akan curiga" sambung Mama lagi.


"Mama benar juga, aku akan menghubungi Bram" jawab Papa sambil mengeluarkan ponselnya.


"Jalan Pak" sambung Mama dan mobil mereka pun pergi dari sana menuju hotel.


Pak Dadang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi sepertinya ini masalah besar karena Tuan telihat sangat mengerikan pikirnya. Apa Nona membuat kesalahan, tanya Pak Dadang dalam hatinya karena dia tidak mungkin bertanya dengan majikanya.


.


.

__ADS_1


.


Fedro duduk di ruanganya sambil melamun, Bizal baru saja keluar. Dia mengatakan bahwa Papa dan Mama sepertinya sudah tau hubungan mereka, mereka juga sengaja tidak pulang kerumah karena ingin menyelidiki hubungan Karine dan Fedro. Sunggu Fedro bingung apa yang harus dia lakukan sekarang, apa dia ikuti saja permainan Papa.


Tidak lama kemudian ponsel Fedro berbunyi, ternyata itu panggilan dari Karine. Fedro pun langsung mengangkat panggilanya, Karine telihat senang sekali karena Papa dan Mama tidak jadi pulang. Dia ingin mereka menginap di apartemen malam ini karena besok Karine ingin memberikan kejutan pada Fedro, Fedro pun akhinya menyetujuinya.


"Halo sayang! jam berapa kamu pulang hari ini?" tanya Karine setelah Fedro mengangkat panggilanya.


"Mungkin jam 5 sayang, masih ada berkas yang harus aku buat. Ada apa kamu bertanya?" jawab Fedro sambil balik bertanya pada Karine.


"Apa kamu sudah tau Mama dan Papa tidak jadi pulang hari ini, jadi ayo menginap di apartemen malam ini. Besok aku punya kejutan untuk kamu!" ucap Karine terlihat sangat senang.


"Benarkah? baiklah aku akan pulang ke apartemen. Kejutan apa yang kamu maksud, ku sedang tidak ulang tahun?" tanya Fedro bingung dengan kejutan apa yang akan di berikan istrinya.


"Pokoknya besok, kamu pasti suka" jawab Karine lagi sambil terus tersenyum.


"Baiklah aku sudah tidak sabar dengan kejutan istri ku, kamu benar-benar membuat aku penasaran" sambung Fedro karena istirnya itu sangat unik.


"Aku akan memasak untuk makan malam, sebentar lagi aku pulang" ucap Karine dan Fedro yang mendengar itu langsung membujuk Karine agar tidak memasak, mungkin kali ini dia akan membakar seluruh apartemen pikir Fedro.


"Tunggu! kamu tidak perlu memasak sayang. Bukan kah kamu bilang kuku kamu akan rusak nanti, belum lagi tubuh kamu bau" jawab Fedro.


"Kenapa kamu bilang seperti itu? apa kamu benar-benar tidak mau memakan nasakan ku" tanya nya terlihat sedih.


"Bukan begitu sayang, aku cuma nggak mau kamu capek. Nanti biar aku beli makanan di luar sambil pulang ke apartemen, kamu cukup dandan yang cantik karena aku merindukan kamu" ucap Fedro dengan nada menggoda Karine.


"Baiklah aku akan dandan yang cantik, sudah dulu aku mau pulang. Emmuah..." sambung Karine terdengar mengecup ponselnya.


"Terima kasih, ciumanya cukup berasa" canda Fedro sambil tersenyum.


"Aku akan berikan yang lebih dari itu nanti, tunggu saja aku juga sudah belajar banyak" jawab Karine lalu menatikan teleponya.

__ADS_1


"Dia memang berbeda dengan yang lain" Fedro tersenyum sambil menggelangkan kepalanya.


Fedro akan menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama Karine, karena mungkin Papa tidak akan tinggal diam. Setidaknya dia masih bisa bersama Karine malam ini, walaupun Fedro sendiri tidak tau apa yang akan terjadi pada mereka besok.


__ADS_2