Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 48. Aku Hamil!!


__ADS_3

Peringatan ๐Ÿ”ž


Harap bijak dalam memilih bacaan๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜


Fedro membuka pintu apartemenya, suasanya sunyi dan gelap. Apa Karine belum pulang, apa dia marah karena Fedro pulang hampir melewatkan jam makan malam. Padahal dia sudah mengirim gojeg untuk mengantar makanan dan juga mengirimkan pesan pada Karine, dimana wanita itu sekarang pikir Fedro.


"Kenapa gelap sekali? apa dia sudah tidur?" tanya Fedro sambil mencari kontat lampu di ruang tamu.


"Sayang...!!" panggil Fedro.


"Apa dia benar-benar tidur?" tanya Fesro setelah menghidupkan lampu dia langsung menuju kamarnya.


Pelan-pelan Fedro membuka pintu, saat dia membuka pintu kamarnya juga sangat gelap. Fedro berusaha mencari kontak lampunya, tapi belum sempat dia menghidupkan ponselnya lampu sudah menyala. Karine terlihat sangat seksi dengan gaun tidurnya, apa ini kejutan yang Karine bilang tadi.


"Kejutan....!!" ucapnya sambil tersenyum.


"Sayang! aku benar-benar terkejut. Kamu membuat ku takut" Fedro langsung memeluk Karine.


"Aku juga menghias kamar ini, apa kamu suka?" tanya Karine di selah pelukan mereka.


"Iya aku sangat menyukainya, terutama kamu. Kamu sangat cantik malam ini" bisik Fedro di telingah Karine.


"Benarkah? aku sangat tersanjung atas pujian tuan Fedro" jawab Karine lalu melepaskan pelukanya dan melingkarkan tanganya di pinggang Fedro.


"Kenapa kamu menatap aku seperti itu? kamu lagi mau menggoda aku ya?" tanya Fedro sambil balik manatap Karine.


"Aku mengaggumi ketampanan suami ku" jawab Karine lalu mengelus pipi Fedro.


"Aku cinta kamu!" ungkap Karine lalu mengalungkan tanganya di leher Fedro.


"Aku juga sangat mencintai kamu" jawab Fedro lalu langsung mencium bibir Karine.


"Tunggu...!!" ucap Karine menghentikan ciuman Fedro.


"Ada apa? apa kamu nolak aku?" tanya Fedro sambil mundur satu langkah.


"Aku mau hari ini kamu bersikap lembut, jangan kasar!" sambung Karine dan Fedro pun kembali mendekat sambil tersenyum.


"Tentu saja, aku akan memperlakukan kamu dengan lembut" tanpa aba-aba Fedro menggendong Karine.


Dengan perlahan dia meletakan Karine di atas kasur, Fedro menuruti Karine. Dia melakukan Karine dengan sangat lembut, bahkan dia tidak mau Karine merasa sakit.


"Aku sangat menyayangi kamu, aku harap cinta kita akan bersatu selamanya" ucap Fedro dan Karine pun menganggukan kepalanya.


"Aku juga berharap begitu" jawab Karine lalu mengecup bibir suaminya.


Cup....

__ADS_1


Cup....


"Ternyata kamu sudah mulai pintar menggoda suami ya!" ucap Fedro sambil mencoel hidung Karine gemas.


"Tantu saja karena aku bukan anak kecil lagi, mau aku tujukan?" jawabnya sambil tersenyum.


"Baiklah, aku mau tau bagaimana kehebatan istriku" Fedro berbaring di samping Karine dan dengan cepat Karine duduk di atas Fedro.


Karine benar-benar menujukan kebolehanya, bahkan Fedro terkjut dengan perlakukan Karine. Ini bukan gaya yang di ajarakan Fedro, belajar dari mana istri kecilnya ini. Mereka melakukan percintaan panas alah pengantin baru, sampai dua pasturi itu melupakan makan malam mereka.


.


.


.


Besoknya mereka sudah siap-siap ingin pergi, Karine ingin mengajak Fedro pergi berkemah ke Bandung. Sangat jauh sekali pikir Fedro, tapi karena hari ini libur mereka bisa pulang besok pagi. Karine tampil cantik dengan menggunkan dres bunga berwaran biru muda dengan bando senada, Karine adalah tipe wanita yang mementingkan penampilan. Sedangkan Fedro hanya menggunakan kaos putih lengan pendek dan celana jeans panjang, hari ini Fedro yang membuat sarapan untuk mereka.


Setelah sarapan, mereka bersiap untuk keluar. Tidak lupa Fedro menyuruh Karine membawah jaket karena dia sana dingin, Fedro jadi suami siaga yang sangat perhatian padanya.


"Mana jaketnya sayang? udah kamu bawah kan?" tanya Fedro saat melihat istrinya sudah siap berangkat.


"Sudah ada di dalam paper bag, kamu tidak usah khawatir" jawab Karine sambil memperlihatkan paper bag yang dia pegang.


"Baiklah ayo kita berangkat!" Sambung Fedro sambil membuka pintu apartemenya.


Pintu terbuka dan alangkah terkejutnya mereka itu adalah Papa, dia datang dengan para bodyguardnya. Fedro dan Karine sangat terkejut, sampai-sampai Karine mundur beberapa langkah.


"Papa...!" lirih Karine dan papar bag nya pun jatuh kelantai.


"Kenapa? kamu terkejut?" tanya Papa sambil menghilangkan tanganya di depan dada.


"Apa kalian sudah puas bersenang-senang? sepertinya kita datang di waktu yang tidak tepat" jawab Papa sambil tersenyum dan Fedro sudah menebak pasti Papa akan melakukan sesuatu.


"Seret dia...!" perintan Papa pada bodyguardnya.


Mereka pun langsung menyeret Fedro masuk kedalam apartemen, lalu langsung memukulnya sampai babak belur. Fedro tidak melawan sama sekali, dia pikir ini memang pantas dia dapatkan, sedangkan Karine terus memohon agar mereka tidak memukul Fedro.


"Pukul dia sampai mati!" perintah Papa dengan kejamnya.


"Jangan! aku mohon jangan Pa" teriak Karine yang ingin menolong Fedro tapi bodyguard yang lain menahanya.


Bughh...


Buughhhhh....


Pukulan demi pukulan Fedro dapatkan, bahkan mulutnya sudah mengekuarkan darah. Karine menangis histeris, dia terus memohon padanya untuk berhenti memukul Fedro.

__ADS_1


"Jangan berhenti! pukul lebih kencang" perintah Papa sambil menyaksikan Fedro terkapar di lantai.


"Jangan Pa, Karine mohon. Karine tau kami salah tolong restui hubungan kami!" Karine berlutut di depan Papanya.


"Tidak akan pernah, tega sekali kamu sama Papa. Kalian sudah Papa beri semuanya, apa susahnya menjadi anak yang penurut" Papa terlihat benar-benar marah.


"Dan kamu!! dasar anak tidak tau terima kasih. Kamu menusuk saya dari belakang, saya memberikan kamu semunya tapi kamu berusaha membunuhku pelan-pelan. Aku menyesal telah menolong kamu" tujuk Papa yang sangat kecewa.


"Aku minta maaf...maaf tidak bisa menjadi anak yang berbakti. Aku...benar..benar mencintai Karine" ucap Fedro lirih tak berdaya terbaring di lantai.


"Jangan harap aku memaafkan kamu!!" jawab Papa acuh.


"Ikat dia dengan tali, suruh duduk di kursi. Biarkan aku sendiri yang menembak kepalanya, penghianat memang harus di musnakan" ucap Papa membuat Karine semakin panik.


"Tidak...!! Papa tidak boleh menembak Fedro" mohon Karine sambil memegang tangan Papanya.


"Pegang Karine, jangan biarkan dia mendekat" sambung Papa dan bodyguard itu pun langsung memegang tangan Karine dan menariknya menjauh.


"Aku mohon Pa....Jangan!!" Karine terus berteriak air matanya terus menetes membasahi pipinya.


"Aku tidak apa-apa, jangan khawatir" ucap Fedro tanpa suara sambil menoleh pada Karine.


Papa sudah mengeluarkan pestol dari sakunya, dia sudah siap ingin menembak Fedro. Fedro tidak melawan atau mengelak, dia hanya tersenyum kearah Karine. Karine semakin histeris dan terus menggelengkan kepalanya, ini tidak boleh terjadi pikir Karine.


"Siap-siap lah, aku akan melenyapkan penghianat rendahan seperti kamu!" ucap Papa sambil mengarahkan pestolnya ke kepala Fedro.


"Satu...Dua...Ti..." belum selesai Papa berbicara Karine langsung memotongnya.


"Aku hamil!!" teriak Karine Papa dan Fedro sangat terkejut dengan ucapan Karine.


Doorr.....


Suara peluru mengema di ruangan itu, Karine menangis sambil memejamkan matanya. Dengan sekuat tenanga dia berusaha melihat kearah Fedro, Papa tidak menembaknya. Ternyata pas bunga yang ada di atas meja menjadi sasaranya, Karine langsung berlari memeluk Fedro yang lemas tak berdaya dengan baju penuh darah.


"Ahhhgg...!!" Teriak Papa sambil meramas rambutnya saking kesalnya.


"Jika Papa ingin membunuh Fedro, bunuh aku juga! kami akan mati bersama" ucap Karine menuat Papa tambah kesal.


"Hisskk...kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Karine sambil mengelap darah yang ada di muka Fedro.


"Sejauh mana hubungan kalian?" tanya Papa akhirnya.


"Kami sudah menikah secara agama, aku juga hamil usianya 14 minggu. Aku juga baru tau kemarin" jelas Karine.


"Kalian benar-benar membuat ku gila! bawah mereka pulang" perintah Papa pada Bram dan Bram pun langsung mengerahkan anak buahnya.


Papa terlihat keluar duluan, sedangkan Karine dan Fedro dibawah oleh para bodyguard. Karine terus memeluk Fedro, matanya bengkak dan membiru sungguh Karine tidak tega. Walaupun begitu, Fedro tidak mempedulikannya lukanya dan dia sangat senang Karine hamil sampai terharu dengan kejutan yang ingin Karine berikan.

__ADS_1


__ADS_2